http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010032502004915
Kamis, 25 Maret 2010
BURAS
Isyarat Presiden, JSS Dipercepat!
"KATA Ketua DPRD Lampung Marwan Cik Asan, Presiden SBY memberi isyarat
pembangunan jembatan Selat Sunda (JSS) akan dipercepat! Beberapa investor luar
negeri sudah siap, namun Presiden ingin mengutamakan investor nasional!
Ganjalan untuk percepatan pada studi kelayakan, yang butuh waktu satu setengah
tahun!"
"Isyarat Presiden itu menggembirakan, karena sempat tersebar kabar
pembangunan JSS jadi tak pasti!" sambut Amir. "Keraguan itu dipicu tak
tercantumnya anggaran untuk persiapan kerja besar itu, baik di APBN maupun APBD
Provinsi Lampung, semisal anggaran studi kelayakan, atau mempersiapkan kawasan
di sekitar aksesnya! Masyarakat memahami, untuk pembangunan infrastruktur yang
dibiayai investor swasta, seperti jalan tol, pembebasan lahannya menjadi
kewajiban pemda--dengan kompensasi saham dalam investasinya! Hal sama tentu
juga berlaku pada kawasan akses JSS!"
"Kesiapan pemda dalam penyiapan lahan itu pula yang jadi masalah dalam
rencana pembangunan jalan tol di Lampung, baik ruas Tegineneng--Babatan maupun
Babatan--Bakauheni!" timpal Umar. "Bahkan faktor sama juga penyebab belum
tuntasnya jalan lintas pantai timur (jalinpantim) Menggala--Bakauheni, karena
di sejumlah tempat pemda kewalahan membebaskan tanahnya! Kalau proyek
Pemerintah Pusat saja mengalami nasib demikian, konon lagi dengan investasi
swasta--yang maunya terima bersih saja!"
"Sejalan dengan percepatan pembangunan JSS itu, amat tepat Marwan
menyampaikan kepada Presiden masifnya kerusakan jalan di Lampung, yang seperti
dikemukakan Gubernur Sjachroedin Z.P. di DPRD pada HUT Provinsi, dana yang
tersedia hanya seperempat dari kebutuhan! Gubernur mengharapkan DPRD ikut cari
jalan keluarnya!" tegas Amir. "Itu dasar Marwan menyampaikan masalah itu ke
Presiden! Namun, yang diperoleh dari Presiden bukan tambahan biaya, tapi cuma
saran untuk memprioritaskan anggaran guna mendahulukan perbaikan infrastruktur
dengan mengalihkan anggaran dari satker lain sampai dapat 20 persen untuk
perbaikan infrastruktur!"
"Tambah megaplah anggaran satuan kerja (satker) lain yang sudah
dirampingkan untuk memenuhi 20 persen anggaran pendidikan!" timpal Umar. "Kalau
harus dirampingkan lagi, bisa tinggal tulang!"
"Jadi, percepatan JSS dan perbaikan jalan rusak itu baru sebatas
keinginan! Istilah pasarnya, sekadar cerita dalam cerita!" tegas Amir.
"Realitasnya, untuk mengujudkan keinginan itu masih perlu mencari jalan keluar
lain!"
H. Bambang Eka Wijaya
<<bening.gif>>
<<buras.jpg>>
