http://www.antaranews.com/berita/1253127961/baku-tembak-polisi-teroris-di-mojosongo-masih-berlangsung
Baku Tembak Polisi-Teroris di Mojosongo Masih Berlangsung Kamis, 17 September 2009 02:06 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | Solo (ANTARA News) - Baku tembak antara polisi dengan orang yang diduga teroris di sebuah rumah di Kampung Kepoh Sari, Kelurahan Mojosongo, Kota Surakarta, hingga Kamis dini hari pukul 01:30 WIB masih terus berlangsung. Wartawan ANTARA dari lokasi kejadian melaporkan, suara tembakan senjata api masih terus terdengar dengan target sebuah rumah di pinggir jalan lingkar (ring road) Mojosongo itu. Dari jarak sekitar 300 meter, baku tembak antara polisi dengan penghuni rumah terdengar cukup jelas. Suasana mencekam amat terasa, apalagi lokasi kejadian gelap gulita akibat listrik padam. Menurut warga setempat, suara baku tembakan berlangsung sudah sejak Rabu (16/9) sekitar pukul 22:30 WIB. Sejak baku tembak terjadi, warga setempat hingga sekarang dilarang mendekat di lokasi kejadian. Suasana di Desa Kepoh Sari sejak Rabu malam hingga saat ini masih mencekam. Warga sekitar rumah sasaran yang sebelumnya dievakuasi, kini banyak yang ikut menyaksikan penggerebekan rumah dari jarak sekitar 300 meter. Sejumlah aparat kepolisian dari Poltabes dan Polwil Surakarta kelihatan berjaga-jaga dan ikut mengepung di sekitar lokasi kejadian. Warga di sekitar kejadian telah dievakuasi ke tempat yang aman sejak Rabu (16/9) pukul 23:00 WIB. Kini warga mulai berdatangan ingin menyaksikan peristiwa penggerebekan yang diduga merupakan tempat persembunyian teroris. Pasukan Brimob Surakarta didatangkan ke lokasi kejadian sekitar pukul 01:00 WIB, disusul sebuah mobil pemadam kebakaran yang siaga penuh di sekitar lokasi. Menurut warga setempat, rumah yang menjadi sasaran aparat itu memang biasa dikontrakkan sehingga penghuninya selalu berganti-ganti. Meski demikian, hingga sekarang belum diketahui siapa penghuni rumah yang sekarang dikepung polisi. Penggerebekan di Mojosongo ini mengingatkan peristiwa serupa di rumah Muhdjahri, Desa Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang berakhir dengan tewasnya Ibrohim, Agustus lalu. (*) COPYRIGHT © 2009 ++++ http://www.antaranews.com/berita/1253133114/polisi-amankan-kotak-amunisi-dari-rumah-teroris-di-mojosongo Polisi Amankan Kotak Amunisi dari Rumah Teroris di Mojosongo Kamis, 17 September 2009 03:31 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | Solo (ANTARA News) - Seorang polisi membawa sebuah kotak yang diduga berisi amunisi senjata api keluar dari lokasi baku tembak di Desa Kepoh Sari, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Kota Surakarta, Kamis. Polisi tersebut mengamankan sebuah kotak yang diduga berisi amunisi senjata api yang langsung dimasukan dalam mobil dan dibawa pergi dari lokasi kejadian. Sementara baku tembak lokasi rumah yang diduga rumah tempat persembunyian teroris di Desa Kepoh Sari sekitar pukul 01.30 WIB berhenti dan listrik di sekitar lokasi mulai menyala. Warga mulai berdatangan dan memadati di sepanjang jalan akses menuju lokasi kejadian. Namun, aparat kepolisian memblokir dan menjaga ketat di sekitar lokasi kejadian sehingga warga tidak bisa mendekat ke lokasi. Sebuah mobil pemadam kebakaran terlihat keluar dari lokasi kejadian dan beberapa menit kemudian datang mobil pemadam lainnya masuk di lokasi. Menurut Suradi warga Jatirejo yang lokasinya dekat dengan lokasi kejadian, pertama peristiwa itu terjadi terdengar suara rentetan yang diduga suara senjata api di sebuah rumah pinggir jalan lingkar Mojosongo. Kampung di Desa Kepoh Sari memang kelihatan asing, karena berada jauh dari pemukiman warga lain. Sementara itu, sebuah mobil ambulan Poltabes Surakarta, mobil jenazah Polda dan sebuah mibil Unit TKP sekitar pukul 02:30 WIB memasuki ke lokasi. Namun, belum diketahui apa yang dilakukan ketiga mobil tersebut di lokasi, karena aparat keamanan menjaga ketat di sekitar lokasi sehingga masyarakat tidak bisa mendekat. Dua buah mobil dari Polda yakni sebuah water canon dan sebuah mobil penjinak bom juga masuk ke lokasi kajadian beberapa menit kemudian. Kondisi terakhir di lokasi rumah yang diduga tempat persembunyian teroris itu kelihatan sudah tenang dan tidak ada lagi suara tembakan. (*)
