Ter Penyebab Kanker Yang Dahsyat !!!
                                                   
Hampir semua orang Indonesia mengenal aspal, sebenarnya bahan ini berasal dari 
residu atau sisa akhir dalam penyulingan minyak yang biasanya disebut ter.

Asphalt dan ter adalah barang yang sama, meskipun namanya berbeda.  Ter ini 
mengandung bahan carcinogen yang paling kuat oleh karena itu bahan ini termasuk 
bahan yang berbahaya.  Bahan ini dulunya dibuang tidak ada harganya, tetapi 
sekarang dijual belikan untuk pembuatan jalan raya.

Tetapi karena penggunaannya meluas untuk bikin jalanan di Indonesia, maka unsur 
bahayanya ditutupi tidak diberitahu meluas kepada masyarakat.  Oleh karena itu, 
kalo anda perhatikan di-negara2 maju, maka pembuatan jalan selalu menggunakan 
semen beton, bukan jalanan yang terbuat dari asphalt seperti semua jalanan yang 
ada di Indonesia.

Berapa persenkah penderita kanker kulit yang disebabkan oleh ter ini???  
Datanya dirahasiakan dan tidak pernah dikumpulkan agar tidak menakutkan 
masyarakat terhadap penggunaan asphalt dalam membuat jalanan.

Tapi dibeberapa negara maju, asphalt ini juga dibuat campuran khusus untuk 
membuat jalanan, dan untuk itu hanya mobil atau kendaraan saja yang boleh 
melaluinya, semua pejalan kaki diharuskan menggunakan sepatu atau sandal agar 
kulit telapak kakinya tidak berkontak langsung dengan bahan carcinogen ini.

Bayangin, kalo saja informasi ini disebarkan diseluruh Indonesia, akibatnya 
masyarakat berdemo menolak jalanan yang terbuat daripada asphalt, lalu darimana 
pemerintah punya dana membuat jalan dari beton yang harganya ratusan kali lebih 
mahal dari ter.

Semua negara2 Arab penghasil minyak selalu membuat jalanannya dari Asphalt yang 
agar berkualitas tinggi lebih dulu dicampur dengan bahan khusus dari Amerika 
sehingga lebih baik dari asphalt biasa.

Dari negara2 maju sendiri juga tidak merasa perlu untuk menyebar luaskan info 
seperti ini, karena mereka bisa menjadikan asphalt ini sebagai bahan komoditi 
yang dijual ke-negara2 berkembang untuk pembuatan jalan.

Pencegahannya sebenarnya juga mudah, yaitu selalu menggunakan alas kaki.  Kalo 
saya ingat diIndonesia, para karateka, kenshi, dan judoka sering mengadakan 
Gashuku yang pagi2 lari dijalanan dan siangnya naik kegunung, mereka lari 
dengan kaki telanjang dengan alasan agar telapaknya makin kuat.  Yaaah....  ini 
jelas berbahaya tapi biarlah mereka khan tidak tahu, tak perlu diberi tahu agar 
tidak dianggap musuh negara.

Celakanya, ter di Indonesia bukan saja untuk pembuatan jalan tetapi juga 
dicampur untuk pembuatan cat dan untuk obat kudis dan obat bisulan.  Sebagai 
obat salep untuk bisulan dan kudis biasanya dokter2 Indoesia menggunakan ter 
yang dinamainya "Ichtyol".  Ini benar2 mematikan, benar2 dokter kurang ajar, 
benar2 dokter goblok yang kurang pengetahuan, TAPI, memang enggak bisa 
disalahkan, karena rakyatnya miskin enggak apa ditipu sedikit, yang penting 
bisulnya sembuh dulu, kudisannya sembuh sementara, nanti kalo kena kanker jadi 
sumber duit lainnya lagi.

Perlu kah MUI turun tangan untuk menyatakan aspal ini haram atau halal 
digunakan umat Islam???  Karena kalo lagi bikin jalanan, aspal ini dibakar 
hingga lumer dan asapnya berterbangan terhisap sopir2 mobil dan lalu lintas 
lainnya yang melalui jalanan yang dibetulin tsb.

Kalo asap dari aspal ini terhisap, bukan lagi terkena kanker kulit tetapi malah 
jadi kanker paru2.  Demikianlah penderita kanker paru2 di Indonesia penyebabnya 
bukan cuma asap rokok saja, tetapi juga asap aspal yang lagi dimasak.  Asap 
rokok memang mengandung juga ter, dan ter dalam asap rokok inilah yang 
bahayanya ratusan kali lipat daripada nicotine-nya sendiri.

Di Amerika sendiri, ada daerah2 terpencil yang jalanannya cuma dari tanah yang 
dikeraskan karena ada larangan untuk menggunakan aspal di-wilayah2 yang 
penduduknya masih terkebelakang masih jalan kaki, semuanya ini cuma untuk 
melindungi kesehatan mereka dari bahan yang berbahaya bagi kesehatan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke