http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010032901532016

      Senin, 29 Maret 2010 
     
      BURAS 
     
     
     
Gayus Tambunan Bukti Kegagalan Reformasi Depkeu! 


       
      "PEMILIKAN rumah mewah, mobil eksekutif (Ford Escort) dan tabungan di 
bank Rp28 miliar oleh Gayus Tambunan, PNS golongan III-A, merupakan bukti 
kegagalan program reformasi birokrasi di Departemen Keuangan--Depkeu!" ujar 
Umar. "Reformasi birokrasi dengan menaikkan gaji pegawai jauh lebih tinggi di 
Depkeu selama ini dikesankan sukses dan selalu dijadikan model guna ditiru 
departemen lain!"

      "Perolehan harta berlimpah dalam waktu singkat selama Gayus jadi PNS itu 
digambarkan televisi dengan tayangan rumahnya sebelum kaya, di kawasan kumuh 
Tanjung Priok!" sambut Amir. "Bayangkan kalau sukses reformasi birokrasi model 
Gayus diterapkan di semua departemen, pegawai golongan III-A mendadak bisa 
sekaya itu, negara ini bisa lebih cepat bangkrut!"

      "Di Depkeu sendiri dengan sukses reformasi birokrasi itu, kalau Gayus 
pegawai golongan III-A tanpa eselon saja bisa menimbun harta sebanyak itu, 
betapa jauh lebih kaya lagi para pejabatnya yang bereselon dan berpangkat lebih 
tinggi, serta punya kewenangan dan kekuasaan formal yang lebih besar lagi!" 
tukas Umar. "Logika sedemikian bukan mustahil, terutama mengingat selama ini 
yang jadi objek pemantauan lembaga antikorupsi umumnya pada bagian pengeluaran 
atau belanja anggaran (outflow), terkait pelaksanaan proyek dan program, sedang 
bagian penerimaan anggaran (inflow) relatif kurang disoroti! Artinya, kalau 
bagian pengeluaran yang dipelototi saja masih bobol, apalagi yang luput dari 
perhatian!"

      "Penerimaan pajak pusat di daerah jenisnya tak terlalu banyak, pajak 
penghasilan (PPh) badan dan perorangan, serta pajak penjualan atau pajak 
pertambahan nilai (PPN)," timpal Amir. "Justru penerimaan pajak dan retribusi 
anggaran daerah yang ragamnya banyak, nyaris setiap dinas punya anggaran 
penerimaan, kontrolnya jauh lebih longgar! Jadi, sisi ini perlu perhatian 
serius! Karena, kebocoran penerimaan dengan relatif minimnya kontrol, 
peluangnya jadi lebih besar!"

      "Pokoknya, kalau reformasi birokrasi Depkeu yang bisa membuat Gayus (bisa 
jadi dan kawan-kawan) kaya raya mendadak itu dijadikan model untuk ditiru semua 
departemen, pejabat daerah dengan pajak dan retribusi yang lebih beraneka 
jenisnya akan bisa lebih kaya raya lagi!" tegas Umar. "Hal itu tidak 
mengada-ada, selain kontrol internal inspektorat daerah di sektor penerimaan 
terkesan masih amat lemah, kontrol eksternal dari publik sukar dilakukan karena 
mekanismenya tidak ada! Di TPR misalnya, dengan pembayaran lebih banyak tak 
pakai kupon, jadi tak terkontrol jumlah penerimaan sebenarnya!"

      H. Bambang Eka Wijaya
     

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

Kirim email ke