Islam Harus Dilandasi HAM Agar Menjadi Agama Kasih !!!
Silahkan anda bayangin, perang Vietnam dan perang Korea dimana tentara Amerika
membantai jutaan manusia, juga perang dunia kedua dimana Hitler Jerman
membantai jutaan orang2 Yahudi dan Amerika membantai Jepang.
Kebencian orang Jepang, Vietnam dan Korea kepada orang2 Amerika begitu mendarah
daging sehingga hampir2 kita anggap kebencian ini akan berlangsung turun
temurun sepanjang sejarah. Ternyata tidak, kebencian berhenti setelah perang
usai, persahabatan akrab saling bantu, saling menolong, dan tukar pemahaman
berlangsung sangat akrabnya, kebencian begitu cepatnya reda hingga menghilang
secara mengagumkan. Pihak2 yang saling membenci dan bermusuhan akhirnya saling
mencintai dan saling mengagumi budaya dan agama dari masing2 yang tadinya
saling membenci.
Naaah... sekarang kita bandingkan dengan ajaran Islam yang melestarikan
kebencian kepada Yahudi, kafir dan murtad didalam kitab suci Quran-nya.
Hasilnya sama2 kita saksikan, banjir darah mencemongi sejarah Islam sepanjang
sejarahnya tanpa bisa dihentikan. Bahkan sekarangpun berlangsung teror2
kebencian jihad yang mau memaksakan Syariah Islam yang biadab dan khianat ini
yang melanggar nilai2 universal HAM. Ribuan tahun kebencian, dendam, dan
pembunuhan Islam terhadap bukan Islam dan murtad tetap berlangsung sekarang
ini, padahal, tanpa adanya ajaran Islam kebencian orang Jepang, Vietnam, Korea
dan Yahudi ini bisa redup bahkan hilang sekarang ini meskipun sejarah juga
melumuri perang ini dengan darah.
Tidak seharusnya kebencian kepada Yahudi dilestarikan dalam kitab suci Quran
yang kita yakini sekarang ini. Akibat pelestarian kebencian ajaran Islam
inilah dunia sekarang mengalami segala bentuk teror2 malapetaka.
Saya mengajarkan semua pembaca agar mengenal ajaran Buddha ini yang belakangan
telah dikutib oleh Yesus, Yahweh, dan berbagai agama2 diTimur Tengah, dan juga
diadopsi oleh banyak aliran2 Islam di Indonesia seperti Ahmadiah, kejawen,
Santriloka, Samulah, dll-nya.
Artinya, janganlah anjuran saya agar jangan mencubit kalo tak mau dicubit
dianggap telah menghina atau menista agama Islam. Juga bukan berarti saya
telah "Mencubit" kepercayaan anda.
Buktinya tidak semua Islam yang sepaham dengan ajaran ini, contohnya, Islam2 di
Indonesia seperti Ahmadiah, Kejawen, "Santriloka, Samulah dan lainnya juga
mengqanut paham yang sama melarang mencubit kalo tak mau dicubit.
Saya sendiri seorang muslimah 100% yang juga menganut ajaran universal dari
sang Buddha yang bahkan dilestarikan dalam deklarasi HAM yang telah ditanda
tangani oleh seluruh negara2 didunia sekarang ini.
Hal inilah yang mengharuskan saya mengingatkan sesama muslimin tentang ajaran
Islam yang se-aselinya yang kekurangan kasih sayang karena tidak mengajarkan
nilai2 universal sang Buddha ini. Oleh karena itulah, berulangkali saya
mengajak semua muslimin agar menjalankan ibadahnya berlandaskan kepada nilai2
HAM, bukan berdasarkan Syariah Islam yang terkutuk itu.
Kita sebagai muslimin dan muslimah berkewajiban mengubah ajaran Islam yang
penuh kebencian, penuh dendam, dan penuh ketidak adilan menjadi agama kasih
sayang bukan agama kebencian yang melahirkan teror2 jihad yang sekarang
diperangi diseluruh dunia.
Coba anda bayangin, kakak saya di Jawa punya sepasang anak kembar laki2.
Meskipun keduanya mulanya mendapatkan pendidikan dipesantren yang sama, tapi
sejak umur 10 tahun keduanya berpisah, yang satu si A saya titipkan kepada
keluarga di Jepang untuk melanjutkan kuliahnya, sedangkan yang satu lagi si B
kuliah Al-Ashar di Kairo karena mendapatkan beasiswa pemerintah Mesir.
Setelah lulus, keduanya balik kepada orang tuanya ditanah airnya Indonesia
tercinta ini. Ternyata si B yang kuliah di Mesir sangat membenci Yahudi,
sebaliknya, si A yang di-Jepang malah isterinya justru orang Yahudi. Anehnya
kemudian si B selalu benci dan memfitnah si A sehingga keluarganya jadi tidak
bahagia akibat ulah si B yang selalu cari gara2 mengganggu pasangan si A ini
karena isterinya orang Yahudi.
Akhirnya, si A saya bantu mendapatkan kerjaan di Australia dan sekarang menjadi
warganegara Australia yang baik yang mampu mengirimkan bantuan uang kepada
keluarganya.
Sebaliknya, si B sekarang berada dipenjara karena dicurigai terlibat dengan
gerakan Islam radikal terorist fundamentalist, dimana ayah ibunya sering ditipu
uangnya untuk disumbangkan kepada organisasi Jihad terlarang itu.
Disinilah bukti nyata, Islam sebagai agama kebencian, agama teror, dan agama
dendam apabila tidak disertai landasan HAM. Padahal sikembar anak2 dari kakak
saya berasal dari akar Islam yang sama, genetik sama, hanya lingkungannya
pendidikannya saya yang berbeda, yang satu dari lingkungan pendidikan yang
bernafaskan Buddhisme, sedangkan lainnya aseli berasal dari lingkungan yang
paling Islamiah.
> Ade Chika <ade.ch...@...> wrote:
> Tante ini rupanya tidak mengenal
> dirinya. dia katakankan Islam
> mengajarkan dan menyebarkan
> kebencian, tapi Tulisan ajaran
> Kebencian terhadap Islam yang dia
> buat ini disuruh disebarkan.
> aneh... kok dia malah Nyubit......
Buddha mengajarkan jangan cubit kalo tak mau dicubit.
Yesus mengajarkan mata bayar mata, darah bayar darah.
Semua agama dan budaya diluar Islam sudah mengenal paham, "hutang uang bayar
uang, hutang nyawa bayar nyawa".
Demikianlah, perumpamaan2 diatas semuanya sama meskipun diekspresikan dengan
kata2 yang berbeda-beda.
Namun pemahaman perumpamaan diatas sama sekali diharamkan dan tidak diajarkan
dalam Islam karena pahamnya justru bertentangan yaitu: "masuk kita gembirakan,
keluar kita bunuh". Yang artinya, kafir masuk Islam kita gembirakan sebagai
mualaf, tapi muslim keluar Islam kita bunuh sebagai murtad. Hal ini telah dan
pasti diimani setiap umat Islam meskipun tidak semua muslimin mau
mempraktekkannya karena sebagian besar muslimin didunia juga mengimani ajaran
universal dari sang Buddha diatas sebagai pelopornya meskipun akhirnya sering
konflik terhadap sesama Islam lainnya.
Pemahaman salah dan sesat inilah yang akhirnya menimbulkan malapetaka diseluruh
dunia dan juga dalam lingkungan Islam itu sendiri. Malapetaka2 itu berupa
teror bomb karena mau memaksakan Syariah Islam diterima semua orang. Juga
membakar gereja, membakar mesjid, memperkosa cina2 kafir, membantai Yahudi,
menjarahi sesama muslim dari Ahmadiah, bahkan juga menjarah, merampok,
memperkosa semua umat2 lain agama yang dasarnya hanyalah filsafatnya yang
bertentangan dengan nilai2 universal diatas.
Ny. Muslim binti Muskitawati.