Refleksi : Apakah di Aceh dilakukan pembakaran rumah ibadah dan pemboman hotel? Mengapa mereka dari dulu tidak berlatih disana semasa GAM masih jaya?
http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=13958 2010-03-06 Teroris Aceh Bidik Obama [JAKARTA] Sumber intelijen di Mabes Polri menyatakan jaringan teroris Al Qaeda Serambi Mekah Aceh tengah merancang serangan kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat berkunjung ke Indonesia, 20-22 Maret 2010. Jaringan itu memilih berlatih di Aceh karena relatif tidak terpantau aparat keamanan dibanding bila berlatih di Pulau Jawa. Terkait hal itu, aparat keamanan terus memburu anggota jaringan tersebut. Sampai saat ini, aparat Kepolisian telah menangkap 17 dari 50orang yang diduga terkait jaringan tersebut, termasuk satu orang yang tewas ditembak. "Tadi pagi telah ditangkap lagi dua orang yang diduga teroris. Sebelumnya, 14 orang telah ditangkap dan satu orang tewas ditembak," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang kepada SP, Sabtu (6/3), terkait perkembangan penggerebekan sarang teroris di Aceh Besar. Dikatakan, 14 tersangka yang kini mendekam di ruang tahanan khusus di Markas Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, masih menjalani pemeriksaan intensif. "Saya menerima informasi dari internet soal jaringan para pelaku yang diduga terkait Al Qaeda. Kami masih menyelidiki dan menelusuri isi dokumen mereka, sehingga belum bisa mengumumkan secara resmi para tersangka tersebut berasal dari kelompok mana," ujarnya. Terkait 10 anggota Brimob yang menderita luka tembak saat penyergapan, Kamis (4/3) sore, Edward menyatakan mereka masih dirawat di rumah sakit setempat. "Anggota Brimob yang dirawat di rumah sakit setempat diupayakan untuk dirawat di Jakarta," katanya. Dari Aceh dilaporkan, aparat keamanan gabungan terdiri dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, anggota Brimob, tim Gegana, serta jajaran Kepolisian Aceh, sepanjang Jumat (5/3) hingga Sabtu (6/3) siang masih terus menyisir kawasan Pegunungan Jalin dan lokasi lain di hutan Aceh Besar. Pencarian itu, terutama untuk mencari seorang anggota polisi yang hilang saat terjadi kontak senjata, Kamis lalu, di Desa Meunasah Tunong, Seulimeum, Aceh Besar. Dugaan sementara, anggota Brimob itu tewas tertembak. Sampai Sabtu (6/3), tinggal dua anggota Brimob yang dirawat di RS Zainal Abidin, Banda Aceh, sedangkan delapan anggota lainnya telah diizinkan pulang. Kapolda Aceh Irjen Pol Adityawarman saat diminta keterangan terkait hilangnya seorang anggota Brimob yang diduga tewas tertembak, mempersilakan SP menanyakannya ke Mabes Polri. "Semua informasi terkait penyerbuan kelompok yang diduga anggota teroris harus keluar dari Mabes Polri," ujarnya singkat. Pantauan SP di lapangan, sejumlah pasukan terlihat lalu-lalang di kawasan pegunungan Aceh Besar. Di sepanjang jalan, aparat merazia para penumpang angkutan umum jurusan Banda Aceh-Medan. Dari upaya tersebut, aparat menangkap seorang warga yang diduga anggota kelompok bersenjata di Aceh Taming, Jumat (5/3). Sementara itu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengimbau masyarakat Aceh tetap tenang dan tidak panik menyusul perburuan polisi atas anggota kelompok radikal. Dia yakin aparat bisa mengatasi kelompok tersebut. Bukan GAM Sebelumnya, Presiden SBY meminta penanganan aktivitas terorisme di Aceh dilakukan dengan lebih cermat dan hati-hati. "Lakukan kerja sama sebaik-baiknya dengan gubernur, bupati, wali kota, dan ulama di Aceh. Sampaikan bahwa ini betul-betul sel dan unsur teroris, bukan unsur GAM yang dulu," katanya saat membuka rapat terbatas bidang politik, hukum, dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/3). Diterangkan, berdasarkan laporan yang masuk dari lapangan, sudah dipastikan bahwa pelaku kegiatan terorisme di Aceh bukanlah dari unsur mantan GAM. "Sebagian besar dari mereka justru datang dari daerah lain dan bahkan pemimpin kelompok tersebut bukan pula warga Aceh. Ini benar-benar kelompok teroris yang mengorganisasi diri dengan rapi dan memilih tempat latihan di sana karena orang tidak lagi melihat Aceh sebagai daerah konflik. Mereka berharap kita terlena dan mereka bisa melakukan segala persiapan aksi- aksi terorisme," katanya. Presiden juga menyampaikan apresiasinya kepada aparat keamanan yang berhasil mengungkap keberadaan kelompok terorisme itu. "Jajaran BIN, Kepolisian, dan TNI agar melakukan segala upaya mencegah aksi terorisme dan melakukan penindakan yang tepat dan cepat. Terus lakukan upaya intensif," katanya. Secara terpisah, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro melalui pesan singkat menyatakan pemerintah tidak mau lengah menghadapi kemungkinan adanya aksi teroris dan perompak di Selat Malaka. Untuk itu, Menhan menginstruksikan Panglima TNI meningkatkan kewaspadaan, termasuk meminta seluruh Kodam se-Sumatera untuk lebih waspada. [G-5/147/W-12]
