Refleksi: "To be rich is glorious"; no matter by hooks or crooks? "Sistem ekonomi kerakyatan bukan berarti akan menyingkirkan para orang kaya", dengan lain kata terkandung pesan yang telah kaya akan lebih kaya lagi. Bukankah begitu prinsipnya?
http://pemilu.detiknews.com/read/2009/06/13/154514/1147361/700/prabowo-to-be-rich-is-glorious Sabtu, 13/06/2009 15:45 WIB Prabowo: To Be Rich is Glorious Laurencius Simanjuntak - detikPemilu dok detikcom Jakarta - Sistem ekonomi kerakyatan bukan berarti akan menyingkirkan para orang kaya. Menjadi kaya adalah tujuan pembangunan bangsa. "To be rich is glorious. Tujuan pembangunan bangsa adalah untuk menciptakan banyak orang kaya," kata Prabowo dalam tatap muka dan dialog bersama Forum Demokrasi Kebangsaan Masyarakat Tionghoa, di Restoran Nelayan, Sabtu (13/6/2009). Menurut Prabowo, hal itu juga ditulis dalam buku almarhum ayahnya Soemitro Djojohadikusumo yang adalah begawan ekonomi. Ia menjelaskan, ekononomi kerakyatan tidaklah anti orang kaya. Ekonomi kerakyatan adalah ekonomi yang memberi manfaat bagi seluas-luasnya kemakmuran rakyat. "Ini bukan hal baru. Tapi yang diamanatkan UUD 1945," jelas capres terkaya dengan harta Rp 1,7 triliun ini. Prabowo menerangkan, sistem ekonomi kerakyatan tetap mengambil nilai-nilai positif dalam sistem ekonomi kapitalisme seperti kebebasan dan hak milik pribadi. Ekonomi kerakyatan, menurut Prabowo juga tidak menganut sistem sosialisme murni dengan intervensi mutlak negara terhadap rakyatnya. "Kita ambil yang baik-baiknya," tandasnya.
<<prabowomegadalam.jpg>>
