http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=69643
Depo Pertamina Makassar meledak, 3 orang terbakar
Tanggal : 13 Jun 2009
Sumber : Harian Terbit
MAKASSAR - Depo Pertamina Makassar di Jalan Soekarno Hatta, Makassar, Sabtu
pagi sekitar pk 08.45 Wita (7.45 Wib), meledak. Hingga saat ini belum jelas
berapa kilang yang terbakar dan penyebabnya. Dilaporkan, api membakar instalasi
pengisian gas elpiji, menghanguskan sejumlah mobil elpiji, dan membakar tiga
karyawan.
Kepala Kepolisian Resor pelabuhan, Makassar Ajun Komisaris Sri Rejeki, api
berasal dari lokasi pengisian gas elpiji ke mobil tanki. "Api membakar
instalasi pengisian gas. Sempat terdengar bebe-rapa kali ledakan," kata Sri
kepada pers, Sabtu pagi.
Sampai berita ini diturunkan, sekitar 30 mobil pema-dam kebakaran sedang
berusaha memadamkan api. Sementara para karyawan pertamina juga melakukan
langkah antisipasi, mencegah api menjalar. Mereka juga tampak mengamankan
barang-barang berharga di kantor.
Berapa korban jiwa juga belum jelas. Informasi yang diperoleh dilapangan, ada
tiga karyawan yang dilarikan ke rumah sakit TNI AL Satando Makassar. Belum
jelas kondisi ketiga korban tersebut. Bahkan, disebut-sebut ada korban tewas
dalam peristiwa itu.
Juru bicara Pertamina Pusat Basuki Trikora Putra dihubungi terpisah mengakui
kejadian tersebut. Dia mengatakan akibat kebakaran itu instalasi tempat
pengisian elpiji mengalami kerusakan.
"Sampai saat ini apakah ada korban dalam peristiwa itu sedang diselidiki,
begitu juga dengan berapa besar kerugian yang diderita Pertamina," kata Basuki.
Sementara itu, petugas SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian Polres KP3 Makasar,
Brigadir Chairul mengatakan api membakar isntalasi elpiji itu sekitar 1 jam.
Puluhan mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Belum diketahui apakah ada yang meninggal atau luka bakar dalam peristiwa
kebakaran tersebut.
Petugas Pertamina Makassar, Rosmini mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi
untuk menentukan langkah-langkah terkait peristiwa kebakaran, dan saat ini
pihaknya fokus memadamkan api. Hingga kini, Pertamina belum bisa mengungkap apa
penyebab kebakaran tersebut.
Kebakaran sebelumnya menimpa Depo Plumpang pada Minggu 18 Januari 2009.
Kebakaran itu menimpa tanki raksasa yang terbesar dan modern. Kebakaran
disebabkan oleh tekanan dari dalam tangki yang tidak mampu diantisipasi oleh
sistem pengamanan tangki.
Api di Plumpang baru bisa dipadamkan pada Senin, 19 Januari 2009, sekitar pukul
06.00 WIB. Depo Plumpang adalah pusat suplai bahan bakar untuk wilayah
Jabodetabek dan sekitarnya. Satu orang tewas dalam musibah kebakaran ini, yakni
Zaenuddin (25) yang merupakan petugas satuan pengamanan Pertamina.
Depo Pertamina Biak juga pernah mengalami kebakaran di malam jelang pelaksanaan
pemilu legislatif pada Rabu 8 April 2009 sekitar pukul 22.15 waktu setempat.
Kebakaran juga menimpa 16 rumah yang ada di sekitar depo. (lam/lop)