Refleksi : Tidak usah merepotkan diri, kalau sulit gunakan hak menyatakan 
pendapat,  karena  gaji terus jalan. Bukankah yang  penting adalah gaji.

http://www.gatra.com/artikel.php?id=135766


DPR Sulit Gunakan Hak Menyatakan Pendapat


Jakarta, 13 Maret 2010 07:52
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR Andi Rahmat mengungkapkan, 
DPR sulit untuk menggunakan hak menyatakan pendapat dalam Kasus Bank Century, 
karena Partai Demokrat menempati 26 persen kursi DPR, yang berarti tidak akan 
ada kesepakatan.

"Langkah selanjutnya yang mungkin dilakukan adalah mengawal berlangsungnya 
proses hukum atas kasus Century itu. Kemungkinan minggu depan, saya dan 
beberapa teman akan mengadakan kunjungan informal ke KPK untuk pengusutan kasus 
itu," katanya, dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Jumat (12/3).

Andi Rahmat meragukan penyelidikan kasus Bank Century di DPR oleh Panitia 
Angket akan membahayakan koalisi yang telah terbangun. Menurut dia, 
gesekan-gesekan antarpartai koalisi kerap terjadi sebelumnya, dan tak pernah 
membahayakan koalisi.

Menurut Andi, pidato Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pasca pengumunan 
hasil angket Century, mencerminkan kuatnya posisi presiden di Indonesia. 
"Presiden bisa menolak hasil angket," tutur Andi. Saat ini, lanjut Andi, partai 
koalisi sedang dirayu-rayu oleh SBY untuk tetap memberikan dukungan pada 
penyelenggaraan pemerintahan saat ini.

PKS percaya Presiden tidak akan mengambil langkah dramatis untuk membongkar 
koalisi. Sementara itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR Maruarar Sirait 
mengungkapkan bahwa tim sembilan atau inisiator hak angket kasus Bank Century 
akan mengeluarkan buku yang berisi proses penggunaan hak angket di dalam kasus 
Century, sebagai pertanggungjawaban kepada rakyat.

Maruarar Sirait menyayangkan munculnya tekanan-tekanan terhadap 
petinggi-petinggi partai atau panitia hak angket pada dua minggu sebelum hasil 
angket diumumkan. "Kenapa masalah lima sampai enam tahun lalu baru muncul 
sekarang? Ada kasus pajak Aburizal Bakrie, Setyo Novanto, Idrus Marham, dan 
lain sebagainya," kata Maruarar Sirait.

Secara khusus, Maruarar berpesan kepada pengelola media massa untuk melakukan 
investigasi dalam kasus-kasus yang janggal dan mengawasi DPR dengan lebih ketat 
lagi. "Kami berjanji akan tuntaskan masalah Century," kata Maruarar. [TMA, Ant] 

Kirim email ke