Transaksi Domestik Juga Harus Ditopang Import !!!
Enggak benar pendapat para ahli ekonomi di Indonesia bahwa transaksi domestik
berhasil menangkal krisis Global. Bahkan bibit padi dan pupuk2nya sekalipun
berasal dari import. Soal berbohong dan membohongi rakyat oleh penguasa atau
pemerintah di Indonesia sudah bukan lagi rahasia, sejak pertama kali merdeka
sekalipun para pemimpinnya sudah biasa rajin membohongi rakyatnya. Apalagi
kebohongan2 ini ditunjang oleh agama kepercayaan mayoritas yang rajin menekuni
"AlTaqya".
Tapi memang kebohongan2 ini hanyalah untuk konsumsi dalam negeri saja sehingga
tak mengganggu negara tetangga apalagi dunia Internasional. Semua negara juga
memahami bahwa kebohongan2 ini sangat dibutuhkan rakyat Indoensia untuk menjaga
stabilitas politik, ekonomi, dan community.
> "selarasmilis" <selarasmi...@...> wrote:
> RI mengalami blessing in disguise...
> hal ini karena PDB RI adalah kebanyakan
> transaksi nasional atau dalam negeri...
> selama ini kegiatan ekonomi RI adalah
> transaksi domestik, dan transaksi expornya
> tidak menyumbang besar dalam PDB RI,
> sehingga ketika krisis global RI masih
> mengalami pertumbuhan surplus...
>
Memang begitu cara pemerintah menanamkan pandangan kepada rakyatnya, namun
kesemuanya itu bohong, sama sekali tidak ada kebenarannya sama sekali.
Meskipun semua transaksi ekonomi di Indonesia didominasi oleh kegiatan
domestik, namun satu hal yang anda lupakan, kesemua transaksi ekonomi yang
berlangsung di Indonesia itu sangat bergantung kepada teknologi import.
Anda tidak menyebut bantuan Amerika dibawah tangan yang milyardan dollar yang
tidak diberitakan oleh SBY. Anda tidak menyebutkan bantuan Amerika melalui
kamuflase bantuan bencana Alam itu tidak diaudit melalui auditor negara.
Kesemuanya tertutup rahasianya, baru ketahuan kalo nantinya terjadi bencana
ekonomi seperti yang terjadi dizaman Suharto. Bukankah Suharto juga menutupi
semua kecurangan2 yang dilakukannya???
Coba anda terangkan, bagaimana membangun mesjid atau membangun jembatan tanpa
adanya semen??? Semua pabrik semen di Indonesia mendapatkan bahan2 onderdil
mesin2nya maupun bahan2 kimianya 100% dari Amerika, tidak ada negara lain
selain Amerika yang memiliki produksi semen yang berkualitas tinggi didunia
ini. Coba anda baca, jarum pentul yang anda gunakan dan juga yang digunakan
tukang jahit itu buatan negara mana, pasti bukan buatan Indonesia karena
Krakatau Steel sendiri memproduksi baja dan besi itu dengan mengimport mesin2
dan segala teknologinya juga dari Amerika dan Jerman. Yaaaa.... jangan lupa
dengan siaran TV dan koran2, semuanya mesin2 dan teknologinya 100% diimport
dari luar negeri.
Jangan tanyakan lagi mengenai obat2an, hingga obat gosok juga bahan2nya berasal
dari import karena negara kita meskipun berlimpah hasil alamnya tetapi tidak
ada yang sanggup menguasai teknologinya.
Yang udah produksi dalam negeri hanyalah terror2 Syariah Islam, meskipun
asalnya import namun pelaku2nya 100% aseli Indonesia, dan korban2nya sesama
muslim dari aliran yang bukan aliran si penterror juga 100% aseli produksi
Indonesia.
Lalu darimana anda berkesimpulan bahwa Indonesia berhasil menghadapi krisis
ekonomi didunia ini??? Kalo disupport Amerika dari bawah tangan, janganlah
dinamakan berhasil, karena Suharto juga dulu berhasil seperti begitu cara2nya.
Anda jangan kaget kalo nantinya tahu bahwa gaji para anggauta2 DPR/MPR, dan
semua pejabat2 negara RI termasuk presiden RI itu berasal dari Amerika !!!!
Tanpa Amerika, Indonesia sudah lama collapse. Ingat, dizaman Sukarno jadi
presiden dibawah tahun 1960-an, sama saja, Indonesia juga makmur. Tapi apa
yang terjadi ditahun 1964-1965, hanya kurang dari setahun saja Marshal Green
diangkat jadi Dubes dijakarta, ekonomi Indonesia collapse, satu liter beras
sama harganya dengan satu kambing, tidak ada beras, tidak ada minyak goreng,
tidak ada tekstil. Jangan lupa, Indonesia itu kayak penjara, pulau2nya
terkepung air laut, sekali distop semua bahan2 kehidupan, maka darimana bisa
mahluk diatas pulau2 itu mempertahankan kehidupannya ???? Bahkan air bersih
sekalipun teknologinya import dari Amerika. Jangan juga dilupakan, lihatlah
sekeliling Indonesia, semua tetangga2 itu adalah kaki tangan Amerika yang
paling setia yang tidak mungkin mau loyal membantu Indonesia.
Ny. Muslim binti Muskitawati.