Mengapa MUI Menyambut Obama Tapi FPI Menolaknya ???
Dalam banyak kasus, Islam dalam jajaran MUI dan FPI memiliki visi Islam yang
sama, tetapi dalam kasus mengundang kedatangan Obama ternyata ketua MUI sangat
ingin bertemu muka empat mata dengan Obama, tapi kenapa jajaran bawah MUI dan
juga FPI malah menolaknya ??? Hal inilah banyak dari masyarakat heran dan jadi
tanda tanya.
Ternyata sejak Amerika melakukan penghancuran terorist di Afghanistant, dari
Indonesia sudah dilakukan mobilisasi pengiriman sukarelawan2 jihad oleh
berbagai organisasi Islam yang dikelola MUI terutama Muhammadiah dan FPI.
Lebih dari sepuluh ribu mujahidin sukarelawan jihad yang secara rahasia dikirim
ke Afghanistant melalui perbatasan Pakistant. Dalam brainwashing-nya, mereka
ditugaskan untuk bergabung dengan pasukan jihad Osama bin Laden.
Setiba ditempat tujuan, mereka diterima oleh pasukan Osama bin Laden, tetapi
tidak pernah bertemu dengan Osama bin Laden, dan kemungkinan lokasi yang
dijadikan tempat pertemuan ini sama sekali jauh dari lokasi Osama bin Laden
sendiri.
Semua mujahidin sukarelawan dari Indonesia ini sedianya berniat membantu
memerangi Amerika. Tetapi ternyata Osama bin Laden dan sekuritynya sudah
mencium, bahwa sukarelawan2 dari Indonesia ini disusupi oleh agen2 Amerika yang
ingin mengendus lokasi Osama bin Laden untuk ditangkapnya hidup atau mati.
Maklum disediakan hadiah 26 juta dollar siapapun yang berhasil.
Pasukan Obama dengan ramah tamah penuh persaudaraan dan rasa terima kasih yang
besar menerima semua sukarelawan yang kemudian digiringnya kesuatu tempat dan
dibantai habis tak satupun yang kembali hidup. Hal ini berhasil diberitakan
oleh security agent Pakistant.
Bahkan mayatnyapun tidak pernah terlihat oleh keluarganya di Indonesia. Menang
kalah dalam peperangan memang ditentukan oleh mata2, oleh ketangkasan,
kecakapan dan kemampuan penyusupan intel2 yang disusupkan kegaris belakang
pertahanan lawan. Segala cara digunakan untuk mengalahkan lawannya.
Jadi bukan hal yang susah kalo FPI sengaja dibiarkan aktivitasnya untuk
beragitasi oleh security Indonesia untuk menyusupkan beberapa orang2 tertentu
untuk dikirimkan ke Afghanistant yang kemudian menjual info2 digaris depan
kepada pihak yang berperang dalam hal ini Amerika.
Tentu saja keluarga para mujahidin sukarelawan ini dengan fanatisme merelakan
anaknya berangkat berjihad membela agamanya, mereka sama sekali buta tentang
akal dan tipu muslihat dalam peperangan, akhirnya semua sukarelawan yang lebih
dari sepuluh ribuan yang dikirim dari Indonesia, tidak satupun yang kembali,
semua hilang dan diberitakan dibantai habis oleh pasukan Osama bin Laden karena
mereka mencium adanya penyusupan dalam sukarelawan Indonesia tsb.
Itulah sebabnya, dalam kaitan menemukan mayat ataupun informasi mengenai anak2
para keluarga yang hilang dikirim ke Afghanistant ini, ketua MUI ingin meminta
bantuan Amerika untuk menemukan mereka, karena hanya pasukan Amerika saja yang
bisa mencarinya. Bahkan dalam banyak kasus, pasukan Amerika telah menemukan
mayat2 orang Indonesia yang bukan dilokasi tempat gempuran tenara Amerika
melainkan jauh digaris belakang dilokasi yang diduga sebagai markas Osama bin
Laden.
Bukan tidak mungkin untuk penyusupan agen2 ini, ketua MUI mendapatkan bayaran
yang besar, namun setelah keluarga para mujahidin sukarelawan jihad dari
Indonesia menuntut pihak organisasi2 yang merekrutnya, maka ketua MUI merasa
bertanggung jawab untuk menemukan informasi2 untuk kepastian nasib mereka.
Demikianlah, banyak keluarga yang menangis, bertahajut kepada Allah untuk bisa
menemukan anaknya lagi. Maksudnya memerangi tentara Amerika dan membantu Osama
bin Laden, ternyata malah jadi korban pembunuhan massal Osama bin Laden, dan
mengharap bantuan Amerika untuk menemukannya..... ini tragedy, yaitu
"religious tragedy".
Obama sangat diharapkan kedatangannya, tentu dengan membawa bantuan, karena
memang Amerika terkenal welas asih berusaha menolong pasukan yang mau membunuh
tentara Amerika sendiri.
Dari kenyataan seperti inilah, kita sebagai muslimin seharusnya menyadari,
bahwa Amerika sebagai negara serba bisa sama sekali tidak susah memanfaatkan
mereka yang memusuhi Amerika untuk dijadikan perisai untuk dikorbankan kepada
mereka yang dianggap sebagai saudara sesama muslim. Terorist muslim kita
anggap saudara, dan Amerika kita anggap musuh, dan kenyataannya yang dianggap
saudara itulah yang membantai kita, dan Amerika cuma diharapkan bisa
menolongnya.
Susah untuk disalahkan kepada Amerika, karena apa salahnya menyusupkan lima
atau dua puluh mata2 diantara 15 ribu mujahidin sukarelawan Jihad Indonesia ini
??? Bahkan kemungkinan pemimpin para sukarelawan inilah yang menjadi agen intel
pihak Indonesia yang kemudian menjual informasi yang didapat disana kepada
pihak Amerika.
Tentu saja niat ketua MUI untuk bicara empat mata dengan Obama merupakan hal
yang dirahasiakan yang tidak mungkin boleh diketahui siapapun dibawahnya, hal
inilah se-olah2 terjadi konflik interest antara FPI dan apa yang diingini oleh
MUI.
Ny. Muslim binti Muskitawati.