Refleksi : Mungkin SBY abaikan perempun, karena takut digebuk oleh isterinya 
dan tidak dikasi sarapan pagi hari. Bukan bisa tambah merepotkan SBY di masa 
krisis BC sekarang. NKRI bisa tambah kaputt!

  

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=13932

2010-03-06 
SBY Abaikan Perempuan


[JAKARTA] Barisan Perempuan Indonesia (BPI) mengecam Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono (SBY) yang tidak peka terhadap nasib perempuan yang kian terancam dan 
kritis. Aksi gugatan tersebut akan dilakukan, Senin (8/3) bertepatan dengan 
seabad perlawanan perempuan internasional. 


Rencananya sekitar 300 perempuan berunjuk rasa menyuarakan kekecewaan Presiden 
SBY yang nilai gagal memperjuangkan nasib dan hak-hak perempuan. Barisan 
perempuan itu terdiri dari kelompok buruh, tani, nelayan, dan pekerja rumah 
tangga.
Ketua Departemen Propaganda Perhimpunan Rakyat Pekerja Ruth Indiah Rahayu di 
Jakarta, Jumat (5/3), bahkan menyebut momen itu akan dijadikan wadah perlawanan 
atas perlakuan buruk nasib perempuan.


Dalam catatan BPI, dalam satu hari jelasnya sebanyak 12 buruh migran perempuan 
mati di negara tempat kerja, 1.600 buruh perempuan mengalami pemutusan hubungan 
kerja (PHK). Selain itu, 20 perempuan diperdagangkan, 100 juta ibu rumah tangga 
mengutang Rp 30.000 dalam seharinya dan 12 lainnya menjadi korban kekerasan 
seksual, lalu dalam kurun waktu empat hari, tercatat 1 orang bunuh diri.

Rapor Merah
Komite Convention on the Elimination of All forms of Discrimination Against 
Women (Cedaw) memang masih memberikan rapor merah kepada pemerintah yang belum 
berhasil menghapus diskriminasi terhadap perempuan. Ketua Cedaw Working Group 
Initiative Indonesia Aida Milasari menyatakan, Indonesia masih memiliki sekitar 
154 peraturan daerah (perda) diskriminatif terhadap keberadaan perempuan.


Senada dengan itu, Koordinator Advokasi Kebijakan LBH APIK Umi Farida mengaku 
kecewa. Janji pemerintah hanya omong kosong. "Buktinya tidak satu pun surat 
keputusan atau aturan untuk membatalkan diskriminasi perda," tandasnya.
Sementara itu, pada hari ketiga Sesi ke-54 Conference on the Status of Women 
(CSW), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari 
Gumelar, mengikuti acara peringatan Hari Perempuan Internasional yang 
diselenggarakan di gedung PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (3/3). 


Dalam kesempatan lain, Menteri PP & PA melakukan pertemuan bilateral dengan 
Direktur Eksekutif UNFPA, Thoraya Obaid. Thoraya mengungkapkan UNFPA telah 
memberikan bantuan untuk beberapa kegiatan KPP & PA melalui program UNFPA "7th 
Cycle Country Programme". [R-15] 


--------------------------------------------------------------------------------






<<36_11_6.gif>>

Attachment: sig.jsp?pc=ZSzeb098&pp=GRfox000
Description: Binary data

Kirim email ke