Setelah membaca tulisan hafsah salim semakin jelas buat saya bahwa ybs asal nulis asal bunyi, semakin banyak yg ditulis semakin nampak pameran bodohnya.... Anda kok bego amat...
Salam Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Hafsah Salim" <[email protected]> Date: Sun, 24 May 2009 00:33:11 To: <[email protected]> Subject: CiKEAS> Re: Megawati Kritik Dominasi Asing Ekonomi Rakyat = Ekonomi Syariah, Artinya Halal Menjarah Yang rajin meneriakkan slogan2 "Ekonomi Rakyat" itu hanyalah partai2 Islam gurem pendukung Syariah Islam. Mereka menganggap semua yang bukan Islam adalah "Neoliberal" yang haram dan harus dimusnahkan. Mereka mengganti istilah "Ekonomi Syariah" menjadi "Ekonomi Rakyat" se-mata2 untuk menyesatkan masyarakat yang secara mayoritas disadari menolak ekonomi Syariah ini karena penuh dengan penjarahan2 seperti yang dialami sesama umat Islam yang independent diluar MUI seperti halnya yang dialami umat Islam dari aliran Ahmadiah. Padahal semua kegiatan ekonomi itupun sebenarnya adalah kegiatan yang harus selalu melibatkan rakyat sebagai pasar, lalu kenapa harus dinamakan sebagai "ekonomi rakyat" ??? Tentu saja maksudnya beda karena yang dimaksudkan dengan "rakyat" disini adalah muslimin dan mereka yang bukan muslimin dianggapnya musuh rakyat yang halal untuk dijarah. Syariah Islam itu sendiri membedakan manusia dalam dua kelompok, yaitu kelompok muslimin dan mereka yang bukan muslimin. Kalo mau mempraktekkan Syariah Islam secara murni, maka akan seperti dizaman nabi Muhammad. Kalo anda kepasar membeli telor, maka harus menunjukkan ktp apakah anda itu Islam atau bukan Islam, kalo anda Islam maka harga telornya cuma Rp500, sebaliknya kalo anda bukan Islam maka harga telornya menjadi Rp5000. Begitulah system Syariah yang secara murni berlaku kalo berhasil ditegakkan. Masalahnya dizaman modern ini tidak mungkin bisa mempraktekkan Syariah Islam secara murni seperti dizaman nabi Muhammad, karena produksi dan perekonomian dunia maupun dalam negeri RI sendiri sama2 dikuasai oleh mereka yang bukan Islam sehingga praktek Syariah Islam yang bisa halal diberlakukan bukanlah membedakan harganya tetapi halal untuk dijarah seperti menjarah toko2 Cina maupun toko2 non-Muslim seperti toko2 umat Hindu. Artinya, kalo JK dan Mega sesumbar akan melaksanakan "ekonomi rakyat", maka artinya muslimin di Indonesia akan diberikan kesempatan untuk merebut dominasi ekonomi non-muslim melalui penjarahan, karena tentunya tidak mungkin bisa merebut dominasi perekonomian mereka yang non-muslim melalui persaingan yang fair. Namun, meskipun kaum muslimin di Indonesia berhasil merampas dominasi ekonomi Indonesia dari mereka yang non-Muslim, hasilnya tetap akan lebih parah karena pemasaran luar negeri akan hancur dan produksi dalam negeri juga akan hancur sehingga pengangguran dan kerusakan ekonomi akan makin parah. Oleh karena itu, kita bisa memahami bahwa pasaran dunia tidak akan menerima Mega dan JK ini sebagai pendukung pasar, keduanya sudah lama sebenarnya dimusuhi dan memusuhi pasar. Artinya kedua orang ini akan ditolak dunia bisnis, apalagi Amerika yang selalu berjuang mempertahankan pasar bebas yang artinya bebas dari dominasi siapapun juga terutama tentunya bebas dari pengaruh para terrorist2 jihad Islam. Memang kalo melihat sikap Amerika selama SBY menjadi presiden, ternyata banyak sekali permintaan SBY dikabulkan oleh Amerika. Salah satunya pencabutan embargo senjata, yang lainnya adalah memberi kesempatan RI mengirimkan pasukan pengawas ke TimTeng. Belum terhitung bantuan ekonomi dan bantuan bencana alam yang kalo dijumlah besarnya milyardan dollar yang diberikan dengan cuma2. Lebih daripada itu, akibat sikap Amerika yang akrab dengan SBY, maka semua negara2 Asia mulai dari Cina, Jepang, Korsel, Thailand dan juga Australia menjadi ikut2an akrab dengan SBY. Kalo dibandingkan dengan presiden2 sebelumnya, tidak ada satupun presiden2 itu mendapatkan response yang demikian akrabnya dengan Amerika seperti yang dialami oleh SBY. Bahkan yang lebih mencengangkan adalah bahwa SBY berhasil mengundang Presiden Bush untuk mengunjungi Indonesia. Hanya presiden Suharto dan presiden Sukarno yang dulu juga pernah akrab dengan Amerika meskipun tidak seakrab dengan SBY ini. Namun kedua bekas presiden (Suharto & Sukarno) ini akhirnya justru dibenci Amerika bahkan disingkirkan dengan kekerasan melalui dukungan terhadap opposisi-nya didalam negeri. Jadi kita cuma bisa membicarakan hanya kaitannya dengan stabilisasi ekonomi tanpa mencampur adukkan urusan politiknya. Karena pada hakekatnya politik kita keluar negeri tidak signifikan, tidak ada yang bisa ditonjolkan dan serba gurem. Megawati dan JK sudah sangat jelas, tidak mendapatkan simpati dari luar negeri. Pertama karena Megawati terkenal korup, sedangkan JK terkenal pendukung terrorist Jihad Islam dan memaksakan syariah2 Islam dibanyak wilayah di Indonesia. Jadi kalo Megawati atau JK berhasil jadi presiden, maka pasti ekonomi akan acak2an karena biar gimanapun kondisi ekonomi Indonesia sangat tergantung dari luar negeri. Omong kosong dengan perekonomian kerakyatan karena istilah ekonomi kerakyatan sama sekali tidak ada definisinya yang jelas. Ekonomi kerakyatan sebetulnya kamuflase dari ekonomi Syariah yang diketahui akan ditolak seluruh rakyat RI. Agar ekonomi Syariah Islam ini bisa diterima rakyat, maka istilah ekonomi Syariah Islam ini digantinya dengan istilah "Ekonomi Kerakyatan". Ekonomi Syariah Islam atau yang mereka sebut sebagai ekonomi kerakyatan itu adalah system mengatasi kekurangan ekonomi dengan penjarahan. Dulu dizaman Muhammad, setiap muslim halal untuk merampok para pedagang Yahudi. Namun di Indonesia tentu tidak ada pedagang yahudi tetapi sebagai gantinya adalah pedagang2 keturunan Cina. Itulah sebabnya, dengan adanya istilah "ekonomi kerakyatan" maka pedagang2 keturunan Cina ini menjadi resah gelisah dan mereka siap2 untuk menghindari penjarahan2 yang berulang dialami mereka. Jelasnya, meskipun 80% mayoritas Indonesia ini beragama Islam, namun kegiatan perekonomian 90% dikuasai oleh mereka yang bukan Islam. Oleh karena itu, mana mungkin ekonomi Syariah bisa memperbaiki perekonomian yang timpang ini tanpa menjarah mereka yang bukan Islam?? Yaaa.... ini cuma common sense saja. Megawati, Prabowo dan JK selalu ber-kaok2 bahwa mereka akan melepaskan Indonesia dari pengaruh dominasi ekonomi asing, lalu bagaimana caranya bisa mengeksport barang keluar negeri kalo mau bersikap anti-asing??? Untuk bisa mengeksport produksi Indonesia keluar negeri, maka semua jalur itu harus melalui mereka yang bukan Islam, karena dunia perdagangan Internasional bukan berada ditangan umat Islam, dan semua negara Islam didunia adalah cuma konsumen tidak ada yang jadi produsen. Itulah sebabnya, omong kosong dengan ekonomi kerakyatan yang anti-asing karena pada dasarnya bukanlah ekonomi untuk rakyat melainkan memaksakan rakyat menerima Syariah Islam melalui kehancuran dan kerusakan ekonomi dengan asing sebagai kambing hitamnya untuk dijarah sesudahya. Jadi tidak mungkin ekonomi bisa stabil apabila Mega atau JK jadi presiden, dan rakyat RI ini tahu bahwa hanya Amerika saja yang bisa diharapkan bantuannya, sedangkan semua yang menggunakan nama Islam hanyalah menambah penderitaan rakyat dan sesama muslim saja. Saya sudah mendapatkan info bahwa semua umat Islam aliran Ahmadiah menolak JK dan Mega, jadi pilihannya tidak ada yang lain selain SBY. Ny. Muslim binti Muskitawati.
