Harian Komentar
04 Sept. 2009

      Pascagempa di Pulau Jawa
      Tokoh Agama Ajak Introspeksi Diri


     
     

Manado, KOMENTAR
Tokoh agama terus mengajak sekaligus mengeluarkan seruan kepada masyarakat 
untuk tak henti-hentinya memanjatkan dan mendukung terus dengan alunan doa 
pascagempa berkekuatan 7,3 SR yang melanda Pulau Jawa.

Ajakan ini di antaranya da-tang dari Tokoh Agama Islam dari Majelis Ulama 
Indonesia (MUI) Sulut, KH Fauzie Nu-rani. Menurut dia, kekuatan manusia memang 
sangat ter-batas. Gempa yang mengun-cang Pulau Jawa memang sempat menggemparkan 
dan membuat masyarakat panik. 


"Akan ujian ini marilah kita terus memanjatkan doa kese-lamatan untuk Sulut. 
Dan kita juga harus memanjatkan puji syukur. Karena tidak sampai menimbulkan 
tsu-nami. Dan untuk saudara-saudara kita yang sempat ter-luka mudah-mudahan 
sece-patnya diberikan kesem-buhan," tegasnya seraya me-minta umat Muslim untuk 
melakukan hijrah tidak hanya secara fisik saja, tetapi juga merubah perilaku 
atau tin-dakan kita dari sifat-sifat yang jelek menjadi sifat-sifat yang baik.


Sementara itu, Pdt John Manampiring mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar 
jangan terlalu resah atau takut. Sebab kita percaya bahwa kehidupan dan 
ke-matian ada di tangan Tu-han." Tetapi marilah kita gu-muli bersama musibah 
ini de-ngan doa. Agar masyarakat Sulut terus diberi keselamat-an dan terhindar 
dari ben-cana lainnya," ucapnya.


Untuk itu katanya, dalam keadaan apapun baik susah maupun senang, kita harus 
selalu mengingat Tuhan. Karena Tuhan adalah segala-galanya yang memiliki isi 
dunia ini, dan yang menge-tahui apa yang akan terjadi ataupun yang belum 
terjadi." Akan peristiwa ini kita perlu melakukan instropeksi dan perenungan 
diri guna mem-peroleh petunjuk dari Tuhan akan ujian yang diberikan kepada 
umat-Nya.


Bahkan seperti yang dika-takan Pdt John Tilaar sangat percaya semua yang 
terjadi, baik itu musibah maupun bu-kan ada rencana dan hikmah yang manusia 
dapatkan. Ka-rena jika dengan adanya te-guran seperti ini, membuat manusia 
sadar untuk kembali mengingat Tuhan. "Dan inilah hikmah yang bisa kita dapat 
dari setiap kejadian yang ada," katanya. Namun bagaimana jika tidak ada 
teguran, tentunya kita umat manusia tidak akan merubah sifatnya yang tercela 
serta selalu jauh dari Tuhan.(lex)

Kirim email ke