http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?ses=&id=2307
23 Pebruari 2010 09:35:25
Aspirasi Tuntut Merdeka Kembali Disuarakan
--------------------------------------------------------------------------
Ratusan Massa Solidaritas HAM, Hukum dan Demokrasi Unjuk Rasa di DPRP
JAYAPURA - Ratusan massa yang menamakan dirinya Solidaritas HAM, Hukum
dan Demokrasi Papua kembali menyuarakan aspirasi Papua Merdeka lewat aksi demo
damai yang dilakukan di DPRP, Senin (22/2) kemarin. Aksi demo yang berlangsung
tertib itu, awalnya massa berkumpul dari Perunas III Waena sekitar pukul 09.00
Wit. Massa dengan berjalan kaki menuju Ekspo Waena. Sesampainya di depan Ekspo
Waena sekitar pukul 09.45 WIT kemudian massa yang dari Perumnas III bergabung
dengan massa yang telah menunggu di Ekpo Waena. Disana mereka kemudian beberapa
orasi.
Dalam orasinya, para pendemo beberapa kali meneriakan 'Papua Merdeka'.
Mereka juga mengajak rakyat Papua untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Papua
yang selama ini tertindas. Kemudian setelah massa semakin banyak selanjutnya
massa hendak berjalan kaki kearah Abepura.
Setelah berkoordinasi dengan Pihak Polsekta Abepura yang dipimpin
langsung oleh Polsekta Abepura AKP Yafet Karafir akhirnya pihak kepolisian
mengijinkan para pendemo untuk melakukan long much.
Para pendemo dengan berjalan kaki sambil bernyanyi dan terus meneriakan
'Papua Merdeka'. Selain itu, para pendemo menggelar spanduk yang isinya ;
Pemerintah segera tarik pasukan organic dan non organic , Stop militerisme di
Papua. Negara bertanggung jawab atas seluruh korban pelanggaran HAM di Papua.
Selain spanduk para pendemo juga membawa beberapa pamflet yang
diantaranya tertulis, Papua tanah damai hanyalah hayalan. Hentikan kekerasan
terhadap tahanan Napol Tapol, bebaskan tahanan Tapol dan Napol di Papua. Stop
militerisme di Papua, stop pembunuhan di luar proses hukum, hentikan penambahan
kodam di Tanah Papua, hentikan bisnis di Tanah Papua, rakyat Papua lawan
penindasan, dan pamphlet-pamflet lainnya.
Sesampainya di Padang Bulan ratusan massa itu dihentikan aksinya oleh
pihak kepolisian karena aksi itu cukup mengganggu arus lalu lintas. Setelah
berkoordinasi dengan aparat, kemudian disediakan lima buah truk dan satu buah
taxi untuk mengangkut mereka. Ratusan pendemo kemudian menuju ke Abepura.
Sesampainya di Abepura tepatnya di depan Kantor Pos Abepura mobil yang
dikendarai pendemo langsung berhenti dan para pendemo kembali berkoordinasi
dengan pihak kepolisian akan melanjutkan aksinya tersebut ke DPRP. Pengawalan
ketat dari aparat gabungan Dalmas Mapolresta Jayapura dan Brimob sebanyak 1
kompi plus ditambah 1 unit kendaraan Water Canon telah disiagakan di Taman Imbi
guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Dalam mengantisipasi
hal-hal yang tidak kita inginkan dalam aksi demo ini, kami telah menyiagakan
pasukan untuk siap siaga,"ungkap Kapolresta Jayapura, AKBP. H. Imam Setiawan,
SIK kepada wartawan disela-sela aksi demo tersebut.
Massa yang tiba di DPRP dengan berjalan kaki sambil membawa spanduk dan
pamflet langsung masuk kemudian meneriakkan Papua Merdeka dan mengelilingi
bundaran taman air yang ada di DPRP. Setelah tiba kemudian massa langsung
membentangkan spanduk lain yang bertuliskan "Pemerintah segera bebaskan
Tapol/Napol tanpa syarat kemudian Pemerintah RI segera membuka ruang HAM dan
Demokrasi bagi rakyat Papua serta meminta supaya pemerintah segera menarik
pasukan organik maupun non organik.
Sambil melakukan orasi secara bergantian dari masing-masing daerah dan
kota. Dalam orasi-orasinya, Koordinator aksi, Usama Yogobi meminta supaya semua
tahanan politik (Tapol) dan narapidana politik (Napol) dibebaskan tanpa syarat
kemudian meminta kepada aparat kepolisian mengungkap kasus penembakan Opinus
Tabuni di Wamena yang sampai sekarang tidak jelas.
Massa sempat menunggu lama ada pihak DPRP yang turun menemui namun
menurut informasi bahwa hampir seluruhnya anggota DPRP sedang tidak ditempat
karena sedang mengikuti Raker Bupati Se-Pegunungan Tengah di Wamena. Sambil
menunggu, orasi terus berlanjut dan akhirnya Wakil Ketua II DPRP, Komarudin
Watubun, SH, MH bersama Wakil Ketua Komisi A, Ir. Weynand Watori, anggota
Komisi A, Amal Saleh, Wakil Ketua Komisi B, H. Zainuddin Sawiyah, SH dan
anggota Komisi E, H. Maddu Mallu, SE turun untuk menemui mereka.
Namun sangat disayangkan meskipun pihak DPRP sudah menemui mereka
tampaknya massa menginginkan Ketua DPRP, Drs. John Ibo, MM yang datang menemui
namun berkat proses negosiasi dan pemahaman bahwa Ketua DPRP sedang tidak
ditempat maka Wakil Ketua II yang menerima. Alasan itu akhirnya diterima massa
namun tidak serta merta langsung memberikan semua pernyataan sikapnya sehingga
dialog secara singkat pun terjadi. Massa meminta supaya DPRP bekerja untuk
memperjuangkan pembebasan sejumlah tapol dan napol lewat pembentukan tim.
"Aspirasi ini tetap akan kami tindaklanjuti dan akan menjadi agenda
sehingga untuk memutuskan permintaan itu kami tidak bisa karena harus lewat
mekanisme. Kemudian menyangkut pembentukan tim itu akan ditinjau kembali karena
akan lebih koordinasi dengan pimpinan DPRP sedangkan untuk pembebasan tapol dan
napol, hal itu akan dikoordinasikan kepada Komisi A yang membidanginya sehingga
perlu dibahas lebih jauh,"jelas Komarudin. (dni/nal/luc) (scorpions)