Tanggung Jawab Presiden 5 Tahunan Bukan 100 Harian !!!
SBY sengaja membuat ukuran yang menyesatkan untuk menilai hasil kerjanya dalam
ukuran program kerja 100 hari, mungkin dia cuma jiplak cara2 kampanye Obama
yang juga gagal program 100 hari kerjanya di Amerika. Hutang Amerika
membengkak 10 kali lipat hanya dalam 100 hari kerjanya Obama, dan pengiriman
tentara naik 3 kali lipat hanya dalam 100 hari kerjanya di Gedung putih.
Tapi SBY lebih parah dari Obama, karena dalam 100 hari kerjanya ternyata SBY
lebih berprestasi dalam menambah jumlah koruptor dinegeri ini.
Dalam 100 hari ternyata SBY berhasil membungkam opposisi dengan cara2 share
koalisi dengan berbagai partai2 korup yang dulunya telah menghancurkan ekonomi
negara ini.
> hartono_tjahjadi <tahun.2...@...> wrote:
> Menkeu, Sri Mulyani menegaskan, pemerintahan
> SBY-Boediono masih akan berjalan hingga lima
> tahun ke depan. Untuk itu, ukuran keberhasilan
> bukan hanya 100 hari.
>
Yang membikin keberhasilan diukur pake satuan 100 hari ini khan SBY sendiri.
Bahkan rencana kerjanya 100 hari pertama itu dia sendiri yang mempopulerkan
atau mengiklankannya.
Kenapa sewaktu program kerja 100 harinya dinyatakan masyarakat sebagai gagal
Sri Mulyani masih tak malu2 berkilah bahwa ukuran keberhasilan bukan hanya 100
hari ???
Kalo 100 hari pertama gagal, 100 hari kedua juga gagal, 100 hari kesekian....
juga gagal, hingga 100 hari terakhir masih bisa mungkinkah dinyatakan berhasil
??? Tentunya khan tidak mungkin, karena kalo 100 hari keseluruhannya gagal
tidak mungkin yang ke 100 hari terakhir bisa dinyatakan berhasil.
Memang ini contoh presiden yang dungu, meskipun bergelar doktor ternyata tidak
mengerti management negara, bahwa program kerja tidak mungkin direncanakan cuma
untuk sebatas 100 hari saja. Dia tidak tahu apa yang harusnya dia kerjakan
dalam 5 tahun, dia cuma mengerti bahwa kerjaannya yang 100 hari hanya di-ulang2
saja selama 100 harian kerja kuli kontrak.
Dalam 100 hari pertama, SBY berhasil merusak system negaranya:
Dua koruptor kakap pimpinan KPK yang sudah berhasil ditangkap PolRi berhasil
dibebaskan, dihentikan proses hukumnya.
Ratusan koruptor kelas atas yang terlibat mencuri uang negara melalui bail-out
bank century tidak satupun yang dituntut dan permasalahannya cuma di-puter2
melalui pembentukan pansus yang tidak punya rencana kerjanya sama sekali.
Pansus itu tidak punya target apapun juga, dan sangat keterlaluan, ternyata
Pansus sama sekali bukan legitimasi hukum melainkan hanya merupakan arena debat
kusir.
Hari ini ini rakyat di Indonesia lebih menderita dari 100 hari yang lalu.
Hari ini, pendidikan di Indonesia lebih rusak dari 100 hari yang lalu.
Hari ini, ekonomi Indonesia lebih terjerumus dari 100 hari yang lalu.
Hari ini, korupsi di Indonesia lebih berkembang dari 100 hari yang lalu.
Hari ini, listrik di Indonesia mengalami pemadaman yang lebih banyak
dibandingkan 100 hari yang lalu.
Hari ini, air bersih di Indonesia makin susah didapatkan dari 100 hari yang
lalu.
Hari ini, biaya hidup di Indonesia lebih mahal dibandingkan dari 100 hari yang
lalu.
Hari ini, gaji pejabat naik 20% lebih tinggi dari 100 hari yang lalu.
Secara keseluruhannya, hari ini kehidupan di Indonesia jauh lebih buruk dari
100 hari yang lalu.
Kesimpulan apa yang harus ditarik dari kenyataan2 diatas ini ??? Berhasilkan
program 100 hari SBY memperbaiki kualitas kehidupan di Indonesia ??? Runyam
kalo kita harus menunggu hingga 100 hari terakhir nanti 5 tahun yang akan
datang.
Ny. Muslim binti Muskitawati.