Omar Dhani Memilih Mengubur Rahasia G30S Dalam Mysteri
Omar Dhani tidak merasa perlu sakit hati atas perlakuan Suharto kepada dirinya.
Karena menurut dia, Suharto juga akhirnya dipaksa lengser dengan cara2 yang
persis sama seperti yang dialami Sukarno.
Banyak yang tidak diketahui umum, bahwa sebenarnya Omar Dhani sebelum kejadian
G30S sudah ditawari sebagai pelaksana kontrak borongan ini, namun Omar Dhani
menolaknya tanpa kata2. Tolakan Omar Dhani inilah yang memberi keberuntungan
kepada Suharto.
Kalo saja Omar Dhani tidak menolak tawaran ini, beliau lah yang dalam sejarah
RI menjadi seorang pengemban SP 11 Maret bukan Suharto, bahkan Suharto akan
dipenjara oleh Omar Dhani sebagai pelaku makar yang nasibnya mungkin bisa lebih
jelek dari Omar Dhani sendiri.
> heri latief <herilat...@...> wrote:
> turut berduka, smoga keluarga yg
> ditinggalkan tabah menghadapi cobaan.
>
Inilah saksi utama dan saksi terakhir tentang rahasia G30S/PKI yang paling
mengetahui tentang gerakan ini selain otaknya pelaku yang berasal dari luar
negeri itu.
Omar Dhani mengungkapkan cuma satu hal yang penting, bahwa otak dan pelaku G30S
ini bukan Suharto, bukan orang Indonesia, dan belum ada satupun orang Indonesia
yang mampu melakukan hal seperti ini.
G30S MERUPAKAN SERANGAN KOMANDO MILITER yang menakjubkan yang tidak mungkin
dilakukan oleh Komando Militer dari negeri kita karena setiap gerakan militer
ataupun perintah militer berada secara hirarkis dibawah jenderal2 yang justru
terbunuh itu. Pasukan Komando yang menculik jenderal2 dengan mudah dan sukses
sebenarnya juga berhasil menculik presiden RI karena gerakan ini utamanya
adalah menculik presiden RI bukan menculik jenderal2nya.
Terbayangkah anda bahwa pasukan berseragam Diponegoro, berseragam Kopasus, atau
berseragam Cakrabirawa kesemuanya bukan orang Indonesia, bukan warganegara
Indonesia melainkan pasukan komando khusus dari luar Indonesia yang masuk ke
Indonesia dengan perlengkapan yang ultra modern, semua jalur komunikasi dengan
mudah di jammed.
Sukarno diculik dibawa kelubang buaya untuk menyaksikan pembunuhan
jenderal2nya, kepada Sukarno diberi petunjuk untuk melakukan persiapan
penyerahan kekuasaan kepada yang lain, kemudian para penculik ini menelepon
Omar Dhani untuk menjemput Bung Karno. Dan sejak detik ini dan selanjutnya
Sukarno sudah tercengkeram tidak lagi bebas hingga berakhirnya kekuasaan, semua
pengawalnya berganti pakaian menjadi seragam Kopasus bukan lagi Cakrabirawa.
Ada dua jenderal penting yang pernah menyatakan kesediaannya menggulingkan
Sukarno dan mereka telah menerima dana jutaan dollar untuk melakukan gerakan
penggulingan ini. Mereka itu adalah Jendral Nasution dan Jendral Ahmad Yani,
tetapi kedua jendral ini akhirnya juga berhasil dibujuk Bung Karno. Omar Dhani
adalah yang terakhir untuk diminta melaksanakan tugas penggulingan ini, namun
Omar Dhani tidak menerima dan juga tidak menolaknya. Tapi Omar Dhani menolak
menerima dana yang dikirimkan kepadanya. Kesemuanya ini diketahui Bung Karno.
Kalo saja Omar Dhani bersedia melaksanakan tugas penggulingan Bung Karno, maka
pengemban SP 11 Maret itu bukanlah Suharto tetapi Omar Dhani. Dan pada saat
itu Omar Dhani akan mengadili Suharto seperti yang dialami oleh Omar Dhani yang
diadili oleh Suharto.
Anda harus ingat, akhirnya Suharto juga digulingkan dengan cara2 yang sama
seperti Sukarno digulingkan. Sukarno sudah di- "warning" untuk lengser dan
menyiapkan suksesi-nya tapi Sukarno keras kepala seperti halnya Sadam Hussein.
Sebaliknya Suharto malah belajar dari pengalaman, tidak mau keras kepala, lebih
baik lengser ke prabon dan hidup bahagia di Istananya Cendana. Sukarno jadi
buruk nasibnya, dipaksa mundur berakhir di Rumah Sakit Gatot Subroto sementara
Sadam Hussein yang tidak suka sejarah akhirnya berakhir hidupnya ditiang
gantungan.
Memang sebuah kekuasaan tertinggi seharusnya adalagi yang mengontrolnya agar
tidak menjadi tyrani, dan kekuatan itu berasal dari sebuah system "Demokrasi".
Harga diri pribadi Sukarno, Suharto dan Omar Dhani memaksa dirinya untuk
mengubur rahasia ini salam sebuah mysteri katimbang mengungkapkannya sebagai
kenyataan yang memalukan bangsa ini.
Ny. Muslim binti Muskitawati.