Islam Itu Agama Yang Diskriminatif !!!
                                        
Saya tidak menyangkal, semua agama hakekatnya mengajarkan hal2 yang bersifat 
diskriminatif.  Tetapi dizaman sekarang, hampir semua umat beragama menyadari 
salahnya sikap diskriminatif ini sehingga dengan berbagai cara sikap dan ajaran 
yang diskriminatif berhasil dihilangkan atau dinetralisir kecuali agama Islam 
dan umat Islamnya.

Salah satu cara menghindari sikap diskriminatif ini adalah dengan cara 
memisahkan kekuasaan negara dari ajaran agamanya, disertai larangan menonjolkan 
agama seseorang didalam ktp, ijazah, ataupun sim.

Agama harusnya dianggap sebagai rahasia pribadi seorang individu yang tidak 
boleh disebar luaskan kepada lingkungan umum.

Negara Israel juga lahir akibat diskriminasi dan kebencian agama Islam dimana 
bangsa Israel ini akhirnya terusir dari tanahnya di Arab dulunya.  Silahkan 
anda baca Quran dan Hadistnya, bahwa dulunya di Madinah dan Makah mayoritasnya 
memang orang Yahudi.  Bahkan Waraqa, paman Siti Khadijah juga rabbi Yahudi, 
sehingga dipastikan bahwa isteri pertama nabi Muhammad yang paling dikasihinya 
ini berdarah Yahudi yang berjiwa dagang.  Jelas orang Arab itu tidak ada yang 
berjiwa dagang waktu itu, mereka hanyalah menjadi pengantar atau perantara 
barang2 dagangan.

Dengan munculnya agama Islam, maka musnahlah orang Yahudi yang sangat halus 
jiwanya itu.

> stephanus iqbal <krag...@...> wrote:
> Adalah naif jika menyatakan bahwa di
> Israel tidak ada diskriminasi terhadap
> kaum Muslim. Kenyataannya adalah Israel
> merupakan negara paling rasis saat ini.
> Kalau bukan Yahudi, tidak mungkin dapat
> menjadi warga negara Israel. Sementara
> anda masih dapat menjadi warga negara
> Indonesia walaupun anda seorang Yahudi,
> selama ketentuan hukumnya tidak ada
> masalah.


Anda dipenuhi kebencian tanpa alasan hanya karena ajaran Islam yang mewajibkan 
umatnya membenci Yahudi.  Kalo saja anda dilahirkan dari keluarga beragama 
Shinto, tentu anda tidak akan membenci Yahudi seperti sekarang.

Gampang aja koq, kenapa orang Cina enggak membenci Yahudi seperti anda?  Kenapa 
orang Amerika enggak benci kepada Yahudi seperti anda?  Kenapa orang Russia 
enggak benci Yahudi seperti anda?  Kenapa orang Belanda enggak membenci orang 
Yahudi seperti anda?  Kenapa orang Papua tidak membenci orang Yahudi seperti 
anda?

Padahal orang2 semua yang saya sebutkan diatas bukan beragama Yahudi, bukan 
Yahudi, mereka dari berbagai agama dan kebangsaan yang kesemuanya tidak 
membenci Yahudi....  Tapi tidak aneh dan memang nyata, mereka semua yang tidak 
membenci Yahudi tapi sama2 membenci Islam, karena mereka sama2 sudah merasakan 
dan mengetahui bahwa Islam agama teror yang menterror siapa saya yang bukan 
sama Islamnya seperti mereka, bahkan sama2 Islam juga saling membenci koq 
seperti contohnya Islam Ahmadiah, Islam Sunni, dan Islam Syiah.

Di Israel yang menjadi warganegara Israel bukan cuma orang Yahudi, ada orang 
Cina, Jepang, dan bahkan yang paling banyak justru orang2 Arab yang beragama 
Islam.  Sebaliknya dinegara Islam dilarang ada orang Yahudi bahkan dilarang 
semua agama selain Islam sealiran dengan mereka, bahkan di Arab Saudia yang 
Islamnya kapah itu umat Islam Ahmadiah dipenggali kepalanya.

Kenyataannya sudah jelas, bukan rahasia, semua sudah tahu, tapi masih saja anda 
memfitnah tanpa dasar menuduh orang Yahudi itu rasialis.

Semua orang sudah tahu, semua negara diseluruh dunia bersedia membuka hubungan 
diplomatik dengan Israel, bahkan Israel juga bersedia membuka hubungan 
diplomatik dengan negara2 Islam, tapi karena ajaran Islam memang harusnya anti 
Yahudi, tidak satupun negara Islam yang mau membuka hubungan diplomatik dengan 
Israel.

Dari kenyataan2 ini, siapapun juga gampang mengambil kesimpulan siapa 
sebenarnya yang rasis.

Islam adalah ajaran yang rasis, Islam adalah agama yang biadab, Islam adalah 
agama yang mengadu domba umatnya sendiri, Islam selalu menuntut umatnya 
berkorban untuk Allahnya, kenapa tidak sebaliknya agar Allahnya berkorban untuk 
umatnya.

Memang, ajaran agama Kristen juga banyak cacatnya, tapi sudah terpikir oleh 
umatnya bahwa sang pencipta seharusnya berkorban untuk umatnya, dari pemikiran 
yang mendalam inilah akhirnya muncul kepercayaan adanya Tuhan Yesus yang 
berkorban di kayu salib.

Terlepas dari kebenarannya, disini ingin saya tunjukkan bagaimana kemajuan 
berpikir merubah manusia menjadi bertambah menonjol rasa kasih sayang satu 
dengan yang lainnya tanpa membedakan agamanya.

Apakah umat lain bisa bersimpati dengan Syariah Islam yang membedakan manusia 
dari agamanya dimana hanya muslimin yang derajatnya paling tinggi dan mereka 
yang bukan muslimin dianggap lebih rendah daripada binatang ????  Gimana ajaran 
ini dimasa depannya bisa berkembang?  Jumlah muslimin makin berkurang kalo 
orang2 sekuler membiarkan mereka saling membunuh.  Islam bisa bertahan gara2 
Amerika lah yang melindungi agar mereka jangan saling membunuh.

Secara UU negara memang Indonesia tidak boleh rasis, tapi anda harus ingat UU 
Indonesia itu dipengaruhi United Nation, tapi prakteknya juga di Indonesia 
penuh rasis, kesukuan, membedakan agama, membakar gereja, menjarah umat Islam 
Ahmadiah, semuanya tidak ditangkap, tidak diadili, dan kejadian itu dianggap 
sebagai kehendak umat saja yang tidak bisa disalahkan....  bukan begitulah 
seharusnya negara Demokratis, bahkan orang Yahudi juga bukan cuma dilarang jadi 
warganegara Indonesia, bahkan mau ikut tender telkom aja harus dilarang karena 
ada bau Yahudinya.  Coba anda tanyakan kepada keturunan cina di Indonesia dari 
hati kehati....  apakah mereka merasa nyaman tinggal di Indonesia yang begitu 
rasisnya???  Jangankan mereka yang Cina, bahkan Jusup Kala sendiri merasa 
dirinya didiskriminasi atas dasar kesukuan, padahal Jusuf Kala sendiripun 
mendompleng kesukuan sewaktu kampanye dimana dia merasa se-olah2 karena dia 
dari luar Jawa maka rakyat harus memilihnya jadi presiden agar bisa membuktikan 
bahwa presiden dari luar Jawa juga dibolehkan.

Kalo pemimpin atau calon pemimpinnya sudah rasis dan kesukuan begini, wajar 
kalo semuanya juga begitu dimana akar budaya rasis dan kesukuan ini bersumber 
dari ajaran Islam itu sendiri.

Renungkanlah.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke