Benarkah Amerika Memalsukan Quran ???
Memang dunia muslimin selalu dikobari api kebencian, dendam, dan membalasnya
kepada siapapun baik sesama muslim maupun mereka yang bukan muslim. Yang
penting membalasnya, akibatnya semua yang muslim ketakutan, apalagi yang bukan
muslim. Inipun berakibat kepada mahasiswa Indonesia yang kuliah agama Islam di
Al-Azhar Cairo. Mereka ditangkap polisi gara2 dituduh kelompok terrorist,
gara2 ada satu temannya yang diketahui teman dari terrorist yang sudah
ditangkap polisi. Mereka menyangkal ikut2an, dan temannya yang dicari sudah
melarikan diri dan mereka katanya tidak tahu dimana keberadaannya. Padahal
Syariah Islam itu mengajarkan bahwa sesama muslimin harus saling melindungi,
akibatnya polisi Mesir yang juga beragama Islam tahu kalo mereka pura2 tidak
tahu karena saling melindungi, apalagi mereka dan polisinya juga sama2 Islam
sehingga halal kalo mahasiswa Indonesia ini disiksa dulu sebelum diambil
pengakuannya. Jadilah mahasiswa Indonesia yang bermimpi menjadi muslimin yang
kaffah ini korban siksaan, kemaluannya dilistrik, disundut api, dan berbagai
siksaan2 lain yang tidak seharusnya dilakukan kepada sesama manusia, tetapi
harus dilakukan terhadap sesama Islam.
Berita diatas ini hanyalah satu dari jutaan contoh bagaimana kehidupan dunia
muslimin memang penuh semangat yang berkobar bak api yang me-nyala2, yaitu
semangat kebencian untuk saling membenci, saling mencurigai, dan saling
memusuhi yang kesemuanya itu kemudian dibungkus menjadi satu berupa
persaudaraan Islamiah Ikhwanul Muslimin.
Disatu pihak kegiatan kaum muslimin adalah berdakwah untuk menambah jumlah
umat, tapi dilain pihak juga berkewajiban menyingkirkan sesama muslimin yang
dituduhnya merusak akidah, dituduhnya sebagai murtad.
Demikianlah, dalam berdakwah ada satu keyakinan yang sering ditekankan kepada
sesama umat maupun kepada bukan umat maupun kepada musuh2 Islam, bahwa:
"AL-Quran tidak mungkin dipalsukan"
Tetapi dalam mengobarkan api kebencian, mereka juga melakukan dakwah tuduhan
bahwa: "Amerika memalsukan Al-Quran".
Entah gimana pikirannya, disatu saat bilang "Quran tidak bisa dipalsukan", tapi
juga menuduh "Amerika bisa memalsukan Quran".
Kemudian setelah diklarifikasi, maka yang dimaksud Quran yang dipalsukan oleh
Amerika itu adalah Al-Furqan. Padahal Al-Furqan itu jelas namanya dan judulnya
beda dari Al-Quran, bahkan isinyapun tidak sama. Judul dan isi yang tak sama
ini tidak seharusnya bernama pemalsuan, lebih2 lagi belum pernah ada Al-Furqan
yang dicetak di Amerika sehingga gimana bisa malah Amerika yang dituduh
memalsukannya? Namun inilah contoh kalo dunia muslimin memang merupakan dunia
kebencian, tak perlu benar yang penting adalah kebencian bisa selalu berkobar
meskipun fitnah asal kepada mereka yang bukan Islam tentunya halal.
Ini harusnya jadi bahan perenungan, bahan pemikiran kaum ulama untuk
menciptakan jiwa muslimin yang damai bebas dari kebencian sesamanya maupun
mereka yang tidak sama. Karena Amerika adalah negara bukan mewakili umat
beragama apapun juga melainkan negara yang melindungi semua umat manusia tanpa
membedakan agamanya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.