Serba Serbi Kesalahan !!!
                                                     
Negara kita selalu berkecenderungan menyalahkan bangsa lain untuk kesalahan2 
yang kita lakukan.

Men-cari2 jalan keluar untuk mengatasi pengangguran, men-cari2 ide baru untuk 
membuka lapangan pekerjaan, .....  kesemuanya ini butuh modal tapi negara tak 
sanggup menyediakan modal yang bisa dijadikan modal hanyalah tambang dan hasil 
alamnya.

Namun tambang dan hasil alamnya pun tak mampu dijual karena untuk menawarkannya 
kedunia luar harus ada calo2-nya dan calo2nya itu kadang kala juga bisa 
sipembelinya sendiri atau mewakili sipenjualnya sendiri.  Akibatnya, dalam 
proses menawarkan dan menjualnya sangat rentan terjadinya korupsi kolusi dan 
kronisasi.  Menjual dengan harga murah besar kemungkinan dituduh korupsi, 
menjualnya terlalu mahal malah enggak laku, tapi menjualnya dengan harga pasar 
bebas dituduh pro kapitalis dan musuh ekonomi rakyat.

Pemilik modal itu dinamakan kapitalis, tapi kapitalis itu musuh ekonomi rakyat. 
 Padahal untuk membuka lapangan kerja perlu diundang investor yang memiliki 
modal yaitu para kapitalis.  Setelah mereka berinvestasi kemudian dituduh musuh 
rakyat hingga halal dijarah, halal diperas, dan halal diusir keluar....  Lalu 
gimana bisa ada lapangan kerja ???  Kalo investasi sudah berlangsung dan 
produksinya tidak boleh dijual dengan harga pasar bebas karena pasar bebas 
musuh ekonomi rakyat, lalu kemana produksinya harus dijual???

Demikianlah, semua investor akhirnya kabur tak ada yang bisa dibujuk untuk 
berinvestasi di Indonesia karena mereka takut investasinya dijarah 
dinasionalisasi untuk kepentingan rakyat.  Penjarahan dan nasionalisasi 
investasi inilah yang dianggapnya ekonomi rakyat yang pro rakyat.  Akibatnya, 
produksi yang harusnya bisa dibuat didalam negeri akhirnya harus di import.

Inipun akan jadi salah karena akibat import ini katanya mematikan ekonomi 
rakyat, dilarang import karena harus ada proteksi ekonomi rakyat.  Untuk itulah 
importir itupun tidak boleh sembarangan tapi harus dipilih yang benar2 memihak 
ekonomi rakyat, maka yang terpilih ini dinamakan pemegang monopoli karena 
tugasnya memang cuma memonopoli import produk tertentu.  Tidak boleh bersaing 
karena persaingan membunuh ekonomi rakyat, memusuhi ekonomi rakyat.

Lalu siapa sih yang dinamakan dan menamakan dirinya sebagai rakyat???  Kemudian 
mereka menjawabnya, ekonomi rakyat itu adalah ekonomi Syariah, dan rakyat itu 
adalah kaum muslimin yang kaffah bukan yang setengah kaffah, bukan yang 
setengah kafir.  Dan si kapitalist yang menyamar jadi pemimpin ekonomi Syariah 
itu adalah JK yang berjanji akan meningkatkan ekonomi Syariah nantinya kalo 
terpilih oleh rakyat kaum muslimin ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke