Preman, Penjahat dan Pembunuh Munir Semuanya Mendukung Mega-Pro
Kita semuanya sudah tahu bahwa FPI dan begundal2nya itu berlindung dibawah
naungan Prabowo cs. Fadli Zon, Muchdi, dan semua tokoh2 Syariah Islam dari
partai2 gurem sekarang ini mendapat gaji untuk mensukseskan capres Mega-Pro.
Sebaliknya, kalo ulama partai gurem bersama kaki tangannya kelas bawah
mendukung Mega-Pro sebaliknya, justru ulama partai2 Islam yang terbesar justru
berebutan mendukung SBY-Budiono. Juga pengusaha2 papan atas dan pengusaha2
keturunan India, Cina, dan umat agama yang bukan Islam malah mendukung
SBY-Budiono ini.
Pasangan JK-Win mudeng2 kemana saja, siapa saja, diajak untuk mendukung
dirinya. Mulanya Wiranto juga ikut serta, tapi karena disorakin di-mana2
akhirnya dia malu sendiri. Lain halnya, JK menganggap sorakan itu justru
meng-elu2kan dirinya sehingga makin semangat menyusup ke-mana2. Bahkan JK
dimuka pengusaha keturunan India dipuji sebagai Mahatma Gandhi. Padahal
Mahatma Gandhi itu bukan beragama Islam sedangkan JK itu harusnya disamakan
dengan lawan Mahatma Gandhi. Namun begitulah caranya umat bukan Islam tidak
bisa menyindir secara terbuka, apalagi kiprah JK adalah menjadikan RI ini
sebagai negara syariah Islam yang anti-Amerika. Sekarang JK kelihatan hanya
sendirian karena Wiranto dengan berbagai macam alasan ada2 saja halangannya.
Masalahnya, Wiranto itu orang Jawa sehingga punya perasaan yang halus bisa
merasakan tersinggung kalo disorakin dan disindir seperti itu. Memang, dengan
beriman Islam JK menjadi lebih tebal mukanya tidak merasa tersinggung meskipun
ditabrak oleh kritik2 yang dibungkus dengan pujian2.
Dari ketiga kontestant yang pasti berlaga ini, sudah dipastikan hanya satu saja
yang mengusung Syariah Islam, yaitu JK. Dizaman menjadi wapres dia tidak cukup
kekuatan untuk memaksakan syariah Islam keseluruh Indonesia, tapi berhasil
puluhan pemda diberlakukan Syariah yang mengakibatkan daerah2 tsb mendadak
menjadi tinggi tingkat penganggurannya. Namun JK boleh dikatakan paling
sedikit pendukungnya karena hanya partai2 Islam gurem saja yang mendukungnya
dan partai2 gurem inipun terpecah dua karena sebagian besar malah mendukung
Mega-Pro bukan JK karena dianggap JK bukan tentara sehingga tidak punya power
dan juga sebagai pengusaha JK itu hanyalah mendompleng kekuasaan pemerintahan
didaerahnya. Namun JK selalu berbohong, dia menyatakan bahwa SBY itu berhasil
sukses sebagai presiden disebabkan oleh dirinya yang kreatif, padahal
sebaliknya, SBY malah merasa JK itu pengkhianat, mencoreng kewibawaannya dan
juga mempermalukan negara RI sewaktu dia mengirim bantuan ke Hamas dipimpin
oleh NHW.... hal ini mengakibatkan team NHW itu diusir pemerintah Mesir. Jelas
tindakan JK ini merugikan Politik RI yang mendukung pemerintahan Palestina
dibawah Abbas yang sudah ada Dubes-nya di Jakarta.
Ny. Muslim binti Muskitawati.