http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010022501592216

      Kamis, 25 Februari 2010 
     
      BURAS 
     
     
     
Akhir Pansus, Presiden Lolos Makzul! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "MESKI Fraksi Partai Demokrat (FPD) di Pansus Skandal Bank Century DPR 
kalah telak dengan skor 31-5 (merger 9-0), FPJP (7-2), PMS (7-2), dan aliran 
dana (8-1), rekomendasi semua fraksi di Pansus justru meloloskan Presiden SBY 
dari pemakzulan!" ujar Umar. "Memang, tanggung jawab Boediono (sekarang wakil 
presiden) dalam bailout Bank Century ada disebut empat fraksi, namun meski 
presiden/wakil presiden dipilih dalam satu paket, konstitusi mengatur dalam hal 
pemakzulan--jika terpenuhi syarat-syaratnya--bisa dilakukan hanya terhadap 
salah satu dari dwitunggal tersebut!"

      "Untuk sampai pada pemakzulan atas salah satu dari dwitunggal itu pun, 
prosesnya tak mudah!" sambut Amir. "Tak mudah, karena paripurna DPR membahas 
hasil kerja Pansus harus menghasilkan pernyataan pendapat DPR yang menjurus 
proses pemakzulan! Padahal, tak satu pun rekomendasi fraksi di Pansus menjurus 
ke sana--semua mengarahkan ke proses hukum!"

      "Berarti, proses pemakzulan baru bisa dimulai prosesnya setelah ada 
putusan berkekuatan hukum tetap--bisa menunggu bertahun-tahun!" tegas Umar. 
"Setelah ada putusan dimaksud, DPR sidang paripurna untuk membuat pernyataan 
pendapat menuju pemakzulan! Tak bisa pula langsung membawa proses pemakzulan 
itu ke MPR, tapi harus lebih dahulu ke MK untuk menguji apakah dengan hukuman 
yang ada memenuhi syarat untuk MPR sidang memproses pemakzulan! Di MPR juga 
harus tercapai suara mayoritas untuk memakzulkan--syarat yang tak gampang!"

      "Dengan demikian tampak, Presiden SBY sangat aman dan amat jauh dari 
ancaman pemakzulan!" timpal Amir. "Juga Boediono, prosesnya belum tentu sampai 
tingkat itu! Dengan proses hukum peluangnya fifty-fifty untuk vonis tidak 
bersalah!"

      "Namun di balik itu, semakin jelas bagi kader Partai Demokrat (PD) untuk 
kecewa pada mitra koalisinya yang telah mempermalukannya di muka publik bangsa 
dengan skor telak 31-5 itu!" tegas Umar. "Untuk itulah, tokoh-tokoh penting PD 
mulai Sekjen Amir Syamsuddin, Ketua FPD DPR Anas Urbaningrum, anggota Dewan 
Pembina Hayono Isman, dan Ruhut Sitompul, tegas akan mengusulkan kembali pada 
Presiden SBY untuk me-reshuffle kabinet! Apakah Presiden SBY, pemilik hak 
prerogatif, akan memenuhi usulan itu?"

      "Keputusan Presiden SBY dalam hal ini akan jadi barometer, sejauh mana 
komitmennya terhadap pemahaman atau persepsi publik atas demokrasi yang menjadi 
alas pandangan dan sikap mitra-mitra koalisi PD--terutama PKS yang mendukung 
pemenangannya di pilpres!" timpal Amir. "Lalu, persepsi publik terhadap 
komitmen tersebut akan menentukan popularitas SBY selanjutnya! Tebak sendiri 
bakal seperti apa pertimbangan SBY jika mempertaruhkan popuparitas dirinya!" *
     

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

Kirim email ke