http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/05/23/Nasional/krn.20090523.166005.id.html

Calon Presiden Garap Pemilih Jawa
Dari deklarasi sampai kunjungan ke daerah.

JAKARTA -- Tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden, yang akan 
berkompetisi pada pemilihan nanti, mulai menggarap pemilih Jawa. Deklarasi 
pasangan dinilai sebagai langkah awal meraih simpati. 

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsudin Haris, 
mengatakan pemilihan lokasi deklarasi merupakan upaya membentuk citra di 
hadapan pemilih. "Pemilihan tempat-tempat itu bukan kebetulan," kata dia ketika 
dihubungi kemarin. Pemilihan lokasi deklarasi di Pulau Jawa, ia melanjutkan, 
dilakukan karena penduduk Indonesia memang terkonsentrasi di Pulau Jawa. 

Pasangan Megawati-Prabowo, ia mencontohkan, menampilkan citra peduli rakyat 
kecil dengan memilih tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang, Bekasi. 
Megawati-Prabowo besok akan mendeklarasikan diri sebagai pasangan yang diusung 
PDI Perjuangan-Gerindra. Kedua pasangan ini mengklaim akan mengusung sistem 
ekonomi prorakyat. 

Dua pasangan lainnya sudah mendeklarasikan diri sebelum didaftarkan ke Komisi 
Pemilihan Umum. Dua pekan lalu, pasangan Jusuf Kalla-Wiranto, yang diusung 
gabungan Partai Golkar-Partai Hanura, melakukan deklarasi di Tugu Proklamasi, 
Jakarta. Pada dua kali pemilu legislatif, Demokrat dan Partai Keadilan 
Sejahtera menguasai sebagian besar kursi Dewan Perwakilan Rakyat dari Jakarta. 
Kedua partai ini sudah memilih mengusung pasangan Susilo Bambang 
Yudhoyono-Boediono. 

Pasangan Yudhoyono-Boediono memilih Bandung, Jawa Barat, sebagai tempat 
deklarasi. Pada pemilu legislatif lalu, Demokrat meraup kursi terbanyak di 
provinsi ini dibandingkan dengan partai lain. Perolehan kursi Golkar anjlok 
dibanding hasil pemilihan 2004 dan kalah oleh Demokrat di tempat ini. 

Selain lokasi deklarasi, sekitar dua pekan menjelang kampanye pemilihan 
presiden, Kalla sudah melakukan safari politik ke Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa 
Tengah, dan Jawa Barat. Dalam kunjungan ini, Kalla bertemu dengan kiai-kiai 
setempat dan mengunjungi pasar tradisional. 

Di Jawa Barat, kemarin Kalla juga menyempatkan diri bertemu dengan tokoh 
Paguyuban Pasundan dan meresmikan acara Rakernas IV Korps Alumni Himpunan 
Mahasiswa Islam di Malibu Dome Hotel Grand Pasundan. Saat itu Kalla mengaku 
punya kedekatan khusus dengan orang Sunda. "Orang Bugis itu dekat dengan orang 
Sunda," ujarnya. 

Menurut Kalla, salah satu pendiri organisasi Paguyuban Pasundan masih punya 
darah Bugis. "Dia orang Sunda keturunan Bugis," Kalla mengatakan tanpa menyebut 
tokoh yang dimaksud.

| ROHMAN TAUFIQ | RANA AKBARI | WDA | AHMAD FIKRI | REH ATEMALEM

Kirim email ke