Obama Harapkan Abbas Tumpas Hamas !!!
Niat Obama untuk membuka dialog persaudaraan dengan pemerintah Palestina
ternyata mengalami kegagalan. Padahal sudah disiapkan dana pembangunan untuk
Palestina sebesar $8 milyard dari sumbangan negara2 maju diseluruh dunia yang
diprakarsai oleh Hillary Clinton wapres Obama.
Abbas yang diharapkan berhasil mempersatukan Palestina ternyata gagal dan tidak
mampu untuk mempersatukan bangsanya sendiri karena Hamas tetap berkeras kepala
untuk mewujudkan negara Syariah Islam yang anti umat agama lain diluar Islam.
Wajar saja tidak ada satupun negara didunia ini yang bersimpati kepada niat
Hamas ini karena sudah menjadi pengetahuan umum bahwa negara Syariah adalah
negara Terorist.
Negara Syariah adalah negara yang melanggar HAM karena membedakan manusia
menjadi dua kelompok yaitu kelompok muslimin yang dihargai sebagai manusia yang
paling tinggi harkatnya dan kelompok bukan muslim yang direndahkan harkat
kemanusiaannya sebagai lebih rendah daripada binatang yang halal darahnya
ditumpahkan.
Syariah Islam tidak punya tempat berpijak didunia ini, karena selain melanggar
HAM juga akan selalu menimbulkan banyak korban2 yang jatuh baik mereka yang
bukan Islam maupun sesama Islam sendiri yang dituduhnya murtad. Negara Syariah
Islam ini selalu menimbulkan masalah kepada negara tetangga2nya dengan
mengalirkan banyaknya pengungsi2 yang menjadi korban2 Syariah itu sendiri.
Jadi tidak mungkin ada tawar menawar, sudah harga mati bahwa syariah Islam
adalah penegakkan kebiadaban yang melanggar nilai2 kemanusiaan, apalagi setiap
Syariah Islam dinegara satu juga berbeda dari Syariah Islam dinegara lainnya
dan masing2 akan saling memusnahkan karena dianggapnya Syariah Islam hanya
boleh ada satu versi saja yang dimilikinya yang paling benar.
Di Indonesia sendiri, mayoritas bangsa Indonesia menolak Syariah Islam, bukan
karena mereka Islam abangan, justru mereka sangat memahami Syariah Islam itu
sendiri, seperti Gus Dur yang juga adalah Doktor dan Professor study Islam,
juga Professor Nurcholis Majid menolak Syariah Islam yang dianggapnya tidak
cocok dengan budaya di Indonesia yang sopan santun dan saling menghormati.
Namun tokoh2 pendukung Syariah Islam di Indonesia menuduh Gus Dur dan Nurcholis
Majid sebagai bukan Islam dan menghalalkan keduanya untuk dibunuh. Tentu tidak
mungkin karena mayoritas Islam di Indonesia juga sama2 menolak Syariah Islam,
baik itu Islam santri ataupun Islam abangan sama2 anti-Syariah Islam. Tuduhan2
fitnah yang dilancarkan segelintir partai2 Islam gurem kepada mereka yang
menolak Syariah Islam sebagai islam liberal atau sebagai pendukung neolib sama
sekali tidak berpengaruh. Fitnah tetap fitnah dan tidak pernah fitnah itu
punya landasan berpijak untuk dijadikan kenyataan.
Untuk itu saya yakin, pasangan SBY-Budiono akan meneruskan berlanjut memimpin
dan membimbing bangsa dan negara ini dalam menegakkan keadilan dan kebenaran
tanpa membedakan agama kepercayaan masing2. Pemerintah RI akan terus mendukung
Abbas dan tetap menolak Hamas. Oleh karena itu NHW yang jelas2 menyelewengkan
policy pemerintah RI yang mendukung Abbas ini tidak akan dipakai lagi oleh SBY
dan copot kedudukannya sebagai ketua MPR yang selama ini disalah gunakannya
untuk memberi dukungan kepada Terrorist Hamas sehingga dia diusir pemerintah
Mesir.
Ny. Muslim binti Muskitawati.