http://regional.kompas.com/read/xml/2009/09/02/09153478/100.000.pns.sulut-gorontalo.terpaksa.utang.ke.bank
100.000 PNS Sulut-Gorontalo Terpaksa Utang ke Bank
Rabu, 2 September 2009 | 09:15 WIB
MANADO, KOMPAS.com - Lebih dari 100.000 pegawai negeri sipil (PNS) di Provinsi
Sulawesi Utara dan Gorontalo terpaksa berhutang di bank guna memenuhi kebutuhan
keluarga dan pendidikan anak mereka.
"Jumlah PNS yang mengambil pinjaman semakin bertambah dari tahun ke tahun,
datanya lebih dari 100.000 pegawai," kata Direktur Pemasaran PT Bank Sulut
Jeffry Wurangian di Manado, Rabu (2/9).
Guna memenuhi permohonan para PNS tersebut, kata Jeffry, Bank Sulut selain
memperbesar porsi kredit konsumsi, juga memperpanjang jangka waktu pengembalian
menjadi delapan tahun. "Tenggang waktu kredit lama dengan maksud cicilan per
bulan debitur menjadi lebih kecil, sementara plafon pinjaman besar," kata
Jeffry. Total kredit yang disalurkan Bank Sulut ke PNS kini mencapai Rp 1,4
trilun.
Jemmy K, salah satu PNS di Kantor Walikota Manado, mengatakan, ia terpaksa
meminjam uang di bank karena gaji yang diterima tidak mampu menutupi semua
kebutuhan rumah tangga. "Harga kebutuhan pokok makin mahal, biaya sekolah anak
juga makin tinggi meskipun sudah digratiskan iuran di sekolah. Jalan keluarnya
pinjam uang di bank," kata Jemmy.
Paula Karamoy, PNS di Kabupaten Minahasa, mengatakan, peningkatan harga bahan
keperluan rumah tangga tidak sebanding dengan kenaikan gaji. Tak heran bila
kebutuhan selalu tidak tercukupi.
"Setiap kali pengumuman kenaikan gaji PNS, maka yang terjadi harga barang alami
peningkatan, harga lebih tinggi bahkan berlipat ganda," kata Paula.
Peneliti Senior di Bank Indonesia Manado, Samuel Mandagi, mengatakan, hal biasa
bila PNS meminjam di bank karena mereka memang menjadi target pasar. "Kredit ke
golongan berpenghasilan tetap ini jangan dipandang dari sisi negatif karena di
antara mereka banyak juga yang memanfaatkan untuk tujuan produktif."