http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=28022

19 Mei 2009 13:43:25



SBY Tak Lagi "Berboedi"




Partai Pendukung Ingin Slogan SBY-Boediono
JAKARTA - Jargon SBY Berboedi ternyata hanya berumur tiga hari. Parpol-parpol 
pendukung pasangan SBY-Boediono tak sepakat dengan sebutan yang di-launching 
pada deklarasi di Bandung, 15 Mei lalu. Pimpinan 23 parpol sepakat menggunakan 
jargon SBY-Boediono.


Rapat tim pemenangan SBY-Boediono kemarin menggelar rapat di kantor Bravo Media 
Center (BMC), Jalan Teuku Umar, yang lokasinya hanya sekitar 300 meter dari 
kediaman rival SBY, Megawati Soekarnoputri. Rapat tersebut dipimpin Ketua Tim 
Pemenangan Hatta Rajasa dan diikuti sebagian besar pimpinan parpol anggota 
koalisi.


CEO Fox Indonesia Zulkarnain Mallarangeng, yang juga konsultan politik SBY dan 
Partai Demokrat, menjelaskan, pemakaian jargon SBY-Boediono semata-mata untuk 
memudahkan para pendukung ketika mencoblos di TPS nanti. "Kalau pakai 
SBY-Berboedi, tidak akan dijumpai di kertas suara," kata Zulkarnain. 
Nanti di kertas suara akan tertulis Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Untuk 
penyingkatan SBY, kata Choel, tidak ada masalah. Sebab, masyarakat luas sudah 
sangat mengenal sebutan SBY bagi Susilo Bambang Yudhoyono. 


Menurut Choel "sapaan Zulkarnain Mallarangeng-, sebenarnya jargon SBY-Berboedi 
tidak pernah resmi dipakai. Saat deklarasi pasangan SBY-Boediono lalu secara 
spontan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi yang membacakan pernyataan 
deklarasi mengusulkan sebutan SBY Berboedi yang bisa berarti SBY bersama 
Boediono atau SBY berbudi. Slogan itu menjadi seolah-olah resmi karena SBY juga 
sempat mengucapkan slogan tersebut dalam pidato politiknya.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan, slogan SBY 
Berboedi dikhawatirkan kurang populer di mata masyarakat Indonesia. "Masyarakat 
di luar Jawa belum tentu tahu kata berbudi," ujar Cak Imin setelah menghadiri 
rapat di BMC. 


Mengenai strategi pemenangan SBY-Boediono, Hatta Rajasa masih merahasiakan. 
"Itu rahasia dapur," kata Ketua Tim Sukses SBY-Boediono, Hatta Rajasa, setelah 
rapat gabungan tim sukses SBY-Boediono di BMC. 


Menurut Hatta, tim sukses sedang membentuk struktur organisasi pendukung 
SBY-Boediono di jajaran pusat. Langkah berikutnya, tim sukses membentuk susunan 
pengurus di berbagai daerah. "Justru nanti yang paling penting di daerah karena 
langsung bersinggungan dengan masyarakat," kata Hatta. 


Ketua Departemen SDM DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng secara terpisah 
mengatakan, pasangan SBY-Boediono tidak menyiapkan strategi khusus dalam 
menghadapi pilpres 8 Juli mendatang. "Strategi biasa saja. SBY kan saat ini 
sedang menjabat, simpel saja. Rakyat Indonesia merasakan apa yang menjadi hasil 
kepemimpinan SBY," kata Andi.(tom/dyn/tof)

Kirim email ke