Refleksi: Kalau kekayaan SBY Rp. 7,1 m disumbang Rp. 5,1 M, berarti masih ada 
sisa Rp 2  M. Jadi kosong kantongnya tetap ada isi. SBY sangat derwaman sekali 
dan patut dipuji! Semoga  juga para pemilik milyar dan triyulan juga berbuat 
demikian pada bulan suci ini untuk para pengemis agar tidak lagi mengemis, dan 
para kaum miskin llainnya  tidak menjadi sapi perahan tak bernilai sebagai TKI 
di negeri orang maupun di negeri sendiri.  

Para penerima sedekah tentunya sangat berterima kasih dengan doa agar para 
penderma selalu dilimpahkan berkat yang bertumpuk-tumpuk dan tak lupa kepada 
pemberantasan kemiskinan. Satu hal yang tidak baik bila sedekah yang diberikan 
diambil dari kas negara lantas dibilang sumbangan dari kantong pribadi.

Akhirnya, sangat disayangkan sekali bahwa tidak terdengar suara atau bisikan 
apapun bahwa para dermawan seperti SBY  memberikan sumbangan kepada korban 
kelaparan berat Yahukimo di dataran Papua. Mungkin saja rakyat Papua bagi SBY 
dan konco-konco terlalu jauh dan tidak penting jika dibandingkan dengan 
Tasyikmalaya.


http://www.detiknews.com/read/2009/09/04/073538/1196342/10/kekayaan-sby-tahun-2007-rp-71-m-sumbangan-rp-5-m-dianggap-aneh

Jumat, 04/09/2009 07:35 WIB

SBY Bantu Rp 5 M untuk Gempa
Kekayaan SBY Tahun 2007 Rp 7,1 M, Sumbangan Rp 5 M Dianggap Aneh
Shohib Masykur - detikNews


Jakarta - Presiden SBY menyatakan akan menyumbang Rp 5 miliar dari kocek 
pribadi untuk membantu korban gempa. Hal ini dianggap aneh mengingat 
berdasarkan laporan ke KPK, kekayaan total SBY tahun 2007 hanya Rp 7,1 miliar.

"Saya kira kalau sumbangannya sebesar itu aneh juga, karena kekayaan riilnya 
tahun 2007 hanya Rp 7,1 miliar tapi bisa menyumbang secara pribadi Rp 5 
miliar," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdullah Dahlan saat 
dihubungi detikcom, Jumat (4/9/2009).

Apalagi, lanjut Abdullah, dari Rp 7,1 miliar itu tidak semuanya berupa simpanan 
uang. Dari catatan LHKPN per Juli 2007, harta tak bergerak berupa tanah dan 
bangunan milik SBY mencapai Rp 2,9 miliar. Sementara harta bergeraknya mencapai 
Rp 500 juta. 

Jika ditotal, harta berupa barang yang dimiliki SBY kurang lebih Rp 3,4 miliar. 
Artinya, harta berupa uangnya hanya sekitar Rp 3,7 miliar.

Menurut Abdullah, ada dua kemungkinan jika SBY bisa menyumbang Rp 5 miliar dari 
kocek pribadi. Pertama, telah terjadi pelepasan aset. Bisa jadi SBY telah 
menjual sebagian dari harta berupa barang yang dimilikinya.

Kedua, telah terjadi peningkatan jumlah kekayaan. Jika ini yang terjadi, maka 
kenaikan kekayaan SBY dalam 2 tahun terakhir tentulah signifikan. Sebab pada 
tahun 2004 lalu total kekayaan SBY adalah Rp 4,5 miliar. Jika pada 2007 
kekayaannya Rp 7,1 miliar, maka selama 3 tahun itu kenaikannya Rp 2,6 miliar.

Sementara dari hasil klarifikasi KPK menjelang pilpres lalu, kekayaan SBY naik 
dari Rp 7,1 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp 8,5 miliar pada Mei 2009. 
Kenaikannya selama 2 tahun mencapai Rp 1,4 miliar.

Dengan asumsi SBY menguras seluruh uangnya, masih diperlukan lebih dari Rp 1 
miliar untuk mencapai angka Rp 5 miliar. Dalam waktu 3 bulan sejak Mei, berarti 
uang yang harus dikumpulkan SBY untuk bisa menyumbang sejumlah itu lebih dari 
Rp 1 miliar.

"Kenaikan itu dari mana sumbernya? Apakah dari penjualan aset? Kalu iya aset 
mana yang dijual? Ini harus diketahui karena beliau kan pejabat publik," kata 
Abdullah.
(sho/nrl) 

Kirim email ke