http://www.antaranews.com/berita/1267861200/pembatalan-kunjungan-obama-pukulan-pariwisata-yogyakarta


Pembatalan Kunjungan Obama Pukulan Pariwisata Yogyakarta
Sabtu, 6 Maret 2010 14:40 WIB | Peristiwa | Umum | 
Yogyakarta (ANTARA News) - Pembatalan rencana kunjungan Presiden Amerika 
Serikat Barack Obama ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah 
menjadi pukulan berat bagi pariwisata di wilayah itu, kata Ketua Keluarga 
Public Relation (Kapurel) Yogyakarta Dedy Pranowo Eryanto.

"Jadi, sangat disayangkan pembatalan rencana kunjungan Obama ke Yogyakarta 
karena pariwisata di DIY-Jawa Tengah masih dianggap belum aman untuk dikunjungi 
wisatawan," kata Dedy Pranowo di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, pembatalan rencana kunjungan Obama tersebut juga mempengaruhi 
citra pariwisata Yogyakarta dan Jawa Tengah karena di mata internasional kedua 
wilayah itu dinilai belum memberikan rasa aman bagi wisatawan mancanegara 
(wisman).

"Pembatalan kunjungan Obama ke DIY dan Jateng diduga kuat berkaitan dengan 
faktor keamanan. Ini harus menjadi renungan kita bersama, bukan saja pelaku 
dunia pariwisata saja," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat DIY dan Jawa Tengah dan seluruh pemangku kebijakan 
yang terlibat dalam dunia pariwisata harus belajar banyak dari masyarakat Bali 
tentang perilaku, sikap dan keterbukaan serta kearifan lokal masyarakat bagi 
para wisman termasuk memberikan penghormatan kepada kepala negara ketika mereka 
berkunjung ke daerahnya.

"Wisatawan dapat merasakan aman, nyaman dan bahagia. Di Bali pernah terjadi 
teror bom dengan korban ratusan nyawa wisatawan namun mereka dapat bangkit dan 
menyakinkan dunia bahwa tempat mereka aman untuk dikunjungi," katanya.

Dedy mengatakan, pariwisata DIY-Jateng sendiri dengan pembatalan kunjungan 
Obama tidak bisa berbuat banyak dan tidak bisa berbicara karena faktanya Bali 
yang menjadi tujuan Obama dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia.

"Kami tidak bisa berbuat banyak, namun yang jelas masyarakat DIY-Jawa Tengah 
harus belajar banyak dari masyarakat Bali," katanya.(V001/A038)

Kirim email ke