Kalo bersalah tentu harus dijatuhkan dulu baru diadili untuk kemudian dihukum.  
Jadi bukan saling menjatuhkan cukup yang terbukti salah saja yang dijatuhkan 
agar bisa diadili.











--- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
>
>     
> 
> http://www.jambiekspres.co.id/index.php/utama/10405-sby-demokrasi-beretika-bukan-saling-menjatuhkan.html
> 
> 
>       Sabtu, 27 Februari 2010 10:04 
>      
>       SBY: Demokrasi Beretika, Bukan Saling Menjatuhkan  
> 
> 
> 
>        
>       MAULID NABI : Presiden SBY dan Wapres Boediono bersama ribuan umat 
> islam dan jamaah Majelis Dzikir Rosulullah, melakukan dzikir akbar di silang 
> Monas, kemarin.
>       JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri zikir 
> bersama puluhan ribu orang yang tergabung dalam jamaah Majelis Rasulullah di 
> Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, kemarin (26/2). 
> 
>       Zikir bersama tersebut dilakukan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi 
> Muhamad SAW.
> 
>       Selain Presiden, hadir pula Wapres Boediono, Menko Polhukam Djoko 
> Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri 
> Agama Suryadharma Ali, dan Mensesneg Sudi Silalahi. Zikir dan ceramah 
> disampaikan pimpinan Majelis Rasulullah Habib Munzir Al Musawa.
> 
>       Dalam sambutannya, Presiden mengatakan, untuk membawa masyarakat ke 
> dalam perubahan yang lebih baik, Muhamad telah menemui banyak kesulitan dan 
> cobaan. Namun dengan kesabaran dan ketegaran Muhamad, serta mengajak semua 
> pihak untuk menjalankan tugas, semua tantangan bisa diatasi. 
> 
>       "Ternyata sejarah membuktikan bahwa seberat apapun persoalan, tantangan 
> dan ujian itu dapat diatasi, dengan izin dan pertolongan Allah SWT," kata 
> SBY. Presiden menambahkan, upaya membangun negara juga sarat ujian dan 
> tantangan. Untuk itu, ia mengajak semua pihak meneladani kepemimpinan Muhamad 
> untuk mengatasi persoalan bangsa. 
> 
>            Selain menghadiri zikir bersama di Monas, Presiden juga menggelar 
> peringatan Maulid Nabi Muhamad di Istana Negara, Kamis malam (25/2). 
> Peringatan itu juga dihadiri Wapres dan hampir seluruh menteri Kabinet 
> Indonesia Bersatu. Para Duta Besar negara berpenduduk muslim juga menghadiri 
> peringatan kelahiran Muhamad pada 15 abad silam tersebut.
> 
>            Dalam pidatonya, SBY juga mengajak mencontoh Muhammad dalam 
> berdemokrasi dan berpolitik. "Perilaku Rasulullah yang santun dan penuh 
> etika, haruslah menginspirasi kita dalam mewujudkan demokrasi di tanah 
> air,"kata SBY.
> 
>            SBY mengatakan, demokrasi harus disertai amanah dan penuh etika, 
> kesantunan, dan akhlak yang baik. "Bukan demokrasi yang sarat dengan dendam 
> dan permusuhan, serta saling menjatuhkan," katanya.
> 
>            Demokrasi yang dibangun, lanjut presiden, harus menjauhkan diri 
> dari tirani kekuasaan dan golongan kuat, serta bentuk-bentuk pemaksaan 
> kehendak yang justru merusak rasa keadilan.
> 
>        "Prinsip-prinsip dasar musyawarah untuk mufakat demi kebaikan rakyat 
> dan negara, masih memiliki tempat di alam reformasi dewasa ini," kata SBY. 
> Islam, demokrasi, dan modernitas, kata SBY, selaiknya dapat hidup seiring dan 
> sejalan dengan damai.
>


Kirim email ke