http://www.antaranews.com/view/?i=1247415109&c=NAS&s=POL

Eggi: Pemerintah Harus Sampaikan Protes ke China
Minggu, 12 Juli 2009 23:11 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | Dibaca 24 kali
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Majelis Syuro Persaudaraan Pekerja Muslim 
Indonesia (PPMI) Eggi Sudjana mendesak pemerintah mengirimkan nota protes 
kepada China, menyikapi penganiayaan dan pelarangan shalat Jumat yang dialami 
Muslim Uighur, di Urumqi, Xinjiang.

"Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, pemerintah Indonesia 
harus mendesak pemerintah China untuk menghentikan aksi kekerasan, dan 
membolehkan kembali umat Muslim menjalankan ibadah shalat di masjid," katanya 
di Jakarta, Minggu.

Eggi juga berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara langsung menelefon 
pemimpin China, untuk menindak secara hukum aparat keamanan yang telah terlibat 
dalam penganiayaan umat Muslim Uighur, dan menutup masjid yang akan digunakan 
untuk shalat Jumat.

"Ini ujian pertama bagi SBY pasca-Pemilu Presiden (Pilpres) 2009," katanya.

Ia juga berharap SBY bertemu dengan tokoh-tokoh Islam Indonesia, agar kasus ini 
tidak merembes pada tindakan anarkis di dalam negeri.

"Kita khawatikan kasus ini meluas pada isu-isu sensitif, suku dan agama di 
Indonesia," kata Eggi mengingatkan.

Ia menyerukan pemerintah untuk mewaspadai pembalasan umat Muslim di Indonesia. 
Karena itu, pemerintah diminta bereaksi cepat.

Kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Eggi mengharapkan untuk memanggil 
pemerintah China atas diskriminasi dan pembasmian etnik yang telah dilakukan.

"Perlu dipertanyakan, sebagai anggota Dewan Keamanan (DK) PBB, China malah 
tidak mampu menjaga keamanan dalam negerinya," kata Eggi Sudjana.

Ia meragukan PBB memiliki kepedulian terhadap penderitaan umat Muslim Uighur.

"PBB, Amerika dan negara-negara Barat telah menunjukkan kemunafikannya. Selama 
ini mereka tidak peduli dengan penderitaan yang dialami umat Muslim," katanya.

Kerusuhan di Urumqi yang menewaskan ratusan warga Muslim Uighur berawal dari 
terbunuhnya dua pekerja pabrik mainan, 26 Juni 2009. Dua pekerja itu berasal 
dari etnis Uighur. Muslim Uighur kemudian melancarkan aksi protes karena 
pemerintah tidak cepat tanggap atas tewasnya dua warga Muslim setelah bentrok 
dengan etnis Han.

Aksi kerusuhan terjadi Minggu (5/7), yang menyebabkan banyaknya korban tewas. 
Pascakerusuhan yang melibatkan aparat keamanan itu, warga Muslim dilarang 
shalat Jumat di masjid-masjid di Urumqi.(*)
COPYRIGHT © 2009

a.. FUI Sikapi Insiden di China dengan Damai 
a.. Islam di AS Alami "Pribumisasi" 
a.. FUI Kutuk Kekerasan Terhadap Muslim di China 
a.. Pelarangan Shalat Jumat di China Pelanggaran HAM 
a.. Priamanaya Gandeng China Bangun Industri Alumina

Kirim email ke