Kebanyakan Koruptor Mendukung SBY Agar Kasusnya Dipeti-Es kan !!!
Yang namanya akrobat politik kadang2 susah diduga, karena biarpun berpihak
kepada opposisi, kadang kala tetap harus mendukungnya dan berpihak kepada yang
tadinya ditentangnya itu untuk mempertahankan posisinya sendiri.
Kasus MenKes yang kasusnya sedang diproses oleh Team Pemberantasan Korupsi ini
memaksa MenKes yang tuna ilmu kedokteran ini untuk berpihak mendukung
pencalonan SBY kembali jadi presiden, karena mau menentangnya juga percuma cuma
merugikan dirinya sendiri.
Sikap MenKes seperti itu bukan tidak pakai perhitungan, justru dia sendirilah
yang sangat yakin kalo cuma SBY inilah yang pasti didukung rakyat banyak bukan
JK ataupun Mega.
Hadi Jalal adalah legislatif dari PAN yang juga baru2 ini dipenjarakan karena
tertangkap basah menerima uang sogok dari pengusaha. Akibatnya si Amien Rais
mati2an berusaha melepaskan diri terkait dengan si Hadi Jalal yang justru dia
sendiri yang mencalonkan Hadi Jalal untuk membiayai operasional parta PAN ini.
Tidak beda dengan MenKes yang juga didukung PAN dan PKS yang berkoalisi dengan
PD untuk meminta jatah posisi basah kepada SBY. Kalo Hadi Jalal tertangkap
basah, maka MenKes ini belum tertangkap karena baru terbukti dana DepKes raib
ditangan SekJen DepKes yang diangkat oleh MenKes-nya sendiri. SekJen DepKes
ini memang sudah dipenjara, permasalahannya justru memang memalukan yaitu
membeli obat2 untuk puskesmas yang isinya cuma separoh dosis bahkan ada obat
yang isinya cuma tepung tetapi harus dibayar mahal oleh negara.
Sang MenKes selalu bersikap religious, muslimah sejati, dan korupsi bukan demi
dirinya tapi demi Allah dan Islam sehingga tidak menganggap dirinya korupsi.
Namun karena sudah ditangani team pemberantasan korupsi, mau tidak mau harus
menangkalnya sebelum mengalami nasib seperti Hadi Jalal tentunya.
> "rx" <r...@...> wrote:
> Yth Bu Hafsah,
> bagaimana pendapat ibu mengenai
> bu Menkes yang menjadi pendukung
> utama SBY dengan gerakan pro-sby nya?
> beliau kan anti neo-lib sedangkan
> Pak Boediyono kabarnya pendukung....
> apa mau nurut nih sama wapres? bukannya
> ibu yang satu ini suka asbun dan
> asal-asalan? makasih.... salam,
Gerakan pro-sby itu khan bisa pura2, sama seperti Irene Handono pura2 tertarik
agama Islam dan keluar dari katolik masuk Islam untuk keuntungan berlimpah
ruah. Di Indonesia si Irene itu rajin shalat, tetapi waktu urus bisnis di
Singapore para ikhwanul muslimin yang selalu mencurigai sesama muslim
menyaksikan bahwa si Irene ini shalat diGereja Katolik disana, bisa dibayangin
betapa shocknya mereka itu padahal sudah kebablasan dipropagandakan dalam
dakwah2 bahwa si Irene memilih Islam sebagai agama yang paling benar. Lhoo....
kalo si Irene yang baru saja masuk Islam bisa belajar Islam begitu cepat,
apalagi MenKes yang sudah sejak lahir belajar AlTaqya sehingga apa susahnya
untuk pura2 mendukung SBY agar jangan dipenjarakan seperti si Hadi Jalal ini????
SBY juga pasti enggak goblok2 banget, mana mau kabinet dibawah pimpinannya
di-aduk2 dengan koruptor2 seperti si Hadi Jalal maupun si MenKes ini???
Memang, sekarang ini si MenKes masih selamat, tetapi pergolakan akrobatik
politik di Indonesia khan bisa terbolak balik, tergantung saja kepada pandangan
situasi politik oleh SBY, kalo memang diperlukan maka si MenKes memang bisa
diselamatkan, tapi kalo posisi si MenKes kurang kuat backing partai politiknya,
maka ambrol-lah dia masuk kepenjara. Apalagi dunia politik itu adalah dunia
persaingan, jadi selain sulit diduga, juga tetap kemungkinan si MenKes diciduk
itu sangat besar karena SBY sama sekali tidak membutuhkan dukungan MenKes, tak
membutuhkan dukungan PAN, tidak membutuhkan dukungan PKS. Artinya, meskipun si
MenKes ini diciduk dan dipenjarakan, pasti PAN dan PKS tetap mendukung SBY demi
posisi2 lain yang menjadi lahan pemasukan PAN dan PKS.
Memang kalo membandingkan PAN, PKS dengan PDIP dan Golkar atau Gerindra jauh
sekali bedanya. PAN dan PKS itu khan partai agama Islam, dana operasional
partainya bukan dari bisnis karena Islam tidak mengajarkan cara2 bisnis
meskipun keluarga Muhammad termasuk keluarga bisnis, namun Muhammad sendiri
cuma pegawainya, isterinyalah yang seorang bisnis woman. Lalu gimana bisa
partai2 Islam ini beroperasi kalo tidak punya lahan bisnis, maka satu2nya lahan
adalah KORUPSI, dan inilah yang sekarang sedang menggerogoti kabinet SBY yang
terikat koalisi partai2 Islam itu.
Agak berbeda dengan PDIP, Gerindra, Golkar, maupun PD, kesemuanya ini justru
punya lahan bisnis sendiri. contohnya pabrik Indomie, pabrik mobil, dan banyak
pabrik2 lainnya merupakan lahan Golkar dan PDIP. Akibatnya baik Golkar maupun
PDIP tidak takut untuk beroposisi dengan SBY maupun pemerintahannya, dana
operasional tetap lancar.
Lain lagi dengan PAN, PKB dan PKS, mereka ini khan menggunakan politik koalisi
sehingga bisa masuk ke pemerintahan mengauasai MUI dengan fatwa2nya. Hasilnya
milyardan didapatkan partai2 Islam dari MUI hasil memeras pabrik2 maupun
perusahaan2 makanan untuk stiker halal yang harganya mencekik leher pengusaha
selama ini. Bukan cuma pabrik makanan saja, tapi juga pabrik elektronik,
pabrik mobil yang tak ada kaitan dengan makanan halalpun diperas untuk
sertifikat lingkungan kerja Islamiah.
Akibat kondisi2 seperti inilah, baik Golkar, PDIP, maupun PD akhirnya gerah
juga karena supply mereka dari perusahaan2 yang menjadi lahannya dicaplok oleh
MUI ini. Dari hari kehari cara2 MUI memeras dengan berbagai fatwa2 ini makin
beringas, yang bahkan menyebabkan gontok2an orang dalam MUI sendiri. Belum
lagi dana Haji yang diperas dari sesama umat Islam sendiri. Wajar kalo
akhirnya partai2 seperti Golkar, PDIP, PD dan para pendukungnya akhirnya
berusaha menggembosi partai2 Islam ini yang sebelumnya di-bujuk2i untuk masuk
Koalisi mereka. Hasilnya memang senjata makan tuan. Golkar jadi kacau balau
secara internal karena disusupi Syariah Islam dan perusahaan mereka digembosi
dengan berbagai kewajiban2 Syariah Islam itu sendiri. PDIP juga sama, secara
internal sudah hancur lebur dikuasai virus2 Syariah ini. Dan virus2 Syariah
ini bukan cuma menyerang organisasi partainya saja tetapi juga sumber2 keuangan
mereka bahkan dirampok habis2an. Berita2 ini memang tidak tersebar keluar,
tapi dari tulisan2 saya ini anda bisa kira2 menduganya apa yang sebenarnya
terjadi didalam perpolitikan di Indonesia dimana para pendukung Syariah Islam
pada mulanya se-olah2 naik daun mendadak sekarang ini bagaikan tersapu badai
yang tidak terlihat.
Marilah kita tunggu sampai SBY menjadi resmi terpilih lagi, apa yang akan
terjadi mungkin menjadi lebih menarik untuk kita ikuti. Yang penting anda
pahami dalam berpolitik itu adalah, bahwa mereka yang mendukung belum tentu
mendukung, dan mereka yang beropposisi juga belum tentu beropposisi, semua
tindakan bisa mengelabui pendapat umum masyarakat.
Ny. Muslim binti Muskitawati.