Baguslah.......ini berarti kasus Penggelembungan, Pengurangan DPT, di Pilgub Jatim, Pileg pasti akan segera disidik dengan benar, dan juga Soft CoPy DPT Pilres akan segera di bagikan
--- On Fri, 6/12/09, sunny <[email protected]> wrote: From: sunny <[email protected]> Subject: CiKEAS> SBY: Haram Mencampuri KPU To: [email protected] Date: Friday, June 12, 2009, 1:13 PM Refleksi : Sekarang banyak orang termasuk institusi negara main mengharam-haramkan. Kapan ada halal-halalnya? http://www.republik a.co.id/berita/ 56026/SBY_ Haram_Mencampuri _KPU SBY: Haram Mencampuri KPU By Republika Newsroom Jumat, 12 Juni 2009 pukul 16:21:00 DETIK MALANG--Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menolak tudingan yang menyebut, bahwa pemerintah ikut mempengaruhi kebijakan yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia mengutarakan, dalam kampanye damai yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa hari lalu, disampaikan mengenai aturan-aturan dalam kampanye dan SBY pun berkomitmen untuk menaati aturan tersebut. "Namun ada juga yang belum-belum sudah buruk sangka. Katanya pemerintah mencampuri KPU. Saya tegaskan, haram hukumnya bagi kami melakukan itu," kata SBY saat berkampanye di GOR Ken Arok, Malang, Jumat (12/6) yang dihadiri ribuan simpatisannya. Karena itu Yudhoyono mengajak semua pasangan capres dan cawapres untuk betul-betul mewujudkan janji mentaati aturan kampanye dan beretika politik. Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat. SBY menilai masyarakat telah dewasa dalam berpolitik. Dalam pelaksanaan pemilu legislatif yang lalu, kata dia, masyarakat Indonesia dapat menunjukkan sikap yang tidak saling menjelekkan atau menghina hanya karena perbedaan politik. "Rakyat Indonesia semakin dewasa dalam berdemokrasi. Kami tokoh politik perlu belajar dan mencontoh pada rakyat yang memiliki etika politik yang baik," kata SBY. Ia menambahkan masih banyak perilaku para elit politik yang cenderung merugikan pihak lain dan tidak sesuai dengan etika politik. "Ini bukan janji dan angan-angan, bukan angin surga, yang saya katakan adalah apa yang pemerintah sedang jalankan. Bukan juga angan-angan dan janji yang dulu tidak dilaksanakan oleh mereka yang dulu secara sejarah punya kesempatan melaksanakan tapi tidak terlaksana," ujarnya. ant/rif
