http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010030902312215

      Selasa, 9 Maret 2010 
     
      BURAS 
     
     
     
Kelompok Teroris Jaringan Al Qaeda Muncul di Aceh! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "KELOMPOK teroris yang tak ada kaitan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) 
muncul di Nangroe Aceh Darussalam, tepatnya di sekitar kaki Gunung Seulawah 
meliputi Kabupaten Aceh Besar dan Pidie!" ujar Umar. "Tak ada kaitan dengan GAM 
itu dipastikan Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Kepala Desk Teroris Polhukam 
Ansyad Mbai, dan mantan humas GAM Sofyan Dawood!"

      "Kepastian itu penting agar masyarakat tak salah paham!" sambut Amir. 
"Dari 19 teroris yang tertangkap--tiga di antaranya tewas tertembak- di lokasi 
pengepungan maupun di sekitar Jakarta, bukan warga setempat! Empat orang 
ditangkap di Padang Tiji, Pidie, dua asal Karawang dan lainnya asal Bau Bau dan 
Jakarta!" (Kompas, [8-3-2010])

      "Hal penting berikutnya, pernyataan pengamat ahli terorisme, kelompok 
yang muncul di Aceh itu Jemaah Islamiyah, jaringan yang dikendalikan langsung 
Al Qaeda!" tegas Umar. "Jadi jaringan teroris internasional! Menurut para 
pengamat, kelompok ini jauh lebih berbahaya dari Noordin M. Top yang bermain 
solo! Terutama, kata Ansyad Mbai, operasinya dekat jalur pelayaran 
internasional Selat Malaka!" (Metro TV, [8-3-2010])

      "Rasa simpati kita sampaikan kepada warga Aceh, yang belum lama menikmati 
perdamaian, kini daerahnya dikacau lagi oleh orang-orang dari luar daerahnya!" 
timpal Amir. "Dua warga tewas kena peluru nyasar saat kontak senjata mengepung 
lokasi teroris itu pekan lalu! Dari senjata yang disita polisi juga diketahui, 
kelompok teroris itu menggunakan persenjataan canggih, M-16 dan AK-47. Dengan 
persenjataan secanggih itu, warga sipil yang paling terancam selain peluru 
nyasar, juga balas dendam kelompok teroris yang dengan mudah menuduh warga 
membantu polisi!"

      "Karena itu, kecermatan polisi dalam menjalankan tugas amat diharapkan 
dengan pengutamaan fungsinya mengayomi warga!" tegas Umar. "Tak bisa disamakan 
dengan semasa penumpasan GAM, warga dicurigai bahkan diintimidasi dengan 
sangkaan bekerja sama dengan GAM! Kali ini yang dihadapi kelompok teroris dari 
luar Aceh, jadi intimidasi serupa harus dihindarkan! Sebaliknya, warga Aceh 
harus dipandang sebagai korban yang terancam dari pengacauan teroris!"

      "Selain itu, karena yang dihadapi jaringan teroris internasional, Densus 
88 dan satuan polisi lainnya yang bertugas menumpas diharapkan bisa bekerja 
efektif agar kelompok ini tak sampai lolos dan menyebar ke daerah lain!" timpal 
Amir. "Jika sampai lolos dan menyebar, negeri kita bisa jadi seperti Pakistan 
yang diobok-obok jaringan Al Qaeda, peledakan bom terjadi nyaris setiap hari 
mengorbankan banyak warga sipil!" n
     


 Cetak Berita 

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

<<cetak.gif>>

Kirim email ke