http://www.republika.co.id/berita/95768/Muslim_Inggris_Terpatriotik_di_Eropa

Muslim Inggris Terpatriotik di Eropa
By Republika Newsroom
Senin, 14 Desember 2009 pukul 11:04:00 

ISLAMONLINE.NET Muslim Inggris Terpatriotik di Eropa
LONDON--Meski diawasi dengan penuh curiga, Muslim di Inggris adalah golongan 
yang paling patriotik di kalangan Muslim seluruh Eropa. Hal itu diungkap oleh 
studi baru dari institut internasional terkemuka. Rata-rata, 78 persen Muslim 
menyebut diri mereka sebagai warga Inggris, demikian menurut studi yang 
dijalankan oleh Institu Masyarakat Terbuka, seperti yang dilansir Sunday Times, 
13 Desember.

Studi, yang didanai oleh George Soros, filantropis milyuner Yahudi itu, 
dilakukan selama dua setengah tahun. Para peneliti melibatkan 2.200 wawancara 
mendalam dan fokus terhadap 60 grup di 11 kota di penjuru Eropa yang memiliki 
komunitas besar Muslim. Kota-kota yang dipilih, mewakili tingkatan integrasi 
dan kohesi berbeda di benua tersebut

Hasil studi menunjukkan, sekitar 78 persen Muslim di negeri Albino 
mengidentifikasi diri mereka sebagai warga Inggris, sementara di negara 
tetangganya, Perancis, hanya 49 persen Muslim yang tinggal di sana, menyatakan 
diri sebagai warga Perancis. Lebih kecil lagi Jerman, hanya 23 persen Muslim 
yang merasa mereka adalah warga Jerman.

Survei juga menemukan, tingkatan patriotisme tersebut lebih tinggi di kalangan 
generasi kedua Muslim. Di Leicester misal, 72 persen Muslim yang lahir di luar 
merasa diri mereka warga Inggris, sementara Muslim yang lahir di Inggris, 94 
persen menyatakan diri sebagai warga Inggris. Direktur proyek riset, Nazia 
Hussain, meyakini studi menunjukkan kondisi berlawanan mengejutkan antara 
bagaimana Muslim memandang diri mereka dan bagaimana masyarakat melihat mereka.

"Ada pesan mengganggu yang mendesak dari penemuan ini," ujar Hussain kepada 
Times. "Meski Muslim yakin menganggap diri mereka warga Inggris, mereka tidak 
dianggap sebagai rakyat oleh masyarakat lebih luas," imbuhnya. Hussain tak 
mengada-ada. Sebuah survei yang dilakukan oleh Financial Times pada 2007, 
menunjukkan, Briton (julukan warga asli Inggris) adalah masyarakat yang paling 
curiga terhadap Muslim.

"Begitulah studi tersebut berbunyi....pernah ada sebuah kebijakan yang mencoba 
mengakomodas perbedaan di sini dan terlihat jika itu terbayar," ujar Hussain. 
Muslim di Inggris diperkirakan mencapai 2 juta orang. Mereka berada dalam 
pengawasan ketat dan kadang menerima perlakuan sewenang-wenang, sejak peraturan 
antiteror diterapkan, menyusul serangan bom di stasiun kereta api bawah tanah 
London, 7/7.

Pada Juni lalu, sebuah survei BB juga mengungkapkan hal senada. Mayoritas 
Muslim Inggris menentang gerakan Taliban dan Al Qaidah dan menyatakan akan 
mempertahankan negara mereka dari kemungkinan serangan apa pun. Kemudian pada 
poling awal tahun ini oleh ICM/Guardian, menunjukkan bahwa 91 persen Muslim 
Inggris, loyal kepada Inggris dan 80 persen masih ingin menerima dan hidup di 
masyarakat Barat. iol/itz

<<20090902152551.jpg>>

Kirim email ke