Ekonomi Rakyat = Ekonomi Syariah, Artinya Halal Menjarah
                              
Yang rajin meneriakkan slogan2 "Ekonomi Rakyat" itu hanyalah partai2 Islam 
gurem pendukung Syariah Islam.  Mereka menganggap semua yang bukan Islam adalah 
"Neoliberal" yang haram dan harus dimusnahkan.

Mereka mengganti istilah "Ekonomi Syariah" menjadi "Ekonomi Rakyat" se-mata2 
untuk menyesatkan masyarakat yang secara mayoritas disadari menolak ekonomi 
Syariah ini karena penuh dengan penjarahan2 seperti yang dialami sesama umat 
Islam yang independent diluar MUI seperti halnya yang dialami umat Islam dari 
aliran Ahmadiah.

Padahal semua kegiatan ekonomi itupun sebenarnya adalah kegiatan yang harus 
selalu melibatkan rakyat sebagai pasar, lalu kenapa harus dinamakan sebagai 
"ekonomi rakyat" ???  Tentu saja maksudnya beda karena yang dimaksudkan dengan 
"rakyat" disini adalah muslimin dan mereka yang bukan muslimin dianggapnya 
musuh rakyat yang halal untuk dijarah.  Syariah Islam itu sendiri membedakan 
manusia dalam dua kelompok, yaitu kelompok muslimin dan mereka yang bukan 
muslimin.

Kalo mau mempraktekkan Syariah Islam secara murni, maka akan seperti dizaman 
nabi Muhammad.  Kalo anda kepasar membeli telor, maka harus menunjukkan ktp 
apakah anda itu Islam atau bukan Islam, kalo anda Islam maka harga telornya 
cuma Rp500, sebaliknya kalo anda bukan Islam maka harga telornya menjadi 
Rp5000.  Begitulah system Syariah yang secara murni berlaku kalo berhasil 
ditegakkan.

Masalahnya dizaman modern ini tidak mungkin bisa mempraktekkan Syariah Islam 
secara murni seperti dizaman nabi Muhammad, karena produksi dan perekonomian 
dunia maupun dalam negeri RI sendiri sama2 dikuasai oleh mereka yang bukan 
Islam sehingga praktek Syariah Islam yang bisa halal diberlakukan bukanlah 
membedakan harganya tetapi halal untuk dijarah seperti menjarah toko2 Cina 
maupun toko2 non-Muslim seperti toko2 umat Hindu.

Artinya, kalo JK dan Mega sesumbar akan melaksanakan "ekonomi rakyat", maka 
artinya muslimin di Indonesia akan diberikan kesempatan untuk merebut dominasi 
ekonomi non-muslim melalui penjarahan, karena tentunya tidak mungkin bisa 
merebut dominasi perekonomian mereka yang non-muslim melalui persaingan yang 
fair.  Namun, meskipun kaum muslimin di Indonesia berhasil merampas dominasi 
ekonomi Indonesia dari mereka yang non-Muslim, hasilnya tetap akan lebih parah 
karena pemasaran luar negeri akan hancur dan produksi dalam negeri juga akan 
hancur sehingga pengangguran dan kerusakan ekonomi akan makin parah.

Oleh karena itu, kita bisa memahami bahwa pasaran dunia tidak akan menerima 
Mega dan JK ini sebagai pendukung pasar, keduanya sudah lama sebenarnya 
dimusuhi dan memusuhi pasar.  Artinya kedua orang ini akan ditolak dunia 
bisnis, apalagi Amerika yang selalu berjuang mempertahankan pasar bebas yang 
artinya bebas dari dominasi siapapun juga terutama tentunya bebas dari pengaruh 
para terrorist2 jihad Islam.

Memang kalo melihat sikap Amerika selama SBY menjadi presiden, ternyata banyak 
sekali permintaan SBY dikabulkan oleh Amerika.  Salah satunya pencabutan 
embargo senjata, yang lainnya adalah memberi kesempatan RI mengirimkan pasukan 
pengawas ke TimTeng.  Belum terhitung bantuan ekonomi dan bantuan bencana alam 
yang kalo dijumlah besarnya milyardan dollar yang diberikan dengan cuma2.

Lebih daripada itu, akibat sikap Amerika yang akrab dengan SBY, maka semua 
negara2 Asia mulai dari Cina, Jepang, Korsel, Thailand dan juga Australia 
menjadi ikut2an akrab dengan SBY.

Kalo dibandingkan dengan presiden2 sebelumnya, tidak ada satupun presiden2 itu 
mendapatkan response yang demikian akrabnya dengan Amerika seperti yang dialami 
oleh SBY.  Bahkan yang lebih mencengangkan adalah bahwa SBY berhasil mengundang 
Presiden Bush untuk mengunjungi Indonesia.

Hanya presiden Suharto dan presiden Sukarno yang dulu juga pernah akrab dengan 
Amerika meskipun tidak seakrab dengan SBY ini.  Namun kedua bekas presiden 
(Suharto & Sukarno) ini akhirnya justru dibenci Amerika bahkan disingkirkan 
dengan kekerasan melalui dukungan terhadap opposisi-nya didalam negeri.

Jadi kita cuma bisa membicarakan hanya kaitannya dengan stabilisasi ekonomi 
tanpa mencampur adukkan urusan politiknya.  Karena pada hakekatnya politik kita 
keluar negeri tidak signifikan, tidak ada yang bisa ditonjolkan dan serba gurem.

Megawati dan JK sudah sangat jelas, tidak mendapatkan simpati dari luar negeri. 
 Pertama karena Megawati terkenal korup, sedangkan JK terkenal pendukung 
terrorist Jihad Islam dan memaksakan syariah2 Islam dibanyak wilayah di 
Indonesia.  Jadi kalo Megawati atau JK berhasil jadi presiden, maka pasti 
ekonomi akan acak2an karena biar gimanapun kondisi ekonomi Indonesia sangat 
tergantung dari luar negeri.  Omong kosong dengan perekonomian kerakyatan 
karena istilah ekonomi kerakyatan sama sekali tidak ada definisinya yang jelas.

Ekonomi kerakyatan sebetulnya kamuflase dari ekonomi Syariah yang diketahui 
akan ditolak seluruh rakyat RI.  Agar ekonomi Syariah Islam ini bisa diterima 
rakyat, maka istilah ekonomi Syariah Islam ini digantinya dengan istilah 
"Ekonomi Kerakyatan".

Ekonomi Syariah Islam atau yang mereka sebut sebagai ekonomi kerakyatan itu 
adalah system mengatasi kekurangan ekonomi dengan penjarahan.  Dulu dizaman 
Muhammad, setiap muslim halal untuk merampok para pedagang Yahudi.  Namun di 
Indonesia tentu tidak ada pedagang yahudi tetapi sebagai gantinya adalah 
pedagang2 keturunan Cina.

Itulah sebabnya, dengan adanya istilah "ekonomi kerakyatan" maka pedagang2 
keturunan Cina ini menjadi resah gelisah dan mereka siap2 untuk menghindari 
penjarahan2 yang berulang dialami mereka.

Jelasnya, meskipun 80% mayoritas Indonesia ini beragama Islam, namun kegiatan 
perekonomian 90% dikuasai oleh mereka yang bukan Islam.  Oleh karena itu, mana 
mungkin ekonomi Syariah bisa memperbaiki perekonomian yang timpang ini tanpa 
menjarah mereka yang bukan Islam??  Yaaa....  ini cuma common sense saja.  
Megawati, Prabowo dan JK selalu ber-kaok2 bahwa mereka akan melepaskan 
Indonesia dari pengaruh dominasi ekonomi asing, lalu bagaimana caranya bisa 
mengeksport barang keluar negeri kalo mau bersikap anti-asing???

Untuk bisa mengeksport produksi Indonesia keluar negeri, maka semua jalur itu 
harus melalui mereka yang bukan Islam, karena dunia perdagangan Internasional 
bukan berada ditangan umat Islam, dan semua negara Islam didunia adalah cuma 
konsumen tidak ada yang jadi produsen.  Itulah sebabnya, omong kosong dengan 
ekonomi kerakyatan yang anti-asing karena pada dasarnya bukanlah ekonomi untuk 
rakyat melainkan memaksakan rakyat menerima Syariah Islam melalui kehancuran 
dan kerusakan ekonomi dengan asing sebagai kambing hitamnya untuk dijarah 
sesudahya.

Jadi tidak mungkin ekonomi bisa stabil apabila Mega atau JK jadi presiden, dan 
rakyat RI ini tahu bahwa hanya Amerika saja yang bisa diharapkan bantuannya, 
sedangkan semua yang menggunakan nama Islam hanyalah menambah penderitaan 
rakyat dan sesama muslim saja.  Saya sudah mendapatkan info bahwa semua umat 
Islam aliran Ahmadiah menolak JK dan Mega, jadi pilihannya tidak ada yang lain 
selain SBY.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke