http://www.antaranews.com/berita/1251615348/baasyir-berharap-ada-penilaian-seimbang


Baasyir Berharap Ada Penilaian Seimbang

Minggu, 30 Agustus 2009 13:55 WIB | Peristiwa | Pendidikan/Agama | 

Yogyakarta (ANTARA News) - Pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Abu 
Bakar Baasyir berharap ada penilaian yang seimbang dari masyarakat terhadap 
pelaku pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta 17 Juli 2009 yang 
tewas. 

"Juga penilaian seimbang terhadap orang-orang dalam jaringan itu yang tewas 
ditembak polisi," kata Baasyir usai memberikan pengajian di Masjid Jogokariyan, 
Yogyakarta, Minggu. 

Ia mengatakan masyarakat boleh tidak setuju dengan langkah mereka yang memilih 
untuk mengebom kedua hotel tersebut, namun masyarakat harus adil dalam menilai 
mereka.

Menurut dia, pengeboman di kedua hotel berkelas internasional itu tidak tepat, 
karena dilakukan di daerah yang tidak sedang berperang melawan kebatilan.

"Dalam pendapat pribadi saya, pengeboman bisa dilakukan di tempat-tempat yang 
sedang berperang seperti Irak, maupun Afghanistan, tetapi bukan di Indonesia," 
katanya.

Namun demikian, Baasyir menegaskan orang-orang yang meninggal dunia itu 
melakukan perbuatannya bukan didasari niat untuk mencari keuntungan pribadi 
seperti mendapatkan uang.

"Mereka sudah sanggup mengorbankan nyawa, sehingga tidak mungkin jika mereka 
hanya berniat untuk mencari keuntungan," katanya.

Ia mengatakan untuk memerangi kebatilan dan menegakkan ajaran Islam di 
Indonesia bisa dilakukan dengan dakwah, bukan dengan senjata seperti bom.

Sebelumnya, pakar politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta 
Ichlasul Amal mengatakan perlu adanya pengetahuan yang lengkap dan jelas 
mengenai cara-cara yang digunakan oleh jaringan terorisme dalam merekrut 
anggota.

Pengetahuan tentang bagaimana cara jaringan terorisme seperti Noordin M Top 
merekrut anggotanya, menurut dia penting diketahui untuk mengeliminasi dampak 
yang ditimbulkan. 

Sebab, menurut dia, selama ini fokus pemerintah untuk menyelesaikan masalah 
terorisme di Indonesia belum kongkret. (*)
Baca Juga
  a.. Kapolri: Jibril Tersangka Terorisme
  b.. Polisi Harus Bangun Komunikasi dengan Ormas Islam
  c.. Masalah Terorisme Diselipkan Dalam "Para Pencari Tuhan"
  d.. Polisi Diimbau Keluarkan Surat Edaran ke DKM
  e.. Pemerintah Perlu Bentuk Badan Antiteror

Kirim email ke