> "sunny" <am...@...> wrote: > Menurutnya, arah politik Partai Golkar > baru akan terlihat usai Musyawarah > Nasional Luar Biasa (Musnalub) yang saat > ini berembus kencang akan dilaksanakan > untuk mengganti kepemimpinan Jusuf Kalla > sebagai ketua umum. Untuk agenda itu, > Sukardi menilai dua nama kuat berpotensi > mengganti posisi Jusuf Kalla yaitu Surya > Paloh dan Aburizal Bakrie. >
Surya Paloh dan Aburizal Bakrie keduanya adalah kapitalis domestik yang menjadi cukong Golkar. Keduanya rebutan ingin menjadi ketua Golkar tujuannya cuma satu yaitu melindungi bisnisnya yang monopolistik ini. Jadi kalo nantinya Golkar jadi Opposisi, gampang saja bagi SBY untuk menegakkan "ekonomi rakyat" sehingga kedua kapitalis cukong Golkar jadi bangkrut. Yaaah.... enggak gampang lah, Taufiq Kiemas juga ada tujuannya, dia ingin Golkar jadi macannya, dan PDIP jadi pawang macan sehingga dibutuhkan oleh SBY. Taufik Kiemas sekarang justru lagi kebingungan memikiri nasi bisnis isteri, anak2 dan cucu2nya yang terancam "ekonomi rakyat" yang dia sendirilah gembar gemborin diwaktu kampanye. Ini namanya senjata makan tuan. Tapi bukan tidak mungkin oleh pihak Golkar yang sudah pengalaman ini usul Taufik dibalik yaitu PDIP yang jadi macannya dan Golkar yang jadi pawangnya. Karena hanya pawang saja yang bisa tawar menawar dengan penguasa resminya, sedangkan macannya itu cuma dijadikan setan2an untuk me-nakut2i. SBY-Boediono yang dalam kampanye difitnah sebagai pelaku ekonomi "Neolib", nantinya akan mempraktekan "ekonomi rakyat" atau "ekonomi Syariah" seperti yang dinyatakan oleh Boediono baru2 ini, dan tujuannya kita sama2 tahu, yaitu melindas kapitalis domestik dari Golkar dan PDIP ini. Memang diprediksi dalam pemilu 2014, keduanya Golkar dan PDIP akan masuk kotak tak ada lagi peminat dan pendukungnya. Keduanya sudah diambang kehancuran karena jelas sekali tidak ada pemilih2nya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
