Filem Adalah Proyeksi Bayangan Dilayar, Agama di Angan2 !!!
                                                     
> ronald jaya <bung.sla...@...> wrote:
> Yesus bisa menyembuhkan orang sakit,
> membangkitkan orang mati, meredakan
> badai dan berbagai kuasa lainnya...
> masakan ga bisa menurunkan api dari
> langit utk menghancurkan musuh2nya...
> murid2nya saja bisa melakukan hal
> tsb..apalagi Yesus...
> 


Betul, saya sendiri sudah menyaksikan sendiri di filem bagaimana Yesus 
menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, meredakan badai dan 
berbagai kuasa lainnya termasuk menurunkan api dari langit, untuk menghancurkan 
musuh2nya, juga murid2nya bisa melakukan hal tsb.

Bukan cuma filem Yesus saja yang aku nonton, tapi juga filem Superman, 
Spiderman, dll.

Tapi meskipun saya sudah menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, bukan 
berarti saya harus percaya khan ????

Namanya juga filem........  anda ngerti khan ??? bukan maksudnya menista apa 
yang anda percaya, melainkan meletakkan kebenaran diatas kepercayaan.

Kalo anda nonton filem, maka gambaran yang hidup itu adalah bayang2 atau angan2 
yang diproyeksikan kelayar.  Sama halnya dengan kepercayaan yang juga adalah 
gambaran abstract yang ditayangkan dalam layar angan2 umat beragama.

Dalam matematika juga digunakan konstanta abstract seperti contohnya Pi yang 
meskipun nilai realnya adalah 3.54, tapi tidak pernah dipercaya angka realnya, 
karena nilai sebenarnya adalah abstract sama sekali bukan real, karena itulah 
selalu disebut sebagai Pi.

Demikianlah, agama kepercayaan itu juga abstract dan realnya harusnya hanya 
sebatas tradisi demi membahagiakan semua manusia tanpa harus mempercayainya.  
Contohnya, Olympic Games.

Jadi salah kalo menjadikan ajaran agama sebagai alat untuk mempertimbangkan 
benar salah, menjatuhkan hukuman, apalagi menteror sesama manusia.

Sebagai alat yang memberi kebahagiaan, maka fungsi agama adalah sama dengan 
tradisi budaya yang mengikatkan kelompok sesama manusia dalam menikmati 
kebahagiaan bersama.

Yesus menyamakan dirinya sebagai raja, padahal raja itu cuma mengejar 
kepentingan nikmatnya sendiri dari kewajiban rakyat yang diperasnya.  Dulu raja 
menarik pajak untuk dirinya, sekarang bentuk kerajaan sudah ditolak dan negara 
menarik pajak untuk rakyatnya bukan untuk pemimpinnya, bahkan pemimpin yang 
memanfaatkan pajak rakyatnya dituduh koruptor dan dijatuhkan.

Muhammad menyamakan dirinya sebagai utusan sang penguasa, sehingga dia harus 
diperlakukan disembah seperti menyembah sang penguasanya.  Sama saja, raja 
menarik pajak dari rakyat melalui utusannya bukan menariknya sendiri.  
Kekejaman sang utusan adalah cermin kebiadaban sang penguasa yang mengutusnya.

Menarik adalah Sidharta Gautama, kalo Yesus dan Muhammad selalu mengkaitkan 
dirinya dengan kekuasaan dan penguasa, maka Sidharta Gautama justru tadinya 
berkuasa akhirnya membuang kekuasaannya tidak lagi mau berkuasa, untuk hal 
inilah dia jadi dihormati dan dipuja rakyat kecil yang biasa ditindas dan 
diperas penguasanya.

Secara etika moral, kita tak boleh meneladani Yesus dan Muhammad, karena 
keduanya hanyalah simbol keserakahan, kejahatan, dan kese-wenang2an penguasa 
dan kekuasaannya.

Yang penting kita harus berpikir netral, jujur dan tidak berpihak.  
Mengagungkan Yesus atau Muhammad bukan membela rakyat melainkan membela 
penguasa dan kekuasaannya.

Itulah ide negara dizaman sekarang dimana intinya kekuasaan dan penguasanya 
adalah rakyat bukan Tuhan atau Allah.

Hanya rakyat yang membutuhkan makanan, rumah, dan pakaian, dan Tuhan atau Allah 
tidak membutuhkannya.  Oleh karena itulah penguasa dan kekuasaan harusnya 
mewakili rakyat bukan mewakili Allah ataupun Tuhan.

Ide inilah yang realitasnya berupa bumi dan alam semesta ini milik kita bersama 
bukan milik satu Allah atau satu Tuhan yang penuh berkuasa tanpa dipilih oleh 
rakyat semuanya.

Inilah inspirasi dari datangnya agama2 yang asalnya dari Timur Tengah yang 
focus-nya adalah Raja dan kekuasaannya yang dalam bahasa Inggris disebutnya 
"Imperial".  Ide agama ini pulalah yang melahirkan Imperialisme dan 
Kolonialisme yang sekarang sudah dilarang dan dihapuskan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.









Kirim email ke