Belum Pernah Ada Aliran Islam Jujur Mengaku Kalah !!!!
                                       
Setiap umat Islam apapun alirannya diwajibkan meyakini bahwa agama Islam adalah 
agama menang bukan agama yang sekali2 bisa kalah, karena Allah tidak mungkin 
kalah, dan ajaran Islam adalah suara Allah.

Kalo ada aliran Islam yang mengaku kalah, bukanlah karena memang merasa 
dikalahkan dalam bermuhabalah, melainkan mereka dipaksa mengaku kalah karena 
takut dengan ancaman dibantai seperti yang dialami oleh Islam aliran Ahmadiah.

Kalo anda mendalami ayat2 Al-Takya, maka anda tahu bahwa sebagai umat Islam 
anda boleh pura2 mengaku kalah agar jangan dibasmi oleh musuh2 Islam.  Kalo 
musuh kurang waspada kita bunuhlah musuh Islam itu dan tegakkan Syariah Islam 
yang kita imani tentunya dari aliran Islam yang kita anut.

Bahkan Paus di Vatican sendiri akhirnya terpaksa mengaku salah berkhotbah 
se-mata2 untuk menghentikan pembakaran gereja2 katolik diseluruh dunia dan 
melindungi umat katolik disemua negara yang ada umat Islamnya.  Yang begini 
bukan berita baru, juga bukan berarti agama Islam makin dipercaya masyarakat 
didunia, bahkan masyarakat Indonesia yang mayoritasnya Islam itu sendiri juga 
takut sekali kalo Syariah Islam berhasil dipaksakan.  Itulah sebabnya, tidak 
ada umat Islam di Indonesia yang memberikan suaranya di pemilu kepada partai2 
yang mengemban pemaksaan Syariah Islam yang biadab ini.

80% umat Islam di Indonesia tidak sepenuhnya mengimani Islam, mereka cuma pura2 
Islam agar kepercayaan nenek moyangnya yang bernafaskan Hindu dan animisme bisa 
tetap dipertahankannya melalui bentuk budaya keris, wayang, musik, dan tari2an 
Jawa.

Mayoritas muslimin di Indonesia makin banyak yang menyadari betapa biadabnya 
ajaran Islam, apalagi Islam yang diexpresikan dalam prakteknya oleh FPI yang 
bisa mewakili Allah membongkari tempat2 maksiat yang sebenarnya tidak maksiat.


> "ndeboost" <rambitese...@...> wrote:
> Juni 1983 Mubaligh Ahmadiyah Qadian Lombok, Ahmad
> Hariadi kalah "perang" mubahalah melawan dai Ustz
> H Irfan. Kalau ga di"selamatkan" pulisi kalik, per
> perjanjian, sdh terbang nyawanya karena peristiwa
> ini. Mengevaluasi kekalahan, maka Ahmad Hariadi
> meninggalkan iman Ahmadiyah dan seluruh fasilitas
> terkait dan lalu kembali menjadi umat Muhammad saw.
> Kemudian ada kesempatan, hg 16 Okt 88 dimana Ahmad
> Hariadi bisa ganti bermubahalah dengan Khalifah
> Ahmadiya Qadian yang mengatas namakan juga umatnya
> diseluruh dunia dengan kekalahan telak di fihak
> Khalifah.

Mana pernah ada aliran Islam manapun mau mengaku kalah meskipun juga kalah.  
Kalo saya berkunjung menikmati khotbah2 para ulama Ahmadiahm, malah sebaliknya, 
mereka selalu membanggakan menang dalam bermubahalah dan Islam MUI selalu kalah.

Iya, kita sih cuma menggunakan realitas kenyataan aja ya, perusahaan2 Denmark 
semuanya dibakar dan perdagangan dengan Denmark diblokade oleh negara2 Islam 
akibat karikatur di Denmark yang tidak dilarang demi kebebasan berpendapat.

Gereja2 dibakarin, amoy2 diperkosa massal, mesjid ahamadia dibakarin, umat 
ahmadia dibunuh dan dijarahin, lalu apa herannya kalo orang2 keturunan cina di 
Indonesia banyak yang masuk Islam demi menyelamatkan nyawa dan toko2nya ???

Umat Islam Ahmadiah di-Lombok justru yang paling parah dan paling menderita 
akibat kezaliman sesama Islam dari MUI.  semua jemaah Islam Ahmadiah tinggal 
dipengungsian, takut kembali ke kampung halamannya, tanah dan rumah mereka 
dirampas tanpa uang ganti rugi.  Kita tidak perlu bohong dan takut untuk 
mengakui bahwa memang ajaran Islam betul2 penuh kezaliman, dan memang kezaliman 
ini juga menjadi kebanggaan umat Islam, terbukti banyak umat Islam yang memberi 
nama kebanggaan ini kepada anaknya, seperti nama "Muhammad Zalim" yang biasanya 
ditulis sebagai "M.Salim".

Lalu dimana ajaibnya kalo umat Ahmadiah katanya kembali ke Islam MUI demi 
menyelamatkan harta bendanya yang kena dijarah Islam MUI ini?

Ingat dong, Paus di Vatican khan pernah terang2an berkhotbah bahwa Islam itu 
agama teror, agama kebencian, agama permusuhan, akibatnya semua gereja2 katolik 
dibakar umat Islam meskipun gereja itu juga berada di Perancis yang 
mayoritasnya bukan beragama Islam, ternyata tetap jadi korban pembakaran umat 
Islam yang nekad.

Lalu apa herannya demi menghentijkan pembakaran2 gereja katolik akhirnya paus 
minta maaf dan berbohong mengaku keseleo ngomong, keseleo lidahnya sehingga 
mengeluarkan ucapan isi hatinya.

Jadi pandirlah anda kalo percaya umat Ahmadiah benar2 jadi penganut Islam MUI 
yang di Arab sendiri bukan cuma Islam Ahmadiah saja yang tidak diakui tapi juga 
Islam MUI tidak diakui bahkan dikutuk sebagai bukan Islam.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








Kirim email ke