Negara Pancasila Telah Di-robok2 Syariah Islam !!!
                                          
Negara Hukum yang berdasarkan Pancasila sudah tidak berlaku lagi di Indonesia 
sekarang ini.  Dominasi hukum sekarang ini memang dikuasai oleh Syariah Islam.

Dan agar tidak diprotes masyarakat banyak, maka Syariah Islam hanya 
diberlakukan diwilayah tertentu, sedangkan wilayah2 yang jadi perhatian dunia 
Internasional hanya diberlakukan kepada muslimin2 saja.

Lihatlah kasus Syech Puji yang menikahi anak dibawah umur, karena dia beragama 
Islam, maka hukum membebaskannya dari tuduhan pelanggaran hukum, padahal kalo 
hal ini dilakukan oleh mereka yang bukan Islam, maka akan berlaku tindak pidana 
pelanggaran perlindungan anak2.

Mereka beralasan karena pernikahan itu adalah ibadah agama Islam, sedangkan 
pernikahan oleh pasangan yang bukan islam enggak bisa diberlakukan hal ini 
karena dianggapnya bukan ibadah agama mereka.

Padahal bukan cuma Islam yang membolehkan poligami dan nikahi anak dibawah 
umur, juga dalam agama lain seperti nasrani, hindu dan buddha dulunya juga 
dibolehkan hal ini, namun bukan agamanya yang melarang, melainkan HAM itulah 
yang melarang.  Karena agama2 lain mematuhi nilai2 universal HAM maka para 
pemuka agama diluar Islam ini rela melarang umatnya untuk mempraktekan ibadah 
agama yang terlarang ini.

Padahal fungsi adanya hukum itu adalah untuk menegakkan keadilan, artinya untuk 
pelanggaran yang sama hukumannya harus sama.

Bagaimana kalo ada dua pencuri mobil, yang satu Non-Islam dihukum penjara 3 
tahun, tapi pencuri mobil lainnya karena beragama Islam hanya dihukum 3 hari 
penjara saja, alasannya karena dia beragama Islam.

Makin parah nantinya bisa jadi terjadi penjual beras menjual berasnya harus 
melihat ktp agama pembelinya, kalo beragama Islam sekilonya Rp100, tapi kalo 
pembelinya bukan beragama Islam maka sekilonya seharga Rp5000, dan mereka 
memberi alasan, ini hanya berlaku bagi umat Islam saja, tidak berlaku bagi 
agama lainnya.

Memang, manusia yang sudah keracunan Syariah Islam jadi bego tidak memahami 
arti keadilan yang sebenarnya, mereka menganggap bahwa hanya muslimin saja yang 
perlu mendapatkan keadilan yang lebih adil daripada yang bukan muslim.

Sehari tambah sehari kehidupan berbangsa di Indonesia ini makin parah, 
perpecahan yang terlihat dan yang tidak terlihat makin meluas.  Semuanya 
kelihatannya seperti tidak menyangkut masalah agama, tetapi sebenarnya penyebab 
segala kerusakan ini juga disebabkan oleh Syariah Islam yang memecah belah hak 
seseorang secara tidak adil.

Tanpa disadari, dilapisan elite atas dan dikalangan bawah sudah berkembang 
antipati terhadap gerakan2 yang menjunjung syariah Islam, namun memang belum 
berani berterang karena agama Islam masih merupakan momok yang tidak boleh 
disinggung dan sangat ditakuti seperti halnya dizaman komunisme Nasakomnya Bung 
Karno.

Hal ini bisa kita saksikan, pertentangan2 terselubung makin parah melibatkan 
antara partai2 yang pro-Syariah dan mereka yang anti-Syariah.  Mulai kasus 
penuntutan ketua KPK  yang dilindungi oleh para pendukung Syariah sehingga 
urusan Bank Century yang diserang oleh para pendukung Syariah.

Pertentangan mereka dikalangan pemerintahan ketemunya adalah damai dengan duit, 
celakanya duitnya itu adalah duit korupsi.

Makin gencar propaganda Syariah Islam, maka makin kuat juga perlawanan 
anti-Syariah ini, secara perhitungan suara, maka para pendukung Syariah 
jumlahnya kecil sekali kurang dari 10%, tapi mereka sangat militant, sangat 
agressive, berani menimbulkan kekacauan dan kekerasan sehingga kebanyakan orang 
lebih suka mengalah.  Namun kalo sudah melibatkan pemungutan suara, maka mereka 
yang mendukung Syariah Islam tidak mendapatkan suara, bahkan dibeberapa wilayah 
terjadi pemaksaan, ancaman2, dan teror2 oleh para pendukung Syariah ini untuk 
memaksa masyarakat wilayah tertentu memilih partai2 mereka.

Kalo meninjau politik Amerika, dari sejak pertama merdeka, Amerika sudah 
mendukung gerakan2 ekstreem Islam ini untuk mengacaukan Indonesia, agen2 
Amerika mengendalikan semua ini dari Arab Saudia yang aliran Wahabi.

Amerika sangat mendambakan Indonesia menjadi negara Islam, hingga negara ini 
tetap bergantung kepada Amerika dan tidak mungkin bisa maju seperti Singapore, 
Cina, Taiwan, Korea, maupun Jepang.

Kalo saja Indonesia jatuh menjadi negara Syariah Islam, maka hasil bumi kita 
bisa gratis diambil alih oleh Amerika, karena Syariah Islam tidak punya sumber 
dana untuk bisa mempertahankan kekuasaannya selain ditunjang oleh Amerika dari 
pintu belakang, dipintu depan ditulis "negara Syariah Islam ini Anti-Amerika".

Cermatilah, bagaimana bentuk negara Syariah Islam yang di-impikan FPI ini, 
antara lain adalah:

Tidak mengenal batas negara
Tidak tunduk pada hukum negara tapi hanya tunduk pada hukum dari Allah
Hukum hanya ditegakkan pada muslimin, dan kepada yang bukan muslimin boleh 
gunakan hukum rimba.

Bisa dibayangkan masa depan anak2 anda, jangankan mereka yang non-muslim bahkan 
umat Islam sendiri juga prihatin dan kuatir terhadap kondisi seperti ini.  Kita 
lepas dari cengkraman komunisme, malah dicengkram Amerika dengan menggunakan 
Syariah Islamnya.

Amerika memang dalam politiknya memiliki dua muka, tapi bukan sengaja 
diciptakan dua muka ini, tetapi kondisi negara Amerika itu sendiri memang sudah 
demikian adanya.  Kelompok kapitalis vs kelompok rakyat.  Kapitalisme dikontrol 
ketat karena berbahaya bisa mendominasi kehidupan rakyatnya, dilain pihak 
kelompok buruh selalu menekan dan memeras kaum kapitalis ini sehingga mereka 
harus mencari jalan keluar untuk menyelamatkan modalnya antara lain dilarikan 
keluar Amerika sehingga terjadi pengangguran besar2an di amerika sendiri 
sedangkan diluar Amerika terjadi pemerasan buruh secara tidak adil oleh para 
kapitalis ini yang berkonspirasi dengan penguasanya.

Sebenarnya, tidak susah bagi Indonesia untuk bisa survive asalkan para 
penguasanya memang berdedikasi nasional yang ingin memajukan negara dan 
bangsanya bukan memajukan agama Arab yang sama sekali tidak berdedikasi untuk 
memajukan bangsa negara malah berkecendrungan untuk menghancurkannya dibantu 
dengan para kapitalist dari Amerika ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke