wow ada yang nafsu ama mba mustikawati....orang baru yah mas..haha..
________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, May 25, 2009 8:48:13 AM Subject: Re: CiKEAS> Transaksi Domestik Juga Harus Ditopang Import !!! Hafsah salim anda kok bego amat, anak siapa sih elo, pasti kerjanya menjilat pantat.... Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: "Hafsah Salim" Date: Mon, 25 May 2009 01:37:56 -0000 To: <cik...@yahoogroups. com> Subject: CiKEAS> Transaksi Domestik Juga Harus Ditopang Import !!! Transaksi Domestik Juga Harus Ditopang Import !!! Enggak benar pendapat para ahli ekonomi di Indonesia bahwa transaksi domestik berhasil menangkal krisis Global. Bahkan bibit padi dan pupuk2nya sekalipun berasal dari import. Soal berbohong dan membohongi rakyat oleh penguasa atau pemerintah di Indonesia sudah bukan lagi rahasia, sejak pertama kali merdeka sekalipun para pemimpinnya sudah biasa rajin membohongi rakyatnya. Apalagi kebohongan2 ini ditunjang oleh agama kepercayaan mayoritas yang rajin menekuni "AlTaqya". Tapi memang kebohongan2 ini hanyalah untuk konsumsi dalam negeri saja sehingga tak mengganggu negara tetangga apalagi dunia Internasional. Semua negara juga memahami bahwa kebohongan2 ini sangat dibutuhkan rakyat Indoensia untuk menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan community. > "selarasmilis" <selarasmilis@ ...> wrote: > RI mengalami blessing in disguise... > hal ini karena PDB RI adalah kebanyakan > transaksi nasional atau dalam negeri... > selama ini kegiatan ekonomi RI adalah > transaksi domestik, dan transaksi expornya > tidak menyumbang besar dalam PDB RI, > sehingga ketika krisis global RI masih > mengalami pertumbuhan surplus... > Memang begitu cara pemerintah menanamkan pandangan kepada rakyatnya, namun kesemuanya itu bohong, sama sekali tidak ada kebenarannya sama sekali. Meskipun semua transaksi ekonomi di Indonesia didominasi oleh kegiatan domestik, namun satu hal yang anda lupakan, kesemua transaksi ekonomi yang berlangsung di Indonesia itu sangat bergantung kepada teknologi import. Anda tidak menyebut bantuan Amerika dibawah tangan yang milyardan dollar yang tidak diberitakan oleh SBY. Anda tidak menyebutkan bantuan Amerika melalui kamuflase bantuan bencana Alam itu tidak diaudit melalui auditor negara. Kesemuanya tertutup rahasianya, baru ketahuan kalo nantinya terjadi bencana ekonomi seperti yang terjadi dizaman Suharto. Bukankah Suharto juga menutupi semua kecurangan2 yang dilakukannya? ?? Coba anda terangkan, bagaimana membangun mesjid atau membangun jembatan tanpa adanya semen??? Semua pabrik semen di Indonesia mendapatkan bahan2 onderdil mesin2nya maupun bahan2 kimianya 100% dari Amerika, tidak ada negara lain selain Amerika yang memiliki produksi semen yang berkualitas tinggi didunia ini. Coba anda baca, jarum pentul yang anda gunakan dan juga yang digunakan tukang jahit itu buatan negara mana, pasti bukan buatan Indonesia karena Krakatau Steel sendiri memproduksi baja dan besi itu dengan mengimport mesin2 dan segala teknologinya juga dari Amerika dan Jerman. Yaaaa.... jangan lupa dengan siaran TV dan koran2, semuanya mesin2 dan teknologinya 100% diimport dari luar negeri. Jangan tanyakan lagi mengenai obat2an, hingga obat gosok juga bahan2nya berasal dari import karena negara kita meskipun berlimpah hasil alamnya tetapi tidak ada yang sanggup menguasai teknologinya. Yang udah produksi dalam negeri hanyalah terror2 Syariah Islam, meskipun asalnya import namun pelaku2nya 100% aseli Indonesia, dan korban2nya sesama muslim dari aliran yang bukan aliran si penterror juga 100% aseli produksi Indonesia. Lalu darimana anda berkesimpulan bahwa Indonesia berhasil menghadapi krisis ekonomi didunia ini??? Kalo disupport Amerika dari bawah tangan, janganlah dinamakan berhasil, karena Suharto juga dulu berhasil seperti begitu cara2nya. Anda jangan kaget kalo nantinya tahu bahwa gaji para anggauta2 DPR/MPR, dan semua pejabat2 negara RI termasuk presiden RI itu berasal dari Amerika !!!! Tanpa Amerika, Indonesia sudah lama collapse. Ingat, dizaman Sukarno jadi presiden dibawah tahun 1960-an, sama saja, Indonesia juga makmur. Tapi apa yang terjadi ditahun 1964-1965, hanya kurang dari setahun saja Marshal Green diangkat jadi Dubes dijakarta, ekonomi Indonesia collapse, satu liter beras sama harganya dengan satu kambing, tidak ada beras, tidak ada minyak goreng, tidak ada tekstil. Jangan lupa, Indonesia itu kayak penjara, pulau2nya terkepung air laut, sekali distop semua bahan2 kehidupan, maka darimana bisa mahluk diatas pulau2 itu mempertahankan kehidupannya ???? Bahkan air bersih sekalipun teknologinya import dari Amerika. Jangan juga dilupakan, lihatlah sekeliling Indonesia, semua tetangga2 itu adalah kaki tangan Amerika yang paling setia yang tidak mungkin mau loyal membantu Indonesia. Ny. Muslim binti Muskitawati.
