http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24473:panglima-tni-pengamanan-presiden-ditingkatkan-&catid=3:nasional&Itemid=128


      Panglima TNI: Pengamanan Presiden Ditingkatkan  


      Jakarta, (Analisa)

      Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, pengamanan terhadap 
presiden telah ditingkatkan menyusul ditemukannya ratusan kilogram bahan 
peledak yang diduga akan diledakkan di kediaman Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor. 

      "Itu sudah otomatis lah... kami selalu mengikuti kecenderungan ancaman 
dan gangguan keamanan yang ada," katanya, di Jakarta, Minggu.

      Ia mengatakan, peningkatan pengamanan VVIP akan terus dilakukan hingga 
kondisi berangsur kembali pulih. "Tentang berapa banyak dan bagaimana ya... 
tentu kami tidak akan beritahukan," ujar Djoko.

      Pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 01.00 tim polisi antiteror menyerbu sebuah 
rumah di Perumahan Puri Nusa Phala di Jatiasih. Rumah itu disewa laki-laki yang 
mengaku bernama Ahmad Fery yang tak lain adalah Amir Abdillah, yang ditangkap 
Kamis (6/8) di kawasan Semper, Jakarta Utara. Amir --karyawan hotel berbintang 
di Jakarta-- adalah pemesan kamar bernomor 1808 di Hotel JW Marriott.

      Polisi membuntuti mobil Daihatsu Xenia warna merah bernomor polisi AD 
9324 DD sejak dari Solo, Jawa Tengah. Mobil itu tiba di rumah Blok D Nomor 12, 
Puri Nusa Phala, sekitar pukul 01.00. Mobil berisi dua orang, yakni Air 
Setyawan dan Eko Joko S.

      Ketika dikepung, keduanya sempat hendak berupaya melemparkan bom pipa. 
Polisi langsung mengeluarkan beberapa kali tembakan ke arah mobil, yang lalu 
menewaskan keduanya. Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System 
(Inafis) menyebutkan, pada tiap-tiap jasad ada bekas luka tembak tak lebih dari 
lima lubang.

      Kapolri Jenderal Pol Bambag Hendarso Danuri menuturkan, rumah di Puri 
Nusa Phala itu sempat menjadi rumah persembunyian Noordin setelah peledakan di 
Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Hal itu berdasarkan keterangan Amir 
Abdillah. Di rumah itu juga sedang disiapkan rencana ledakan selanjutnya yang 
berkisar dua pekan lagi. 

      Sasaran yang dituju adalah iring-iringan kendaraan Presiden Yudhoyono 
dari kediamannya di Cikeas, yang hanya sekitar 15 menit dari Puri Nusa Phala.

      Tentang deteksi dini oleh TNI menghadapi ancaman terorisme, Panglima TNI 
mengatakan, pihaknya menyiagakan komando teritorial di setiap daerah termasuk 
satuan intelijen.

      "Untuk pencegahannya, kami juga bekerja sama dengan pihak lain dan 
masyarakat memberikan pemahaman kepada mereka tentang apa itu terorisme dan 
bagaimana menghadapinya," ungkapnya.

      Malaysia Siap Bantu Identifikasi

      Sementara itu Kepala Kepolisian Malaysia, Musa Hasan mengatakan, pihaknya 
siap membantu polisi Indonesia untuk melakukan identifikasi jenazah yang diduga 
jenazah Noordin M Top.

      Seseorang yang tewas saat dilakukan penyergapan oleh aparat Kepolisian di 
sebuah rumah di Dusun Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 
pada Sabtu (8/8) diduga Noordin M Top.

      Musa Hasan mengatakan, kepada pers Malaysia, Minggu, pihaknya juga akan 
membantu dalam penyelidikan atas perkara-perkara yang selama ini belum 
diselidiki. 

      Tapi ia mengatakan tidak dapat berkomentar apapun karena hingga kini 
belum menerima informasi apapun dari mitranya Indonesia. 

      Ia mengatakan hal itu seusai melepas kontingen polisi Malaysia yang akan 
ikut pertandingan International Military Tattoo 2009 di KLIA (Kuala Lumpur 
International Airport). (Ant)
     

Kirim email ke