----- Forwarded Message ----
From: Berni Sitompul <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, March 1, 2010 3:50:05 PM
Subject: tuh kan apa gw bilang?




--- Pada Sen, 1/3/10, Haris Ismoyo <[email protected]> menulis:


>Dari: Haris Ismoyo <[email protected]>
>Judul: curahan hati golkar?
>Kepada: [email protected]
>Tanggal: Senin, 1 Maret, 2010, 7:05 AM
>
>
>bung, bagaimana menurut anda? Sori, fw aslinya aku hapus. Jangan, di fw lagi 
>ya.
>
>---------------------------- 
>
>Fw: Kami Hanya Mengambil Hak Kami.. 
>
>Menyambung obrolan
> tempo hari, saya mau menegaskan satu hal: sekali layar terkembang, pantang 
> surut kami melangkah. Biarpun sudah kalah pemilu, tiada putus harapan kami 
> untuk kembali berkuasa. 
>
>
>> mereka kan sudah menang pemilu?
>
>
>
>Bagi kami, pemilu hanyalah sebuah cara. Kemenangan Yudhoyono lebih disebabkan 
>karena rakyat kita masih bodoh. Rakyat tak bisa membedakan mana yang emas, 
>mana yang loyang. Rakyat kita itu implusif, mudah terpukau. Kami menyadari 
>itu. Tapi, sayang telat. 
>
>
>Terlambat sekali tidak. Dan, ini kami buktikan saat ini. Kami menyadari rakyat 
>hanya konsumen pasif dan tidak loyal. Mereka mau memberi suara kepada 
>Yudhoyono dan partai mercy-nya
> itu.Tapi, disuruh lebih dari itu? Tidak. Wong Gus Dur yang aura 
> kharismatiknya lebih mistis saja tidak bisa mengerahkan massanya untuk 
> melawan kami, apalagi si You know yang pembimbang ini. 
>
>
>
>Waktu itu saya malas omong, habis you bawa-bawa teman-teman yang tak jelas 
>itu. Saya ragu mereka itu berpihak dimana. Sumber-sumber saya di kalangan 
>aktivis menyebut mereka orangnya si You know itu. 
>
>> kok bisa dapat dukungan ya?
>
>Resep kami, sederhana saja. 
>
>Kami berhasil galang para aktivis politik yg doyan cari panggung itu. 
>Tempelkan saja isu neoliberal, mereka langsung berjejer jadi juru bicara kami 
>yang andal. Tentu semua itu ada harganya, namanya juga politik. 
>
>
>Lagi pula, di antara mereka juga ada barisan sakit hati. Tak dilirik jadi 
>menteri. Tak dapat kapling jadi komisaris. Juga mereka yang terancam dicopot. 
>Yg kayak ginian lebih mudah lagi digaet. Tentu saja ada   kompensasinya. 
>Sedikit lebih
> mahal, maklum yang tipe ginian udah lebih tidak malu-malu kucing. Taulah 
> sendiri. 
>
>
>> jumlah massa kok nggak pernah seperti yang disampaikan di koran-koran?
>
>Ah, jangan naif lah. Massa itu kan artinya duit. Satu orang 35-50 ribu.    
>Bruto itu. Belon ongkos-ongkos sama biaya calonya. Lagi pula, kalau 
>bener-beneran kita penuhi target massa itu, berabe dong, ntar lawan bisa 
>langsung waspada. Jadi diicrit-icrit aja. 
>
>
>
>Nah buat 2-3 maret, kami bakal lebih besar. Kita sudah lobi pks, dan berhasil. 
>Mereka sudah   instruksikan SPN untuk turun. Kami juga minta serikat buruh 
>hotel yang ada di bawah kendali orang-orang mereka untuk diturunkan juga. 
>
>
>
>
>> Maunya apa sih?
>
>Fatsun politiknya, kami tak boleh ditinggalkan. Seperti tentara. Inget waktu 
>gus dur. Waktu itu  benar-benar prahara. Tentara diobok-obok. Kami disikat. 
>Keterlaluan sekali. 
>
>
>
>Waktu periode
> pertama, kami kan ada. Meski sering ditelikung, kami ada. Makanya situasi 
> bisa terkendali. Sekarang, kami tak ada. Tentara? Ya emang ada si you know 
> itu. Tapi itu tentara salon. Kurang militer, kata orang militer sendiri. 
>
>Indonesia tanpa kami dan tentara tak bakal pernah tenang. Percayalah. Si you 
>know itu sudah termakan wacana untuk menyingkirkan kami. Dia kira dia itu 
>siapa? 
>
>> arb mau jadi wapres ya?
>
>Ah, you kayak anak kemaren sore aja. Slipi 1 kami tau, sekarang waktu yang 
>tidak tepat. Kalau ada kesempatan, kami mau sorong AT saja. Biar si you know 
>tambah repot, ha..ha..ha.. 
>
>
>
>Sekarang ini, waktunya ngabisin dulu. Century sudah jadi horor bagi demokrat. 
>Kalau di survei pasti sudah jeblok. Juga ngabisin si ani yang cerewet itu. 
>
>Dia itu bisa berbahaya. Bisa jadi batu sandungan di 2014. kalau sekarang sih, 
>sudah jelas bikin masalah saja. Bisnis kami banyak dijegal. Terus pajak kami 
>dikoyo-koyo. Siapa sih
> yang hari gini bayar pajak yang bener? Plis, deh, jangan kayak anak kecil.. 
> Kalau si Boed, ya, jelaslah. Pak JK mangkelnya udah ke ubun-ubun. Monorel 
> terus pln. Belagu bener itu dia, ngga nyadar diri. Teknokrat kok mau lawan 
> partai? 
>
>> ramai-ramai century mau sampai mana?
>
>You sudah tau kan.. ini nggak ada hubungannya dengan bailout dan segala 
>macemnya. Itu sih omongan pemanis aja. Century adalah pintu bagi kami untuk 
>mengambil hak kami. Itu saja. Makanya, isu awalnya harus heboh biar dapat 
>dukungan (sby makan duit century). Kita tau kok nggak ada. Yang penting, 
>simpati harus direbut dulu. Kata gus dur, gitu aja kok repot.. 
>________________________________
 Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
>Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
________________________________
 Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 


      

Kirim email ke