Refleksi: Astafirullah. Kemarin dulu ada kapal terbang mendarat darurat,
seudah itu ada ban kapal terbang pecah, sekarang helicopter mendarat daruat.
Aneh bin ajaib atau hal biasa?
-----
Harian Komentar
13 Februari 2010
Helikopter Mendarat Darurat di Stadion Duasudara Bitung
Bitung, KOMENTAR
Warga Manembo-nembo Kota Bitung, Jumat (12/02) kemarin siang sekitar pukul
12.00 WITA, dikejutkan dengan pendaratan darurat yang dilakukan sebuah
helikopter di atas lapangan sepakbola Stadion Duasudara. Ratusan warga pun
berbondong-bondong melihat dari dekat helikopter berwarna kuning jenis Bell 142
dengan nama Air Fast tersebut.
Sebelum melakukan penda-ratan yang tidak direnca-nakan tersebut, heli milik
sebuah perusahaan tambang di wilayah Maluku Utara itu, terlihat sempat
berputar-putar di atas Kota Bitung dengan ketinggian sekitar 20 meter.
Heli itu sendiri ditumpangi sembilan orang dikemudikan Capt Supriyo. Supriyo
mengata-kan, heli tersebut awalnya terbang dari Halmahera akan menuju ke
Bandara Sam Ratu-langi, namun karena cuaca gelap dan sangat kabut, sehing-ga
pihaknya memutuskan untuk mendarat dulu, setelah sebelumnya melihat Stadion
Duasudara idel untuk dilaku-kan pendaratan.
"Kami terpaksa melakukan pendaratan ini, karena kondisi jarak pandang hanya 1
Km, sehingga diputuskan untuk mendarat darurat di lapangan Stadion Duasudara
akibat cuaca buruk alias berkabut. Ini demi keselamatan penum-pang," tandas
Supriyo.
Sedangkan salah seorang penumpang, Mr Boyke, warga negara Australia yang
bekerja di perusahaan tambang PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) mengaku, pesawat
helikopter yang ditumpanginya sempat berputar-putar di Pulau Lem-beh, kemudian
karena cuaca buruk, pilot memutuskan un-tuk mendarat darurat.
Sementara itu, dalam pan-tauan harian ini kemarin, cuaca di wilayah Kota Bitung
memang sangat tidak ber-sahabat, di mana hujan deras dibarengi awan gelap dan
angin kencang terjadi hampir seha-ri. Dan inilah yang menjadi alasan helikopter
perusahaan tambang di Halmahera ini langsung melakukan pen-daratan darurat
ketika me-lewati Kota Bitung. Namun selang 30 menit kemudian, begitu udara
sudah cerah lagi, helikopter itu terbang lagi menuju tujuan.(nan)