http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24472:noordin-m-top-masih-misterius-&catid=3:nasional&Itemid=128
Noordin M Top Masih Misterius
Jakarta, (Analisa)
Keberadaan gembong teroris Noordin M Top yang sempat disebut-sebut tewas
dalam penyergapan di sebuah rumah di Dusun Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten
Temanggung, Sabtu (8/8), hingga kini masih misterius.
Jasad pria yang ditemukan di rumah di Dusun Beji, Kabupaten Temanggung,
Jawa Tengah, pascapenyerbuan anggota Tim Polisi Antiteror belum
teridentifikasi.
Dengan demikian, hingga Sabtu (8/8), keberadaan buronan teroris Noordin M
Top belum dapat dipastikan. Operasi polisi antiteror masih terus berlanjut.
Meskipun spekulasi yang berkembang jenazah tersebut diduga sebagai
Noordin M Top, hingga Minggu, Asludin Hatjani, pengacara dari Arina Rahmah,
istri dari laki-laki yang mirip Noordin, menyebutkan, polisi belum meminta
Arina atau pihak keluarganya untuk mengenali jenazah tersebut.
Dalam penyerbuan maraton tim polisi antiteror di Kedu, Temanggung,
sekitar pukul 09.30 ditemukan jenazah pria di kamar mandi dengan sejumlah luka
tembak di tubuhnya. Polisi menyerbu rumah milik Muhjahri (60) sejak Jumat (7/8)
sekitar pukul 16.00.
Jenazah pria itu lalu dievakuasi dengan peti jenazah sekitar pukul 10.15
dan tiba di RS Polri Sukanto pukul 16.48.
Penyerbuan terhadap pria misterius itu bermula dari keterangan Aris (30)
dan Hendra (28), keponakan dari Muhjahri, yang ditangkap pada Jumat (7/8).
Menurut Muhjahri, pria misterius itu empat hari lalu atau Senin dibawa ke
rumahnya oleh Aris dan Hendra dari Jatiasih, Bekasi.
Anak Muhjahri, Tataq Lusiyanto (30), tahun 2006 ditangkap polisi terkait
pengeboman Hotel JW Marriott 2003. Keberadaan Tataq kini tak jelas.
Diragukan
Laman berita Australia, Sydney Morning Herald, edisi 9 Agustus 2009
memuat pendapat pakar teroris, Sidney Jones yang menyatakan, Noordin M Top
belum tewas.
Pendapat Jones berdasarkan foto pria yang tewas di Temanggung, yang
beredar. Menurut dia, berdasarkan foto tersebut, itu bukan Noordin. "Sepertinya
dia belum mati," kata Jones. "Legenda itu terus berlanjut," tambah dia.
Padahal, setelah enam tahun diburu, Noordin belum tersentuh. Penggrebekan
di Temanggung memberi harapan Noordin yang licin bisa juga tertangkap.
Sebaliknya, jika pria yang tewas itu bukan Noordin M Top, ataupun dia
ternyata lolos dalam penggrebekan di Temanggung dan Jatiasih, itu makin
menguatkan status dia sebagai 'mujahid' yang dilindungi kekuatan mistik.
Meski berita kematian Noordin terlanjur menyebar di Indonesia, kata
Jones, itu bukan salah media. "Bukan salah media, sebab beberapa sumber
kepolisian memang mengkonfirmasi pria itu adalah Noordin"..
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri menolak
memastikan teroris yang dibekuk di Beji adalah Noordin. Kepastian, kata dia,
baru bisa dikeluarkan setelah ada hasil tes DNA.
Melansir pendapat seorang ahli asal Singapura, kantor berita Qatar
Aljazeera memberitakan kabar tewasnya pimpinan jaringan Al-Qaida Asia Timur
tersebut kini diragukan.
"Dia (Noordin) belum tewas. Tes DNA membuktikan, jenazah itu bukan
Noordin M Top," ujar Kepala Pusat Terorisme dan Kekerasan, yang berbasis di
Singapura, Rohan Gunaratna, kepada Aljazeera.
Namun, Aljazeera tidak menerangkan darimana Rohan mendapatkan tes DNA
tersebut. Rohan melanjutkan, "Namun demikian, Noordin akan terus diburu hingga
beberapa hari mendatang."
Metamorfosis
Pengamat militer Universitas Indonesia Andi Widjajanto mengatakan,
jaringan Noordin M Top bermetamorfosis pasca ledakan bom di Hotel JW Marriott
pertama.
Noordin tidak lagi merekrut "pengantin" dari Jamaah Islamiyah (JI). Sayap
militer jaringan Noordin bergerilya hingga akhirnya memiliki jejaring baru.
Salah satunya kelompok bawah tanah, Negara Islam Indonesia (NII).
"Metamorfosis dapat dilihat dari pola rekrutmen. Lima tahun lalu Noordin
sudah kesulitan merekrut "pengantin" dari JI. Lalu mereka melakukan rekrutmen
di NII," tuturnya.
Dogma atau doktrin mereka ingin menyerang kepentingan asing di Indonesia
sudah tidak cukup lagi. Jika yang di Jatiasih benar, nyata mereka memiliki
tujuan lain. "Sasaran mereka ingin menghancurkan simbol Indonesia, yaitu RI-1,"
ujarnya.
Menurut Andi, jaringan NII yang telah dimasuki Noordin ini tersebar di
Jawa Barat dan Jawa Tengah. Mutasi ini juga terlihat dari sikap JI saat
jaringan Noordin melakukan aksi pengeboman. Sikap JI melunak dengan memberikan
pernyataan, mengutuk aksi tersebut. Pernyataan itu pun, lanjutnya, disampaikan
secara terbuka.
Andi juga menilai, teroris yang tertembak tim Detasemen Khusus 88
Antiteror Polri di Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (8/8) lalu, bukan Noordin M
Top. Menurut dia, janggal jika Noordin berada di rumah itu sendirian. (Ant