Refleksi : Rupanya selama ini NKRI yang sering ditimpa bencana alam tidak mempunyai kesatuan penolong (rescue unit) yang tersedia dan siap setiap waktu dapat dikirim kemana saja, baik dalam negeri maupun ke negeri lain untuk membantu masyarakat penderita bencana alam, maka oleh sebab itu tidak ada suara untuk dikirim membantu di Haiti. Kalau benar dugaan ini, maka NKRI ini sebetulnya hanya faedahnya untuk kepentingan kaum berkuasa yang pandai korupsi. Bernilaikah negara demikian?
Bagaimana dengan situasi di Padang dan sekitarnya yang ditimpa bencana gempa bumi beberapa waktu silam? Sampai dimana rakyat disana sudah dibantu? http://www.antaranews.com/berita/1263496115/1500-mayat-penuhi-rumah-sakit-haiti 1.500 Mayat Penuhi Rumah Sakit Haiti Jumat, 15 Januari 2010 02:08 WIB | Port-au-Prince (ANTARA News/Reuters) - Sedikitnya 1.500 mayat menumpuk di luar dan di dalam kamar mayat Rumah Sakit Umum Port-au-Prince, Kamis, sementara truk-truk pick-up terus berdatangan dengan mengangkut korban tewas dalam gempa bumi Selasa, kata direktur rumah sakit itu. "Saya tidak bisa mengatakan berapa banyak lagi mayat yang akan dibawa ke sini," kata Guy LaRoche kepada Reuters, dengan menambahkan bahwa hingga pukul 11.00 waktu setempat (pukul 23.00 WIB) jumlah mayat mencapai sedikitnya 1.500. Polisi juga terus membawa jasad korban ke kendaraan-kendaraan yang sudah dipenuhi mayat. Palang Merah Internasional mengatakan sebelumnya, jumlah kematian akibat gempa Selasa itu bisa mencapai 45.000 hingga 50.000, dan tiga juta orang terluka atau kehilangan tempat tinggal. Di ibukota Haiti yang hancur akibat gempa tersebut, mayat bisa dilihat di bawah puing-puing, bergeletakan di sisi jalan, atau menumpuk di kendaraan-kendaraan. Gempa bumi Selasa itu merupakan gempa paling kuat yang mengguncang Haiti dalam lebih dari 200 tahun, yang merobohkan istana presiden serta rumah-rumah perbukitan, dan membuat negara yang berpenduduk sembilan juta orang itu meminta bantuan internasional. Gempa itu berkekuatan 7,0 skala Richter dan pusatnya hanya 16 kolometer dari Port-au-Prince, ibukota Haiti. Sekitar empat juta orang tinggal di kota itu dan daerah sekitarnya, dan banyak penduduk tidur di luar rumah di tanah, jauh dari dinding-dinding bangunan yang melemah, sementara gempa-gempa susulan yang berkekuatan 5,9 mengguncang kota itu sepanjang Selasa malam hingga Rabu.(*)
