Jangan Mencubit Kalo Tak Mau Dicubit
Ajaran ini asalnya memang mulanya dari ajaran hukum sebab akibat Sidharta
Gautama yang kemudian dikenal para pengikutnya sebagai agama Buddha yang
tersebar luar diseluruh dunia yang diduga pengikutnya lebih dari 4 milyard yang
merupakan yang terbesar jumlahnya diseluruh dunia.
Ajaran hukum "sebab-akibat" ini kemudian ditiru semua agama2 lain diseluruh
dunia termasuk dalam agama Nasrani. Kalo agama Nasrani dan Yahudi kemudian
mengambil ide hukum sebab akibat ini menjadi hukum agama yang dipercayanya,
yaitu: mata bayar mata, darah bayar darah.
Islam sebaliknya malah ajarannya bertentangan, "masuk diterima dan keluar
dibunuh". Artinya kalo umat agama lain masuk Islam, maka diterima sebagai
mualaf, tapi kalo muslimin pindah keagama lain, maka disebut murtad yang wajib
dibunuhnya.
> ratnobaja <ratnob...@...> wrote:
> Makkah dan Madinah adalah tempat
> suci umat Islam dan hanya diperuntukkan
> bagi para muslim. Ka'bah adalah untuk
> mereka yang meyakinkan didalam hatinya
> "Aku bersaksi tiada Ilah yang disembah
> selain Allah dan Aku bersaksi bahwa
> Muhammad adalah utusan Allah".
> Hormatilah itu ... hargailah itu ...
> wahai para musyrikun...munafiqun...
> Pembebasan tanah PALESTINA dari israel
> lebih utama!!!!
Kalo anda sendiri tidak bisa menghormati kepercayaan umat lain, maka tidak
perlu umat lain menghormati kepercayaan anda. Anda harus menghormati berhala
dulu sebelum umatnya menghormati Islam yang anda percaya. Islam sama dengan
berhala, yaitu sama2 kepercayaan yang memberhalakan atau menyembah masing2 para
penciptanya masing2.
Jangan cubit orang kalo tak mau dicubit.
Jangan bakar gereja kalo tempat ibadah anda tidak mau dibakar.
Jangan bakar mesjid Ahmadiah kalo mesjid anda tidak mau dibakar.
Jangan bunuh penyembah berhala kalo anda tidak mau dibunuh.
Jangan menghina berhala kalo Islam tidak mau dihina.
Jangan merendahkan penyembah berhala kalo muslimin tidak mau direndahkan.
Kesemua hukum sebab akibat diatas tidak pernah diajarkan dalam Islam karena
Islam agama yang tidak adil, agama kebencian, agama teror, dan agama yang
memusuhi semua umat manusia termasuk juga umatnya sendiri yang diwajibkan
saling membunuh sampai tibanya hari kiamat.
Tanah Palestina bukan milik Islam, bisa dibuktikan, nama Palestina adalah nama
yang berasal dari berhala patung dewa-dewi Filistine yang disembah bangsa yang
tinggal ditanah yang kemudian bernama Palestina.
Jadi nama Palestina berasal dari nama dewa-dewi Filistine, dan para
penyembahnya disebut orang Palestina.
Oleh karena itu, tempat seperti Jerusalem dan Palestina harus tetap
dipertahankan Israel sebagaimana asalnya dulu sebagai bagian dari pelestarian
semua peninggalan2 kuno sekarang ini yang dilindungi dari paksaan umat2
beragama lainnya yang ingin menjadikan lokasi2 ini sebagai tempat suci agamanya
seperti apa yang dilakukan oleh orang2 Arab Palestina yang mencatut nama
Palestina tapi justru menindas dan memusnahkan berhala2 Palestina.
Islam memang punya asal dan lokasinya sendiri sebagai pusat suci agamanya yaitu
Mekah dan Madinah, maka silahkan lestarikan wilayah itu saja dan jangan
mengganggu apalagi merusak berhala2 kepercayaan orang2 lainnya. Tetapi, pada
kenyataannyapun, sebelum Mekah dan Madinah lahir agama Islam, dulunya juga
Kabah itu merupakan kuil suci agama Hindu dan digunakan untuk tempat
penyembahan berhala patung2 Hindu yang dulunya berserakan dalam Kabah hingga
diluarnya.
Kalo patung2 berhala di Mekah dan Madinah sudah dirusak dan dimusnahkan orang2
Arab Islam sekarang, maka janganlah perusakan ini dilanjutkan ketempat2 lain
karena HAM bertekad melindungi semua agama tanpa mem-beda2kannya.
Agamamu agamamu, agamaku agamaku, oleh karena itu hormatilah penyembah berhala
dewa-dewi Filistine atau Phalistine dari orang2 Palestina ini. Janganlah
patung2 itu dimusnahkan untuk diganti dengan mesjid2 ataupun lambang bulan
bintang.
Hormatilah berhala milik umat lain seperti anda ingin tempat suci agama anda
juga dihormati umat lainnya.
Israel berhasil membebaskan tanah Palestina dari penjajahan Arab Islam, dan
untuk ini harus tetap dan dipertahankan demi keadilan yang tidak mem-beda2kan
manusia dari agamanya.
Tanah Palestina milik Israel bukan milik Arab Islam.
Mereka yang menyembah berhala dewa-dewi Filistine disebutnya sebagai orang
"Palestina".
Mereka yang menyembah Tuhan Jahweh disebutnya sebagai orang "Yahudi".
Itulah alasannya mengapa Israel harus menjadi tanah air dari pemilik aselinya
yaitu orang Palestina dan orang Yahudi.
Arab Palestina mencatut nama Palestina karena mereka bukanlah bangsa Palestina
melainkan bangsa Arab yang bertualang di tanah Palestina, sama halnya dengan
orang Cina Indonesia bukanlah orang Indonesia tapi orang Cina yang berasal dari
Cina yang berdagang di Indonesia.
Semoga pemahaman ini bisa disebarkan kepada umat Islam di Indonesia sehingga
bisa memahami kenapa UN, Amerika, dan semua negara2 didunia justru mendukung
dan mempertahankan negara Israel bukan membela orang2 Arab Islam yang curang,
culas, dan tidak pernah bisa adil ini.
Ny. Muslim binti Muskitawati.