Agama Bukan Sumber Awal Tapi Racun Bagi Ilmu Pengetahuan !!!
Sejarah membuktikan, ilmu pengetahuan dan para ilmuwan telah menjadi korban
serangan2 biadab dari ulama maupun ajaran agamanya.
Namun karena dizaman sekarang mayoritas umat manusia bisa membuktikan kebenaran
ilmu pengetahuan, wajar kalo akhirnya agama terdesak dan terkalahkan dalam
realitasnya.
Umat beragama berusaha menyusup kedalam dunia ilmu pengetahuan untuk
mempropagandakan agama kepercayaan mereka. Padahal, ilmu pengetahuan netral,
tidak berpihak kepada agama manapun juga. Jadi kalo ada sesorang yang mengaku
ilmuwan tetapi selalu menyisipkan ajaran agama kepercayaannya.... maka orang
itu sebetulnya adalah opportunis yang tidak etis membonceng keringat ilmuwan
sejati untuk menipu umatnya agar tetap terikat kepada kebohongan2 agamanya.
Umat manusia sekarang menjadikan agama sebagai hanya tradisi entertainment
untuk mengenang masa lalu, mengingatkan kita bahwa kemajuan hanya bisa dicapai
dengan mencatat, mencari, menemukan, mengkritik dan mengkoreksi kesalahan2
nenek moyang kita. Misalnya kepercayaan dewa dewi Yunani kuno hingga
sekarangpun kita pertahankan bukan untuk dipercaya melainkan untuk menciptakan
nilai2 baru yang secara simbolis menggunakan atau mengkaitkannya dengan
kepercayaan lama.
> Sukamto Sukamto <sukamto1...@...> wrote:
> JLEG: Agama produk ilmu pengetahuan. titik.
> Yang lain bisa dicopas ajah, ngarti opo
> ora, no sekian2
>
Ilmu pengetahuan adalah merupakan kegiatan para ilmuwan yang berkaitan dengan
pengumpulan data2 melalui Observasi, experiment, pengolahan dan pencatatan
data, Analysis dan kemudian dipresentasikan dalam sebuah laporan yang kemudian
dari hasilnya menjadi data baru untuk dikembangkan mengulangi semua proses ini
secara terus menerus berkelanjutan sepanjang zaman.
Agama juga merupakan kegiatan umat yang terkait dengan angan2 yang diyakininya
tanpa ada proses dari kegiatan ilmu pengetahuan diatas, meskipun ada ulama yang
berpartisipasi dalam kegiatan ilmu pengetahuan tapi sama sekali bukan dari
kegiatannya dalam beragama.
Jadi, kalo ilmu pengetahuan selalu memproduksi hal2 yang baru yang menyebabkan
teknolgi terus berkembang, maka sebaliknya, agama sama sekali tidak memproduksi
teknologi apapun juga selain hanya bergiat mengembangkan angan2 baru yang tidak
pernah bisa dibuktikan menjadi kenyataan yang bisa diobservasi oleh setiap
orang selain mereka yang percaya saja.
Dalam banyak hal, agama hanya menimbulkan kontroversi saja yang justru
menghambat kegiatan ilmu pengetahuan dan menghambat pengembangan teknologi.
Karena secara umum, ajaran agama dan para ulamanya merasa terpojok akibat
berkembangnya ilmu pengetahuan sehingga banyak ulama berbagai agama yang
mencatut nama ilmu pengetahuan untuk mempertahankan atau mengikat umatnya
menjadi sapi perahan dalam mempertahankan kepentingan para ulamanya itu
sendiri. Mereka selalu mengkaitkan agamanya dengan ilmu pengetahuan agar tetap
bisa diterima umatnya.
Agama bukanlah kegiatan yang mengajarkan kebaikan atau mengajarkan nilai2
kepada umatnya agar menjadi manusia sosial yang baik, karena untuk mengajarkan
nilai2 sosial yang baik, tidak perlu siapapun untuk mempercayai atau menyembah
Tuhan, Allah, Yesus ataupun dedemit.
Manusia sosial yang baik bagi masyarakat tidak perlu beragama dan tidak perlu
percaya Tuhan apalagi menyembahnya.
Hal inilah yang menjadikan ajaran Buddha dari Sidharta Gautama menjadi sangat
disukai diseluruh dunia karena untuk menjadi orang baik dan benar tidak perlu
beragama, tidak perlu percaya Tuhan, dan tak perlu menyembah apapun juga.
Sedangkan kegiatan umat Buddha yang se-olah2 menyembah patung Buddha, sama
sekali bukan menyembah patung melainkan hanya penghormatan kepada Sidharta
Gautama saja dalam mengenang ajaran2 beliau. Sama saja dengan mendirikan
patung Obama bukan bertujuan menyembahnya melainkan sebagai expressi daripada
penghargaan umat pengikutnya.
Beribadah agama Buddha tidak perlu patung sang Buddha, dan ibadah agama Buddha
disebut "Dharma" yang kegiatannya justru mengemis bukan menyembah sesuatu.
Jadi urusan patung Buddha hanyalah simbolisme.
Ny. Muslim binti Muskitawati.