http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=120938

 

[ Sabtu, 06 Maret 2010 ] 


Pemuda Asal Kendal Kanibal Teman Sendiri di Batam 
Makan Jeroan Korban sebagai Ritual Ilmu Hitam 

BATAM - Lelaki kanibal ala Sumanto ditemukan di Batam. Dia bernama Harun dan 
berusia 35 tahun. Berbeda dari Sumanto melakukan itu karena kondisi kejiwaannya 
terganggu, lelaki yang tinggal di belakang SMPN 12 Legenda, Batam Centre, 
tersebut melakukannya sebagai syarat untuk mempelajari ilmu kebal.

Perilaku nyeleneh lelaki asal Kendal, Jawa Tengah, itu terungkap setelah 
ditemukan mayat korbannya pada Rabu (3/3). Korban yang dikenali sebagai Fahmi 
Iswandi Sodikin itu tidak lain adalah rekan Harun, yang tinggal serumah.

Mayat Fahmi ditemukan dalam kotak tripleks dengan posisi telungkup. Berdasar 
pengakuan Harun, dia membunuh rekannya itu tiga bulan lalu. Selama ini, dia 
menyimpan mayat tersebut untuk dimakan bagian demi bagian tubuhnya setiap hari.

Untuk itu, dia mengawetkan mayat tersebut sehingga tidak berbau. ''Yang pertama 
dia makan adalah jantungnya,'' ungkap petugas. Hari-hari berikutnya dia makan 
organ dalam korban satu demi satu. Kalau jantung korban dimakan mentah-mentah, 
organ yang lain dimasak terlebih dahulu dengan bumbu dapur atau dipanggang.

Selanjutnya, setiap malam Jumat dia makan daging tubuh korban, yang berasal 
dari Tegal, Jawa Tengah, tersebut. ''Itu bagian dari ritual mempelajari ilmu,'' 
kata Harun kepada Kapolsek Batam Kota AKP Suka Irawanto.

Menurut Suka, sebelum memotong bagian tubuh korban untuk dimakan, Harun 
menyembah mayat korban dan meletakkan sesajen di dekatnya. Dengan makan daging 
Fahmi, Harun yakin bahwa ilmu kebal yang dimiliki korban bisa berpindah 
kepadanya. ''Hasil visum menunjukkan, organ dalam korban sudah tidak ada,'' 
katanya.

Tim Forensik Poltabes Barelang juga menemukan bekas irisan yang rapi di 
beberapa bagian tubuh korban. "Sayatannya sangat rapi. Pelaku juga diduga 
mengambil beberapa tulang iga korban karena hilang ketika jenazahnya 
ditemukan," tutur dokter Novi, anggota tim forensik.

Terkait dengan penyebab kematian korban, Novi menduga akibat pukulan benda 
tumpul pada belakang kepala korban. Hal itu sinkron dengan pengakuan Harun yang 
memukul kepala korban dengan martil.

Yang lebih sadis, Harun juga mencabut dua gigi seri bagian atas korban untuk 
kemudian dijadikan kalung. ''Kalung itu saya pakai saat ritual malam Jumat,'' 
jelasnya. 

Mayat korban ditemukan warga yang mencari telur entok di semak belukar di 
belakang sekolah itu. Mereka melihat kaki manusia yang muncul dari dalam kotak 
di antara tumpukan sampah dan barang bekas. 

<<120938large.jpg>>

Kirim email ke