Cina Pendukung Kuat Pasar Bebas Ternyata Bukan Neoliberal !!!
Memang kebanyakan umat Islam itu keblinger dibutakan mata dan pikirannya dari
kenyataan2 yang ada, mereka hanya menyantap fitnah dan kebohongan dari ulamanya
saja.
Ekonomi Syariah dikamuflase agar bisa diterima masyarakat Indonesia dengan
menamakannya sebagai "ekonomi rakyat", dilain pihak mereka yang menolak ekonomi
Syariah ini dinamakannya sebagai "Neoliberal". Dan mereka yang dianggapnya
penganut ekonomi neolib ini sebagai pendukung pasar bebas.
Padahal yang dinamakan pasar bebas itu adalah semua pasar yang berkembang
secara alamiah bukan dikontrol oleh jawara, bukan diatur oleh pemeras2, bukan
pasar yang diancam oleh terror2 penjarahan.
Cina adalah satu2nya negara didunia yang mendukung secara kuat dan mati2an
untuk mempertahankan pasar bebas. Bahkan Cina berusaha untuk diterima sebagai
anggauta dalam pasar bebas dunia ini karena para pendukung pasar bebas ini
adalah negara2 maju diseluruh dunia dan juga negara2 terkebelakang yang
berusaha memasarkan produksinya kepasaran bebas.
Satu2nya alasan kuat bagi Cina untuk menjadi anggauta pasar bebas adalah
"Memasarkan Produksi" negaranya agar bisa meningkatkan devisa negara yang
penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Pasar bebas itu artinya
memasarkan langsung hasil produksi kepasaran tanpa dipungli oleh para calo
tangan ketiga.
Jadi aneh kalo ada pemimpin di Indonesia yang menolak adanya pasar bebas, lalu
gimana mau memasarkan produksi bangsanya??? Ekonomi negara itu khan bisa
stabil dan maju memberi kesejahteraan rakyatnya apabila produksi rakyat itu
bisa dipasarkan dipasaran bebas bukan dipasarkan calo2 melalui Syariah Islam
yang tidak punya sumber pemasukan income bagi para pendukung2nya.
Pasar bebas itu pada hakekatnya membunuh calo, membunuh tengkulak, membunuh
mereka yang sebenarnya tidak mampu memproduksi tetapi mengambil keuntungan
melalui politik proteksi dengan cara mengutib pungli agar sang pemilik dagangan
cuma boleh memasarkan barang dagangannya melalui dirinya.
Ekonomi Syariah itu adalah mereka yang memusuhi pasar bebas karena ingin tetap
mengikat konsumen dan produsen sebagai sapi2 perahan mereka. Contoh sederhana,
semua pabrik makanan eksport seperti halnya Supermi dipaksa membayar pajak
untuk "makanan halal" sebelum di eksport, padahal dipasaran dunia ini kalo mau
memasang tanda "makanan halal" tidak perlu bayar, tidak perlu izin MUI, dan
para pembelinya tidak memperdulikan apakah benar halal atau tidak selama lolos
qualitas kesehatan yang tidak bisa diabaikan. Akibatnya hasil produksi
Indonesia menjadi lebih mahal dan sulit dipasarkan dipasaran bebas yang benar2
harus bersaing harga dan kualitas mutu produksinya. Contoh lainnya lagi adalah
semua mie instant produksi Jepang, Taiwan, Cina, dan Thailan ternyata bebas
masuk ke-negara2 Islam di Timur Tengah dengan menuliskan sebagai "makanan
halal" tanpa dipungut sepeserpun oleh instansi2 seperti MUI ini karena memang
di-negara2 seperti Cina, Taiwan, Thailand, jepang, maupun Korea tidak pernah
ada Instansi pemeras seperti MUI di Indonesia ini.
Ny. Muslim binti Muskitawati.